Upaya Mendorong Sektor UMKM Tembus Kancah Internasional

UMKM
Ilustrasi Sektor UMKM Tembus Kancah Internasional (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Berdasarkan data kementerian terbaru, jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 64,2 juta, memberikan kontribusi sebesar 61,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara dengan 8.573,89 triliun rupiah.

UMKM juga berperan penting dalam lapangan kerja, melibatkan sekitar 117 juta pekerja atau 97% dari total tenaga kerja.

Meskipun 77,28% dari pelaku ekspor berasal dari UMKM, kontribusi mereka terhadap total ekspor yang masih relatif rendah, sebesar 4,1%.

Bacaan Lainnya
DONASI

Dalam konteks karakteristik UMKM, 60% di antaranya adalah seorang  perempuan. Diperlukan pelatihan lebih lanjut juga untuk mengingat tekanan dari platform E-Commerce seperti TikTok, Instagram, dan Facebook ataupun media sosial lainnya.

Produk UMKM, seperti kerajinan tangan dan makanan olahan lokal, memiliki nilai tambah budaya.

Mendorong sektor UMKM di kancah internasional melalui ekspor diharapkan dapat memberikan peluang kerja yang besar untuk masyarakat, meningkatkan pendapatan penduduk, dan mendorong perkembangan ekonomi komunitas.

Ekspor juga memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk peningkatan produksi, investasi dalam infrastruktur, peralatan, dan teknologi.

UMKM juga memiliki risiko signifikan, termasuk risiko fisik dan risiko pembayaran dari importir. Keterbatasan akses ke data dapat menjadi hambatan, sehingga proteksi asuransi menjadi lebih sulit.

Tanpa adanya asuransi, UMKM berisiko kehilangan keunggulan peluang bisnis di masa depan.

Adanya asuransi dapat menjadi faktor dalam memenangkan kepercayaan pelanggan dan menjaga kemitraan bisnis dengan jangka panjang dalam lingkungan bisnis yang dapat bekerjasama dalam kegiatan UMKM.

Saat ini kami ketahui bahwa ekonomi Indonesia di dalam UMKM telah memberikan dukungan dan mendorong sektor dalam usaha UMKM di kancah internasional melaluinya kebijakan dan program.

Pemerintah juga memiliki upaya yang dapat dilakukan sebagai dukungan bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansi global, peningkatan sektor UMKM untuk menembus pasar global melalui insentif fiskal dan non fiskal.

Dengan melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mendorong kegiatan kemajuan dalam UMKM.

Apresiasi kami bagi pemerintah dalam langkah-langkah yang diambil untuk mendorong dan mendukung sektor UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan pasar global.

Sektor UMKM sangat berpengaruh dalam kontribusi pembangunan pendapatan ekonomi khususnya Indonesia yang mendapat pengaruh dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), lapangan kerja hingga kesejahteraan masyarakat.

Departemen UMKM perlu mendapat perhatian khusus dan dukungan dari pemerintah. Rencana dalam pengembangan UMKM ini agar dapat bersaing secara sehat dengan memperhatikan peluang pasar secara internasional.

UMKM memerlukan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat, agar mereka dapat berkembang hingga internasional. Disini UMKM harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dengan adanya perbedaan dalam transaksi pembayaran maupun penjualan pada UMKM. Dari waktu ke waktu transaksi pembayaran dapat berkembang hingga saat ini.

Masyarakat seharusnya juga dapat mensosialisasikan hasil UMKM mereka dan mendorong UMKM kecil di daerah pedesaan untuk berani bersaing dalam market internasional.

Dengan memberi modal ilmu marketing kepada masyarakat yang ingin merintis usaha dalam sektor UMKM.

Namun untuk saat ini banyak upaya pemerintah yang kurang memberi ruang yang cukup untuk mengembangkan UMKM lokal sehingga tidak semua UMKM di perhatikan di kancah pemerintah sehingga banyak UMKM yang gulung tikar karena kurang sosialisasi dan kurangnya perhatian yang dilakukan pemerintah.

Dengan adanya dorongan sosialisasi untuk masyarakat memilih produk hasil UMKM dibandingkan produksi luar yang terjual di dalam negeri.

Dengan itu masyarakat atau pemerintah juga dapat membuat berbagai kegiatan yang mendukung produk jual hasil anak dalam negeri. Agar masyarakat menjadi lebih percaya bahwa UMKM dapat bersaing dengan produk asing.

Seharusnya ada kebijakan tegas untuk mempersulit produk asing masuk kedalam negeri, namun sebaliknya dapat mempermudah akses untuk UMKM bersaing di kancah internasional.

Selain adanya sosialisasi dan penyuluhan bagi masyarakat pemerintah juga dapat mensosialisasi serta mendorong pembangunan kepada anak muda seperti adanya kegiatan membangun UMKM yang dikelola oleh mahasiswa dan mendorong anak bangsa untuk menciptakan produk lokal yang nantinya bisa dipasarkan di market internasional.

Dengan dilaksanakan adanya sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan harapan yang dapat dicapai membuat produk buatan dalam negeri dengan menjangkau penjualan internasional dengan harga barang yang murah namun dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk luar.

Pendidikan juga berperan penting dalam kemajuan pada sektor UMKM pendidikan tinggi merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan seseorang untuk menambah pengetahuan tentang cara memajukan UMKM.

Pendidikan tinggi juga berpengaruh kepada pola pikir seseorang bagaimana membuat berbagai strategi yang dapat dilakukan untuk memajukan UMKM tersebut di kancah internasional.

Selain pendidikan tinggi, dengan adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) seseorang juga dapat dipermudah untuk memajukan sebuah usahanya dan bagaimana cara mereka memperkenalkan produk yang mereka buat secara tidak langsung melalui kemajuan teknologi saat ini.

E-commerce merupakan salah satu media sosial yang dapat digunakan sebagai jalur alternatif yang secara tidak langsung dapat diakses oleh semua orang dengan mudah saat ini.

Dengan adanya hal tersebut dapat memperkenalkan produk yang kita buat juga kepada orang-orang yang lebih senang menggunakan media sosial untuk berbelanja.

Dengan berkembangnya UMKM dapat membuat banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia saat ini.

Penulis: Kelompok 12

  1. Syifa Aqila Raihana (2340102121)
  2. Gita Eka Nur (2320102067)
  3. Alda Fuadiyah (2340102134)

Mahasiswa D3 Akuntansi, Universitas Tidar

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

2 Komentar

Komentar ditutup.