Tim PSDKU UB Kediri Terapkan Teknologi Maggot Terintegrasi: Sinergi Iptek dan SDGs untuk Solusi Pakan, Industri Lokal, dan Pelestarian Lingkungan

Tim PSDKU UB Kediri
Kegiatan Tim PSDKU UB Kediri (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Plosoklaten, MMI – Di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tim dosen dan mahasiswa KKN dari PSDKU Universitas Brawijaya Kediri membawa inovasi ramah lingkungan yang bermanfaat langsung bagi warga. Mereka mengenalkan teknologi budidaya maggot terintegrasi—sebuah solusi praktis untuk mengurangi limbah organik rumah tangga sekaligus menyediakan pakan ternak yang murah dan bergizi tinggi (29/07/2025).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 14 hari, Dosen dan tim mahasiswa memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga mengenai cara merancang dan mengoperasikan teknologi budidaya maggot terintegrasi ini, mulai dari pemilihan media, perawatan, hingga pemanenan.

Maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF) dikenal mampu mengurai sampah organik dengan cepat, sehingga dapat mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kami melihat potensi besar dari budidaya maggot di desa ini, karena sebagian besar warga memiliki ternak ayam dan ikan. Maggot bisa menjadi pakan alternatif yang lebih murah, mudah dibudidayakan, bergizi untuk ternak sekaligus membantu mengolah sampah organik,” jelas M. Rizal Ramadhani, selaku ketua tim KKN PSDKU UB Kediri.

Warga desa pun menyambut baik program ini. Beberapa bahkan langsung mencoba membuat wadah budidaya sederhana dari ember bekas dan bambu. “Awalnya kami tidak tahu maggot bisa dijadikan pakan ternak. Setelah dijelaskan, ternyata manfaatnya besar dan bisa menghemat biaya pakan,ungkap bu Laastri salah satu pembudidaya lele.

Selain pelatihan, mahasiswa KKN juga menyerahkan starter kit budidaya maggot kepada beberapa peserta sebagai modal awal. Harapannya, program ini dapat berkelanjutan meski KKN telah berakhir.

Teknologi budidaya maggot terintegrasi ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar. Lewat program ini, kami berharap masyarakat bisa mandiri mengelola limbah organik jadi sesuatu yang bernilai, meningkatkan penghasilan, dan ikut menjaga lingkungan. Dari teknologi ini, masyarakat bisa mendapat banyak manfaat—mulai dari pengurangan limbah rumah tangga, ketersediaan pakan ternak yang murah dan bergizi, hingga peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar R. Adharyan Islamy, S.Pi., M.P., Dosen Pembimbing Lapangan KKN PSDKU UB Kediri.

Program KKN ini menjadi bukti nyata kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi praktis bagi masalah lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru di masyarakat.

 

Penulis: Kelompok 5 KKN Desa Jarak
Mahasiswa Universitas Brawijaya

Dosen Pengampu: R. Adharyan S.Pi., M.P

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses