Gampingan, Pagak, Kabupaten Malang, MMI — Mahasiswa KKN-Berdampak 119 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendampingi kegiatan belajar-mengajar dan mengaji di empat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yaitu TPQ Mambaul Qur’an, TPQ Al-Hidayah, TPQ Bustanul Ulum, dan TPQ Al Furqon.
Kegiatan pembelajaran berlangsung secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis, dimulai pada 6 Agustus 2026 hingga 19 Agustus 2026. Peserta didik yang mengikuti kegiatan berasal dari tingkat pendidikan yang beragam, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga kelas 4 sekolah dasar. Pembagian kelompok belajar dan karakteristik peserta didik pun berbeda pada setiap kelas atau jilid di masing-masing TPQ. Jumlah peserta didik di setiap TPQ bervariasi, seperti di TPQ Al-Hidayah yang didampingi sekitar 38–40 anak, sementara TPQ lainnya disesuaikan dengan kapasitas masing-masing.
Baca juga: KKN-Berdampak 119 UMM Dorong Pengembangan Kawasan Wisata melalui Tiga Program Unggulan

Kegiatan mengaji berlangsung dalam suasana sederhana, tetapi penuh interaksi antara mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM dan anak-anak. Pembelajaran diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan membaca kitab atau Al-Qur’an. Mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM turut mendampingi anak-anak dalam membaca Iqra maupun Al-Qur’an secara bergantian. Setiap bacaan disimak dan dikoreksi apabila terdapat kesalahan, sehingga anak-anak dapat mengetahui dan memperbaiki bacaannya.

Selain membaca, kegiatan juga diisi dengan setoran bacaan maupun hafalan sesuai dengan pembelajaran yang berlangsung di masing-masing TPQ. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM bersama anak-anak menutup pembelajaran dengan doa. Guru atau ustaz yang berada di masing-masing TPQ juga turut mendampingi jalannya kegiatan.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM yang telah membantu dan mengabdi di TPQ selama bertugas di Desa Gampingan. Kami juga mohon maaf apabila selama bersama-sama ada perkataan atau perbuatan yang kurang berkenan di hati. Semoga ilmu yang telah diberikan kepada anak-anak selama di TPQ dapat bermanfaat dan menjadi ilmu yang berkah,” ujar Ibu Fatimah, perwakilan TPQ Al-Hidayah.
Kehadiran mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM mendapat sambutan positif dari anak-anak maupun pihak TPQ. Interaksi yang terjalin selama kegiatan tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman dalam memahami karakter peserta didik yang beragam.
Baca juga: Saat Tradisi Mengaji Mulai Redup: Pentingnya Reformasi Manajemen TPA-Madin
Setiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan cara belajar yang berbeda. Perbedaan usia pun tidak selalu menjadi penentu kemampuan seorang anak dalam menerima pembelajaran. Kondisi tersebut membuat mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM perlu memberikan perhatian dan pendekatan yang berbeda kepada setiap anak. Dari proses pendampingan tersebut, kesabaran menjadi salah satu hal penting yang dipelajari mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM selama mengajar dan berinteraksi dengan anak-anak.

Koordinator keagamaan KKN-Berdampak 119 UMM menyampaikan bahwa kesempatan mengajar di TPQ memberikan pengalaman serta pelajaran hidup yang sangat berharga bagi para mahasiswa.
“Selama mengajar di TPQ, kami mendapatkan pengalaman yang sangat berkesan dan berharga. Bertemu dan belajar bersama anak-anak membuat kami menyadari bahwa mengajar bukan hanya tentang memberikan ilmu, tetapi juga tentang kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang. Melihat semangat mereka dalam belajar membaca Al-Qur’an, menghafal doa, serta memahami nilai-nilai agama menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Pesan kami, semoga anak-anak TPQ tetap semangat belajar, rajin mengaji, dan terus menerapkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Jangan pernah bosan untuk belajar dan menjadi anak yang baik serta membanggakan orang tua. Semoga kebersamaan dan ilmu yang telah kita dapatkan selama belajar bersama dapat menjadi kenangan yang indah dan bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas kesempatan, kebersamaan, dan pengalaman yang luar biasa. Semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu kembali. Tetap semangat mengaji dan jangan pernah berhenti menjadi generasi Qur’ani,” ujar Koordinator Keagamaan KKN-Berdampak 119 UMM.
Melalui kegiatan ini, KKN-Berdampak 119 berupaya mendukung peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an anak-anak di Desa Gampingan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di empat TPQ tersebut. Lebih dari sekadar kegiatan mengajar, pendampingan di empat TPQ menjadi ruang bagi mahasiswa KKN-Berdampak 119 UMM dan anak-anak untuk sama-sama belajar, berbagi ilmu, serta membangun pengalaman yang bermakna.
Penulis: KKN-Berdampak 119
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















