Upaya Mengembangkan UMKM di Masa Pandemi Covid-19

umkm di masa pandemi

Oleh: Mike Surya Wardani
Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya

Akhir-akhir ini pemerintah sibuk menangani wabah virus Covid-19, virus ini sangat mematikan dan persebaran virus ini juga sangat cepat, untuk memotong rantai penyebaran virus ini pemerintah Indonesia melakukan upaya dengan mengeluarkan kebijakan seperti stay at home, physical distancing, social distancing. Dengan dimunculkannya kebijakan ini secara tidak langsung akan menghambat aktivitas ekonomi didalam negeri.

Dampak dari kebijakan tersebut terhadap adalah banyak karyawan dari industri atau pabrik dirumahkan bahkan sampai di-PHK, hal ini disebabkan karena tingkat produksi dari industri atau pabrik tersebut menurun drastis. Untuk meminimalkan kerugian industri tersebut merumahkan atau memberlakukan PHK pada para pegawainya.

Selain itu ada juga dampak yang dirasakan oleh pelaku UMKM di Indonesia. Di tengah pandemi, UMKM tersebut mengalami penurunan permintaan terhadap produk yang dihasilkannya dan berdampak pada menurunnya pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan produknya.

Untuk mengatasi hal seperti itu, maka pemerintah melakukan langkah nyata memberikan perlindungan kepada UMKM yang terkena dampak Covid-19 dengan cara realokasi anggaran dan refocusing kebijakan guna memberi intensif ekonomi bagi pelaku UMKM dan informal, sehingga tetap dapat berproduksi dan beraktivitas juga tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Upaya yang Bisa Dilakukan untuk Mengembangkan UMKM

Para Pelaku UMKM Harus Bisa Menciptakan Inovasi Produk Berdasarkan Kebutuhan

Selama masa pandemi, masker menjadi barang yang memiliki nilai permintaan yang tinggi di pasaran, karena masker merupakan alat yang berfungsi untuk melindungi kita agar tidak tertular dari penyakit, hal ini menyebabkan masker menjadi barang yang wajib di miliki oleh semua orang. Karena pandemi virus Covid-19 belum juga usai, maka banyak masyarakat yang membeli masker dengan jumlah banyak yang menyebabkan persediaan masker dipasaran menjadi sedikit.

Untuk memenuhi permintaan masker yang tinggi, pelaku UMKM harus bisa membuat inovasi produk berdasarkan kebutuhan masyarakat, itu merupakan salah satu strategi umtuk bertahan dan mengembangkan bisnisnya.

Sebagai contoh ada UMKM yang menjalankan bisnisnya di bidang busana. Melihat permintaan yang tinggi terhadap masker dan juga prospek keuntungannya lebih besar dari pada jualan busana, maka UMKM tersebut bergerak secara fleksibel mencoba untuk memenuhi permintaan dari masyarakat sekarang, dan akhirnya UMKM tersebut beralih yang awalnya berbisnis di bidang busana sekarang berbisnis dengan memproduksi masker.

Dengan melihat potensi permintaan yang tinggi dan keuntungan yang besar, itu di jadikan sebagai acuan yang digunakan para pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya dimasa pandemi Covid-19 agar bisa mendapatkan pendapatan atau keuntungan.

Para Pelaku UMKM Harus Bisa Lebih Kreatif

Para pelaku UMKM harus berupaya dengan cara-cara lebih kreatif, salah satunya adalah mengembangkan UMKM harus didukung dengan teknologi digital. Di era sekarang ini hampir semua orang memliki teknologi digital yang berupa handphone.

Adanya teknologi digital memudahkan manusia dalam mendapakan informasi. Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk-produknya dengan cara membuat toko online di berbagai aplikasi belanja online atau bisa juga lewat media sosial.

Dengan adanya toko online sangat membantu masyarakat dalam berbelanja, para pembeli tidak perlu susah payah untuk datang ke tokonya langsung karena toko tersebut bisa diakses lewat handphonenya masing-masing.

Ada juga strategi yang dilakukan oleh para pelaku UMKM supaya produk-produknya bisa cepat terjual, yaitu dengan cara pemberian potongan harga. Pemberian potongan harga juga sangat berpengaruh, masyarakat lebih memilih membeli produk yang memiliki potongan harga dari pada produk yang tidak memiliki potongan harga sama sekali.

Melakukan Kerja Sama atau Berkolaborasi dengan UMKM Lain

Adanya Covid-19 menyebabkan para pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam menjalankan bisnisnya, hal ini dipicu oleh naiknya harga bahan baku. Untuk mengatasi hal ini para pelaku UMKM harus bekerja sama atau berkolaborasi dengan pelaku UMKM lain, gunanya adalah untuk berbagi beban kerja. Dengan begini maka kedua pelaku usaha tersebut bisa mengumpulkan modal bersama-sama, sehingga tidak megalami kesusahan dalam membeli bahan baku produksi yang mahal.

Ada juga manfaat melakukan kerja sama dengan para pelaku UMKM lain, yaitu bisa meningkatkan hasil produksi. Semakin banyak hasil produksinya maka akan berdampak pada bertambahnya laba yang dihasilkan dari hasil penjualan produk tersebut.

Kita semua tahu bahwa pandemi Covid-19 sangat menganggu perekenomian di Indonesia, banyak para pelaku UMKM yang mengalami kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya, tetapi pera pelaku UMKM tidak tinggal diam dan tidak juga menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai penghambat dalam mengembangkan UMKM nya.

Para pelaku UMKM berupaya bergerak secara fleksibel, berfikir kreatif dan inovatif, serta mampu menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM lain. Dengan begini pelaku UMKM masih bisa mengembangkan bisnisnya di tengah permasalahan yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja seperti halnya pandemi Covid-19 yang terjadi sekarang ini.

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI