Gampingan, Pagak, Kab. Malang, MMI — Bukan sekadar mengabdi, mahasiswa KKN membuktikan bahwa aksi nyata untuk kesehatan warga adalah investasi masa depan. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini menjadi momentum nyata bagi mahasiswa untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, salah satunya melalui program kerja kesehatan yang berfokus pada pencegahan dini dan peningkatan kualitas hidup warga. Semangat tersebut terlihat jelas saat 47 ibu dan anak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.
Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Tim KKN-Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 119 bersama Tim Puskesmas Pembantu di Balai Desa Gampingan menggelar kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dipimpin oleh Ibu Jauhar sebagai kepala bidan Puskesmas Pembantu Desa Gampingan. Kegiatan tersebut diintegrasikan dengan pemberian Vitamin A serta penyuluhan edukatif mengenai Diabetes Melitus. Kehadiran serta keaktifan masyarakat sejak pagi hari menjadi bukti nyata tingginya kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga.
“Pencegahan dini jauh lebih baik daripada pengobatan. Kami berharap melalui cek kesehatan gratis dan edukasi Diabetes Melitus ini, warga semakin peduli dalam mengenali faktor risiko serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” ujar Gesyah Syakirah sebagai perwakilan KKN 119 di sela-sela kegiatan CKG dan penyuluhan berlangsung.
Baca juga: KKN-Berdampak 119 UMM Dorong Pengembangan Kawasan Wisata melalui Tiga Program Unggulan

Rangkaian kegiatan pertama difokuskan pada pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memantau kondisi fisik ibu dan anak. Layanan ini meliputi pengecekan tekanan darah untuk mendeteksi risiko hipertensi serta pemeriksaan kadar gula darah secara berkala. Selain itu, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan distribusi Vitamin A guna mendukung pemenuhan gizi optimal dan tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekitar.
Sebagai langkah preventif terhadap penyakit metabolik yang kian marak, kegiatan ini turut menghadirkan sesi penyuluhan interaktif bersama mahasiswa KKN. Edukasi mendalam mengenai Diabetes Melitus yang dipaparkan oleh Ellen Thanya dan Naufal Asyrof sebagai perwakilan KKN 119 dari Fakultas Ilmu Keperawatan bertujuan membekali warga dengan pemahaman penting seputar cara mengenali faktor risiko, mewaspadai gejala dini, serta menerapkan pola hidup dan pola makan sehat guna mencegah komplikasi sejak dini.
Di balik suksesnya pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, pemilihan materi penyuluhan mengenai Diabetes Melitus didasari oleh keprihatinan atas tren penyakit metabolik yang kian marak dan kini mulai menyasar kelompok usia produktif. Di tengah pergeseran gaya hidup modern yang kian rentan, pemeriksaan fisik saja dinilai belum cukup untuk menciptakan kemandirian warga. Oleh karena itu, kehadiran sesi penyuluhan ini dirancang sebagai jembatan informasi agar masyarakat tidak hanya tahu kondisi kesehatannya saat ini, tetapi juga memahami bagaimana cara mengelolanya di masa depan. Langkah strategis ini sekaligus memperkuat esensi Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat desa, menjadikan posyandu bukan sekadar tempat cek kesehatan, melainkan pusat edukasi pencegahan penyakit jangka panjang.
Baca juga: KKN-Berdampak 119 UMM Dorong Pengembangan Kawasan Wisata melalui Tiga Program Unggulan

Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini, diharapkan kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini dan kesehatan promotif-preventif dapat terus meningkat. Keberhasilan program yang dihadiri oleh 47 peserta ini menjadi rekam jejak positif pengabdian mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.
Penulis: KKN-Berdampak 119
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















