Medan, MMI – Kelompok mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dalam proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) 74 Tanpa Perundungan melakukan sosialisasi Anti Perundungan di SD Negeri 060886 Medan, Senin (20/10/2025).
Kelompok proyek 74 MKWK Tanpa Perundungan ini terdiri dari 20 mahasiswa/i dari jurusan dan fakultas yang berbeda.
Mereka adalah Ashila Fayyaza Sinaga, Aini Raisya Ridho Harahap, Ester Apriani Sihombing, Dea Kusuma, Grace Sarah Rotua Pakpahan, Fitria Andini Rambe, Muhammad Arif Nasution, T. Nurhafizah, Febrianti Khansa Pratiwi, Diva Kristiani Naibaho, Nabil Ramadhan, Yuliarta Lumban Tobing, Angelica Putri Sembiring, Christian Hubert Revans Siagian, Nazwa Aulia Fadhillah, Lira Sapna, Nabila Estitica Br. Sibarani, Raiyana Nadya Shafwa, Medina Tasya Ardhini, Astriny Elisabeth Sagala.
Menurut Ashila Fayyaza Sinaga, selaku ketua dari kelompok 74 anti perundungan, tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang apa itu bullying, dampak, dan cara mencegahnya.
Melalui sosialisasi ini diharapkan terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman, serta membentuk generasi yang lebih peduli untuk saling menghargai tanpa memandang perbedaan.
Meningkatnya kasus perundungan (bullying) di kalangan anak-anak yang tersebar luas melalui media sosial memotivasi mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi anti perundungan.
Selain itu, lingkungan pergaulan anak-anak yang terbatas dalam kelompok kecil (circle) turut meningkatkan potensi terjadinya bullying di antara mereka. Rangkaian kegiatan sosialisasi ini mencakup pemberian materi tentang perundungan, melakukan ice breaking, dan membuat sesi tanya jawab.
Pemateri dalam kegiatan sosialisasi menjelaskan bahwa perundungan (pembullyan) adalah perilaku yang dilakukan sekelompok orang untuk menyakiti teman lain secara sengaja dan berulang kali.
Tindakan ini dapat membuat korban merasa sedih, takut, dan tidak nyaman. Perundungan juga bisa menurunkan kepercayaan diri korban serta mengganggu suasana aman di lingkungan sekolah, sehingga penting bagi semua orang untuk saling menghormati dan menghentikan segala bentuk perundungan.
Pemateri juga menjelaskan, perundungan bukan hanya sebatas kekerasan fisik, namun juga mencakup tindakan negatif lainnya seperti, perundungan verbal yang berupa ejekan dan hinaan yang membuat orang lain merasa sedih atau malu, perundungan sosial, dan perundungan daring yang dilakukan dari media sosial.
Pemateri memaparkan dampak dari perundungan (pembullyan) menyebabkan korban menjadi sedih atau takut ke sekolah dan menghindari keramaian (tempat umum), dan merasa tidak percaya diri.
Hal ini dapat membuat korban depresi sehingga sulit untuk percaya kepada orang lain, serta menurunnya prestasi akademis dan partisipasi dalam kegiatan sekolah.
Dalam kegiatan sosialisasi ini juga, pemateri juga menjelaskan bahwa ada cara untuk mencegah perundungan, yaitu dengan mengungkapkan jika kita merasa tidak nyaman dengan tindakan orang lain kepada guru, orang tua, atau orang yang dapat dipercaya.
Cara lain yang bisa dilakukan, antara lain saling menghormati teman tanpa melihat fisiknya, tidak pilih-pilih teman dan bergaul dengan siapa saja, tidak mengejek atau menyakiti hati orang lain, serta menjadi teman yang baik dan saling tolong menolong.
Penulis: Kelompok 74 Anti Perundungan
1. Ashila Fayyaza Sinaga (251301034)
2. Aini Raisyah Ridho Harahap (251401067)
3. Ester Apriani Sihombing (250304012)
4. T. Nurhafizah (251000225)
5. Dea Kusuma (251101170)
6. Nabila Estetica Br. Sibarani (250200403)
7. Angelica Putri Sembiring (250902028)
8. Fitra Andini Rambe (250301062)
9. Grace Sarah Rotua Pakpahan (250501140)
10. Astriny Elishabeth Sagala (250701095)
11. Lira Sapna (250503032)
12. Muhammad Arif Nasution (250200111)
13. Nazwa Aulia Fadillah (250707009)
14. Diva Kristiani Naibaho (251501089)
15. Medina Tasya Ardhini (250802074)
16. Raiyana Nadya Shafwa (250904093)
17. Febrianti Khansa (250306085)
18. Yuliarta Lumban Tobing (250907053)
19. Nabil Ramadhan (250405001)
20. Christian Hubert Revans Siagian (250402043)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komputer, Universitas Sumatera Utara
Dosen Pengampu: Dr. Lukman Pardede, S.Pd., S.H., M.Pd.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












