Malang, MMI – Dalam upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan, kegiatan edukatif bertajuk “Sosialisasi dan Praktik Penanaman Biopori” sukses diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2026. Bertempat di lapangan SMP Dharma Wirawan 10, acara ini diikuti oleh 20 siswa-siswi yang antusias mempelajari cara sederhana menjaga daya serap air dan kesuburan tanah di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok I di Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, yang digagas oleh Kenza Satria Drajat, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi.
Edukasi Manfaat Biopori bagi Lingkungan
Memasuki sesi inti, pemaparan materi disampaikan langsung oleh Kenza Satria Drajat. Dalam pemaparannya, Kenza menjelaskan pengertian lubang resapan biopori serta manfaatnya, mulai dari meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, menjaga kelembapan area perakaran tanaman, hingga mengurangi genangan air saat musim hujan. Selain itu, dijelaskan pula bahwa sampah organik seperti daun kering dan sisa sayuran dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengurai alami yang menyuburkan tanah sekaligus mengurangi timbulan sampah rumah tangga.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar siswa-siswi SMP dapat langsung menangkap konsep dasar biopori serta pentingnya penerapannya di lingkungan sekitar, termasuk di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Optimalisasi Pemanfaatan Biopori sebagai Solusi Lingkungan dalam Program KKN Alternatif UAD
Praktik Penanaman Biopori
Tidak berhenti pada teori semata, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan biopori di area lapangan sekolah. Sebanyak 3 lubang biopori disiapkan, di mana proses penggalian lubang dilakukan langsung oleh pemateri, Kenza Satria Drajat, menggunakan linggis untuk membuka permukaan tanah dan memperdalam serta merapikan lubang sesuai kedalaman yang dibutuhkan.

Setelah lubang biopori selesai digali, siswa – siswi SMP Dharma Wirawan 10 diajak untuk langsung terlibat dalam praktik penanaman biopori, yaitu memasukkan sampah organik seperti daun kering dan sisa sayuran ke dalam lubang yang telah tersedia. Para siswa tampak antusias mencoba secara bergantian, sekaligus belajar memahami proses pengisian dan fungsi bahan organik sebagai penyubur tanah.

Kegiatan ini sejalan dengan SDGs Desa 15 (Desa Peduli Lingkungan Darat), yaitu berkontribusi dalam menjaga kualitas tanah, meningkatkan resapan air, serta mendukung pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMP Dharma Wirawan 10 dapat menjadi agen perubahan yang menularkan pengetahuan tentang biopori kepada keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Baca Juga: KKN UNILA Periode I 2025 di Desa Banding Melakukan Sosialisasi Mengenai Biopori
Ke depannya, ketiga lubang biopori yang telah dibuat di lapangan SMP Dharma Wirawan 10 diharapkan dapat terus dirawat dan diisi ulang secara berkala oleh pihak sekolah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Lebih dari itu, besar harapan agar pengetahuan yang telah diperoleh siswa dapat direplikasi di lingkungan rumah masing-masing, sehingga kesadaran akan pentingnya pengelolaan air dan sampah organik tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebar ke masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan ini juga tidak lepas dari arahan dan bimbingan Dosen Pembimbing Lapang, Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, ST., MT., sehingga program kerja dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.
Oleh: Kenza Satria Drajat
Mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya (UB)
Dosen Pengampu: Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













