Harga BBM itu selalu jadi topik yang sering dibicarakan orang. Alasannya sederhana: BBM itu ibarat “nyawanya” kehidupan sehari-hari. Kalau harganya berubah, dampaknya nggak cuma terasa di pom bensin saja, tapi menyebar ke mana-mana — mulai dari ongkos naik kendaraan sampai harga beras dan sayur di pasar.
Langsung Terasa di Angkutan
Perubahan harga BBM paling cepat terasa di transportasi. Semua kendaraan, entah itu angkutan umum, mobil pribadi, atau truk pengangkut barang, semuanya butuh BBM.
1. Ongkos Jadi Naik
Kalau harga BBM naik, sopir angkot, bus, atau ojek online biasanya menaikkan tarifnya. Akibatnya, ongkos berangkat kerja, antar anak sekolah, atau pergi ke mana-mana jadi lebih mahal. Buat yang uangnya pas-pasan, ini pasti terasa banget di kantong.
2. Barang Jadi Mahal dikirim
Truk yang bawa beras, sayur, ikan, dan barang lain dari desa ke kota juga butuh BBM. Biaya angkutnya naik, ya otomatis biaya kirim barang ikut naik.
Berdampak ke Harga Barang Sehari-hari
Hal ini yang paling terasa di rumah tangga. Hampir semua barang yang kita beli nggak lepas dari BBM, entah itu saat dibuat atau saat diantar ke toko.
1. Kebutuhan Pokok Ikut Naik
Beras, telur, sayur, daging, sampai bumbu dapur harus diangkut dari tempat asalnya. Kalau ongkos angkut mahal, pedagang nggak mau rugi, jadi harga jualnya pun dinaikkan.
Baca juga: Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok dan Keresahan Masyarakat di Indonesia
2. Barang Lain Juga Terdampak
Bukan cuma makanan saja. Pakaian, sabun, obat-obatan, sampai peralatan rumah tangga juga bisa naik harganya. Soalnya, pabriknya butuh bahan bakar untuk mesin, dan barangnya juga harus diantar ke toko-toko.
3. Uang Terasa Lebih Kecil
Akhirnya, uang belanja yang biasanya cukup buat seminggu, sekarang harus diputar lebih hati-hati. Harga barang naik, tapi uang yang dimiliki tetap sama.
Kenapa Bisa Begitu?
Sederhananya, BBM itu biaya dasar. Kalau biaya dasarnya naik, biaya yang lain-lain ikut naik juga — ini namanya dampak berantai. Sebaliknya, kalau harga BBM stabil atau turun, biasanya harga barang-barang juga nggak gampang melonjak.
Harga BBM sendiri bisa berubah karena banyak hal, misalnya harga minyak dunia naik, nilai rupiah melemah, atau aturan soal subsidi dari pemerintah. Jadi, perubahannya seringkali nggak bisa dihindari begitu saja.
Cara Menghadapinya
Meski nggak bisa mencegah, kita tetap bisa mengatur agar pengeluaran nggak membengkak:
- Belanja secukupnya, utamakan yang benar-benar dibutuhkan
- Pakai kendaraan seperlunya, misalnya berangkat bareng teman atau naik angkutan umum kalau bisa
- Hemat pemakaian BBM, misalnya ngebut nggak perlu, rute yang dipilih juga yang paling dekat
Penutup
Singkatnya, harga BBM itu pengaruhnya besar sekali. Kalau berubah, dampaknya menyebar luas: mulai dari ongkos jalan, sampai harga makanan di meja makan. Mengerti hubungan ini bikin kita paham kenapa soal BBM selalu jadi perhatian banyak orang, dan bagaimana kita bisa lebih bijak mengatur uang belanja sehari-hari.
Penulis:
- Debby Claudia Wattimena
- Gaudensia C Sonya Kapu
Mahasiswa S1 Akuntansi, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Ibu Irenne Putren
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












