3 Kerja Nyata Mahasiswa, Memangnya Mahasiswa Bisa Apa?

ikami care

Isu Covid-19 saat ini tidak hanya menjadi isu Negara China saja sebagai negara asal virus tersebut. Namun, virus ini kini telah menjadi masalah global dikarenakan penyebarannya yang luas dan cepat. Tak luput pula di negara sendiri, Indonesia saat ini tengah berlomba adu kecepatan dengan virus yang penyebarannya tak kalah cepat. Sudah sebulan lebih keseharian mahasiswa dipenuhi dengan belajar di rumah. Semua kegiatan belajar mengajarpun dipindah secara daring melalui berbagai media online. Apakah ini berarti masa produktifnya mahasiswa harus terpenjara? Dibutuhkan kerja nyata mahasiswa.

Hai kamu! Iya, mahasiswa. Sejak dulu, para muda sudah ada loh perannya dalam sejarah besar perubahan Indonesia. Maka darinya, jangan sampai masamu habis dengan ketidakproduktifan. Saat ini ada banyak kerja nyata yang bisa kamu lakukan sebagai mahasiswa ditengah quarantine day Covid-19 ini. Yuk teman-teman mahasiswa, bantu mendobrak dengan kerja intelektual, kerja kerelawanan, dan kerja politik.

Kerjalah secara intelektual dengan melakukan edukasi dan pencerdasan kepada masyarakat. Masih banyak masyarakat di luar sana yang belum memiliki kesadaran penuh akan seriusnya isu Covid 19 ini. Kita bercermin saja kepada suatu hal yang paling simpel, himbauan untuk diam di rumah dan melakukan social distancing yang kian digemparkan melalui berbagai media elektronik namun tak diindahkan oleh sebagian golongan masyarakat kita. Ini salah satunya yang bisa kamu lakukan. Ayo saling berbagi kesadaran, edukasikan untuk tetap melakukan social distancing dan jangan sampai melakukan panic buying. Ubah stigma jelek tentang pasien penyandang Covid serta orang-orang di sekitarnya. Karena toleransi adalah kunci. Jangan sampai ada pengucilan ditengah masyarakat terjadi.

Selain kerja intelektual, yuk kerja kerelawanan. Gak harus terjun langsung ke lapangan, coba dari hal kecil saja seperti donasikan sedikit tunai atau bagikan paket makanan kepada tetangga yang membutuhkan. Perang kita belum selesai, tapi banyak masyarakat yang masalahnya tak kian usai. Untuk berpikir makan saja mereka sulit, mau kerja di luar tapi dirundung Covid. Apa tidak meluap empati kita sebagai mahasiswa? Kenalilah dirimu sendiri, kenali apakah mampu atau tidak, jika mampu memberi, mari memberi. Jika mampu melakukan kerelawanan di luar, mari keluar, tapi pastikanlah kamu mengikuti standar prosedur kerja yang telah disahkan. Dirimu sangat penting untuk dijaga. Jangan sampai berserah mudah kepada Corona.

Kerja yang ketiga adalah kerja yang paling mungkin dilakukan mahasiswa. Tetaplah berpolitik. Corong-corong masyarakat kita di pemerintahan sedang tinggi trust issue nya. Mereka sedanglah kurang dipercaya. Kritiklah apa yang memang harus dikritik, tapi jangan ngawur dalam mengkritik. Sampaikan kritik yang ciptakan solusi, yang berpihak kepada kemanusiaan, yang juga berpihak kepada masyarakat. Mahasiswa adalah tokoh perantaranya, perantara antar masyarakat dan pemerintah negeri. Kita bercermin saja dari masalah yang kemarin kemarin menjadi isu, Omnibus law dan Anggaran negara contohnya.

Fokus kita sedang pada virus, tapi kenapa para elite malah bahas Omnibus? Anggaran besar digelontorkan, tapi kenapa bantuan yang digadang belum juga datang? Hal-hal seperti ini yang bisa kamu kritik. Tuangkanlah kritik di jalan yang benar, bisa lewat pena bisa juga lewat organisasi. Tahukah kamu apa yang menjadikan mahasiswa lebih spesial? Namamu dilindungi kampus, almamatermu adalah sessuatu yang sepatutnya kamu banggakan. Manfaatkan platform, lakukanlah diskusi dan kaji akan kinerja pemerintah secara daring. Perang dengan kritisi, jangan hanya bersenjakatan narasi komentar yang basi. Jadi untuk kamu para mahasiswa negeri, masih mau tunggu apa lagi?

Dara Ginanti
Mahasiswa Sampoerna University

Baca juga:
KRPL: Menjawab Pemenuhan Pangan di Tengah Pandemik COVID-19
Problematika Akibat Covid-19
Virus Corona (COVID-19) Momok Baru Pendidikan Negeri Ini

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI