“Cantik tapi Sayang, Murah”

cantik tapi murah

Zaman ini sungguh mengerikan, ternyata makhluk yang sangat cantik tak pernah menyadari bahwa dirinya telah menggelincirkan kehormatan dan harga dirinya sendiri. Dengan berpakain terbuka, bersolek yang berlebihan bak berbie, hingga tak jarang dari mereka yang mendapat perlakuan tak senonoh misalnya pemerkosaan, pelecehan seksual hingga kekerasan seksual.

Makhluk tersebut sangat disanjung, dikejar-kejar, bahkan dimuliakan kedudukannya di antara makhluk lainnya. Sayang seribu sayang, makhluk tersebut seringkali lalai, bahkan bangga bila disebut cantik dengan berpakaian terbuka tanpa rasa malu sedikitpun. Hingga di antara mereka tak jarang melakukan perbuatan yang tidak senonoh, nauzubillah.

Makhluk itu ialah Perempuan. Suatu harapan peradaban untuk melahirkan orang-orang yang beradab. Namun, apa yang kita lihat sekarang? Apakah peradaban akan terbentuk dari makhluk yang tidak bisa menjaga dirinya? Yang senang bila dirinya diobral hanya karena ingin dikatakan menarik? Ya kawan! kau cantik tapi murah. Engkau senang dan begitu bahagia saat auratmu disaksikan oleh puluhan juta pasang mata manusia dan tentu kaum lelakilah yang banyak menggemarimu. Bukankah itu dosa yang menghinakan? Saat dimana auratmu terpampang jelas di mata-mata ikhwan? Yang mohon maaf bukan muhrimmu wahai makhluk cantik.

Bisa dikatakan dewasa ini ialah dimana zaman jahiliyyah sangat mengerikan daripada zaman jahiliyyah dulu. Mengapa bisa dikatakan demikian? Karena makhluk yang sangat dimuliakan bahkan dihormati relah mengotori namanya sendiri hanya untuk sesuatu yang fana. Serta lebih mengerikann menjual diri menjadi pelacur, hingga membuat dirinya lebih hina dari hewan.

Allah menciptakan makhluk berupa manusia sebaik-baiknya makhluk di dunia ini daripada makhluk yang lain, fitrahnya suci dari lahir tapi sebagian besar tidak bisa menjaga fitrah kesucian itu. Bahkan kedudukan ini dilunturkan dengan agama-agama sesat dan perbuatan hina.

Cantik tapi sayang murah, karena tak memiliki rasa malu di kala makhluk yang sangat dihormati mempertontonkan auratnya di hadapan beribu mata.

Sebagai umat Islam termasuk wanita muslimah, maka Allah dalam firman-Nya sangat menganjurkan setiap wanita menjaga kesuciaan ataupun auratnya seperti bunyi kalam-Nya di bawah ini:

Allah SWT berfirman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا  ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوبِهِنَّ  ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُولِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ  ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ  ۚ وَتُوبُوٓا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)

Wahai makhluk cantik, engkau tidak akan pernah murah jika engkau punya rasa malu dan menutup auratmu serapat-rapatnya. Serta jangan membalut tapi tutuplah dengan sempurna, persembahkan dan berikan hanya kepada para muhrimmu saja. Ingatlah para wahai makhluk cantik, engkau lebih berharga dan mulia jika menutup perhiasan ataupun karunia aurat tubuh yang diberikan oleh-Nya.

Perempuan tentunya perlu sangat berhati-hati karena ternyata kaum merekalah mayoritas penghuni neraka seperti pada hadis Rasulullah Saw berikut di bawah ini:

Namun dalam suatu hadits riwayat Imam Bukhari, Muslim dan Tirmidzi diceritakan bahwa penghuni neraka terbanyak adalah dari golongan perempuan:

 وَقمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ، فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ

 Artinya: “Saya (Rasulullah Saw) berdiri di depan pintu neraka. Kebanyakan orang yang masuk neraka adalah perempuan.”

Saya sebagai seorang wanita sangat prihatin dan sedih akan kondisi para wanita sekarang. Yang senantiasa sesuka hatinya mengekspos tubuhnya hanya karena tuntutan profesi hingga perbuatan terlarang. Melalui tulisan ini saya sangat berharap semoga wanita yang membaca artikel ini bisa melindungi dirinya maupun para wanita muslimah yang ada di luar sana.

Harapanku Semoga kita senantiasa menjadi wanita yang cerdas menjaga diri kita dari segala marabahaya dan membentuk diri kita sebagai wanita yang solehah. Semoga artikel ini tidak dijadikan tulisan yang mati makna dan mari hidupkan artikel ini dengan membacanya penuh penghayatan dan menerapkan apa yang menjadi informasi utamanya.

Misna Zain
Mahasiswi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Editor : Muflih Gunawan

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI