Breaking Failure to Thrive (FTT)

Breaking Failure To Thrive (FTT)
Breaking Failure To Thrive (FTT)

Failure to thrive (FTT) atau gagal tumbuh adalah kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan fisik yang lebih lambat dari standar usianya. Ini biasanya disebabkan oleh malnutrisi, gangguan metabolik, atau masalah kesehatan lain yang menghambat penyerapan nutrisi.

Dampak   Jangka   Pendek: Penurunan berat dan tinggi badan, gangguan perkembangan otak dan kemampuan belajar; penurunan aktivitas fisik dan perilaku adaptif.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dampak   Jangka   Panjang: Gangguan kognitif berkepanjangan (misalnya IQ lebih rendah), risiko penyakit kronis seperti sindroma metabolik, gangguan emosional dan sosial di masa dewasa.

Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak mereka mengalami gagal tumbuh karena tidak rutin memantau berat dan tinggi badan anak dan kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi anak sesuai usia, diare berulang bisa menghambat pertumbuhan.

Baca Juga: Stunting Masih Menjadi Fokus Masalah Gizi di Indonesia

Pertumbuhan, deteksi dan penanganan gangguan kesehatan dan memberikan edukasi kepada orang tua. Gagal tumbuh sering berkaitan dengan status sosioekonomi rendah, pendidikan orang tua yang rendah, atau terdapat faktor-faktor stres pada lingkungan rumah.

Gagal tumbuh umumnya ditemukan dalam pemeriksaan rutin atau skrining rutin bulanan pada pasien pediatrik. Untuk mendiagnosis gagal tumbuh, anamnesis dan pemeriksaan fisik sederhana ditambah pemeriksaan antropometri dapat dilakukan

Penulis: Monalisa, S.Tr.Keb., Bd.
Mahasiswa Magister Kebidanan Universitas Nasional
Dosen Pengampu: Dr. Bdn. Rukmaini, SST., M.Keb

 

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Pustaka

https://www.alomedika.com/penyakit/kesehatan-anak/gagal-tumbuh

Wardani, N.E.K., Harumi, A.M. and Sholikah, S.M. (2023) “Analysis of The 1000 Hpk Program (First Day of Life) Towards Effort to Reduce Stunting at the Bangkalan District Health Center,” Malahayati Nursing Journal, 5(4), pp. 969–986. Available at: https://doi.org/10.33024/mnj.v5i4.8242.

 

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses