Daun Salam yang Dikenal sebagai Bumbu Masakan Ternyata Memiliki Khasiat Tersembunyi sebagai Penurun Kadar Gula dalam Darah

Daun Salam yang Dikenal sebagai Bumbu Masakan Ternyata Memiliki Khasiat Tersembunyi sebagai Penurun Kadar Gula dalam Darah
Sumber: Penulis

Penyakit diabetes masih menjadi masalah global yang dialami oleh Indonesia, penyakit ini memiliki prevalensi kematian terbanyak ketiga setelah penyakit kanker dan kardiovaskular nah tingginya prevalensi diabetes ini disebabkan oleh faktor resiko yang terbagi menjadi faktor resiko yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, pola makan serta melakukan aktivitas olahraga.

Terdapat faktor resiko yang tidak dapat diubah seperti faktor genetik, jenis kelamin dan umur, pada umumnya diabetes mellitus diperkirakan semakin meningkat seiring  dengan bertambahnya usia.

Diabetes Millitus adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak dapat mengatur kadar gula darah dengan baik sehingga menyebabkan tingginya kadar gula yang ada di peredaran darah. Diabetes millitus ini diklasifikasikan menjadi dua yaitu, diabetes millitus tipe 1 dan diabetes millitus tipe 2.

Bacaan Lainnya
DONASI

Nah yang akan kita bahas diartikel ini adalah diabetes millitus tipe 2, diabetes ini dapat dikatakan sebagai non insulin dependent diabetes dan merupakan jenis diabetes yang banyak dijumpai di Indonesia.

Baca Juga: Diabetes: Pengertian, Penyebab, Faktor Risiko, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

Diabetes millitus tipe 2 disebabkan  karena penggunaan insulin yang kurang efektif oleh tubuh, pankreas masih dapat menghasilkan insulin tetapi kualitas insulin yang dihasilkan buruk dan tidak dapat berfungsi dengan baik, sel jaringan tubuh dan otot sudah tidak peka atau sudah resisten terhadap insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel, akibatnya glukosa dalam darah meningkat dan akhirmya tertimbun dalam peredaran darah.

Terdapat beberapa gejala yang umumnya dialami oleh penderita Diabetes melitus tipe 2 adalah polifagia (keinginan untuk makan terus- menerus atau cepat merasa lapar), poliuria ( frekuensi buang air kecil berlebih) yaitu lebih dari 2,5 liter dalam 24 jam, polidipsi (rasa haus berlebihan), dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Diera modern ini pengobatan herbal telah banyak digunakan secara luas, WHO (World Health Organization) telah memberikan izin dalam hal penggunaan tanaman obat herbal untuk berbagai macam penyakit termasuk penyakit diabetes melliltus, terdapat beberapa macam tanaman herbal yang berkhasiat dalam mengobati diabetes mellitus salah satunya adalah daun salam.

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan tanaman herbal yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia. Tanaman ini dikenal dengan berbagai nama lain seperti daun ubar, daun manting, dan daun sambu. Daun salam adalah salah satu bumbu dapur yang sangat umum digunakan dalam masakan tradisional Indonesia, tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis sehingga dapat dengan mudah ditemukan.

Baca Juga: Pengaruh Air Rebusan Daun Salam (Syzgium Polyanthum. W) dalam Menurunkan Kadar Asam Urat

Berikut cara cara membuat ramuan daun salam untuk menurunkan kadar gula dalam darah (menurut Penelitian Nurisda Eva dkk,2022):

Bahan: 5 helai daun salam dan air bersih 300 ml

Cara Pembuatan: Rebus 5 lembar daun salam dengan air bersih sebanyak 300 ml selama 3 menit saring lalu minuman siap dihidangkan

Cara Pemakaian: sehari sekali sebanyak 250 ml dalam 1 minggu berturut turut

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurisda Eva dkk didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa di dalam daun salam terdapat kandungan minyak esensial, tanin, flavonoid dan terpenoid.

Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki struktur kimia terdiri dari dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh tiga atom karbon yang membentuk cincin heterosiklik, flavonoid dapat memberikan aroma yang khas serta mempunyai sifat sebagai antioksidan, yang mana flavonoid ini diyakini dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah seseorang.

Flavonoid dapat mencegah komplikasi penyakit DM dengan cara membersihkan radikal bebas yang berlebihan, memutuskan rantai reaksi radikal bebas, dan mengikat ion logam (chelating).

Flavonoid memiliki mekanisme kerja yang sama dengan obat konvesional yaitu obat acarbose yang mana obat acarbose ini digunakan sebagai obat pada penanganan penyakit diabetes mellitus, dengan mekanisme kerjanya yaitu menghasilkan penundaan hidrolisis karbohidrat, dan absorpsi glukosa serta dapat menghambat metabolisme sukrosa menjadi glukosa.

Flavonoid dapat mengaktifkan adiponektin, pada pasien diabetes mellitus tipe 2 jumlah adiponektin sangat sedikit sedangkan adiponektin penting untuk meningkatkan keseimbangan insulin dan glukosa darah, sehingga flavonoid ini dapat membantu dalam menstimulasi lipogenesis dan transfort glukosa sehingga dapat menurunkan kadar glukosa didalam darah.

Baca Juga: Pemanfaatan Daun Sirsak (Annona Muricata L) sebagai Pengobatan Diabetes Melitus

Tanin dapat terhidrolisis menjadi 2 yaitu ellagitanin dan gallotanin. Ellagitanin memiliki beberapa senyawa turunan  yaitu lagerstroemi, flosin B dan reginin A yang memiliki sifat mirip dengan hormon insulin (insulin like compound), ketiga senyawa ini mampu meningkatkan aktivitas transport glukosa ke dalam sel adiposa secara invitro, sedangkan untuk gallotanin dapat meningkatkan fungsi penyerapan glukosa serta dapat menghambat adipogenesis.

Tanin juga dikenal dapat memacu metabolisme glukosa dan lemak sehingga tidak ada timbunan glukosa didalam darah.

Jadi dapat disimpulkan bahwa daun salam yang selama ini kita kenal menjadi bumbu pelengkap dalam masakan ternyata dapat menjadi obat herbal yang sangat ampuh dalam menurunkan kadar gula yang ada di dalam darah. Jadi teman teman semua jangan lupa mencoba ramuan nya yaa !!

 

Penulis: Selva Tiara Amanda
Mahasiswa Jurusan Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang

 

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI