Mewujudkan Generasi Tanpa Bullying: Sosialisasi Stop Bullying oleh Mahasiswa PMM UMM di Desa Gendro

Mewujudkan Generasi Tanpa Bullying: Sosialisasi Stop Bullying oleh Mahasiswa PMM UMM di Desa Gendro
Sumber: Dokumentasi Penulis

Pasuruan, MMI – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Stop Bullying” yang ditujukan untuk anak-anak di Desa Gendro.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) .

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Agenda ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa dalam memberikan wawasan sejak dini agar anak-anak dapat tumbuh di lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari tindakan perundungan.

Bullying atau perundungan masih menjadi persoalan sosial yang sering dijumpai, terutama di lingkungan sekolah. Bentuknya beragam, mulai dari ejekan, pengucilan, hingga kekerasan fisik.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak ringan, karena dapat melukai psikologis korban sekaligus menghambat perkembangan akademik maupun interaksi sosial mereka.

Menyadari pentingnya masalah ini, mahasiswa PMM UMM hadir di Desa Gendro untuk melakukan edukasi langsung kepada anak-anak.

Kegiatan sosialisasi dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan agar mudah diterima oleh peserta.

Baca Juga: Melalui Program BBK 6 UNAIR: Siswa SDN Kedungmentawar Praktik Jadi “Agen Anti-Bullying” lewat Surat Afirmasi Sayang Teman

Mahasiswa menyampaikan materi melalui permainan edukatif, tayangan video pendek, serta diskusi interaktif yang membahas cara mengenali, mencegah, dan menolak bullying.

Melalui metode ini, anak-anak diajak untuk memahami makna perundungan, menyadari dampak buruknya, serta belajar menumbuhkan keberanian dalam menolak tindakan tersebut.

Anak-anak Desa Gendro menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Mereka aktif memberikan tanggapan, berbagi cerita, hingga mengekspresikan sikap saling menghargai satu sama lain.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menekankan pentingnya membangun empati, kepedulian, dan kerja sama, sehingga tercipta suasana sosial yang lebih ramah bagi anak.

Kegiatan pengabdian ini turut mendapat apresiasi dari perangkat desa dan para orang tua. Mereka menilai bahwa edukasi semacam ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sejak dini.

Harapannya, kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar generasi muda semakin memiliki kesadaran dalam menjaga sikap serta membangun hubungan sosial yang baik.

Baca Juga: Bullying di Lingkungan Kampus: Ancaman Tersembunyi bagi Kesejahteraan Mahasiswa

Melalui PMM, mahasiswa UMM tidak hanya menuntaskan kewajiban akademik, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Sosialisasi ini diharapkan mampu menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam mewujudkan generasi tanpa bullying: generasi yang lebih peduli, penuh empati, dan siap membawa perubahan positif bagi masa depan.

 

Penulis: Kelompok 2 PMM Desa Gendro
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Dosen Pengampu: Drs. Noor Aziz, M.M.

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses