Harmoni Keragaman Budaya dalam Pagelaran Etnis Nusantara

Seni
Aliansi Mahasiswa Nusantara didukung Dinas Kebudayaan DIY menggelar Pentas Budaya Sumpah Pemuda.

Aliansi Mahasiswa Nusantara didukung Dinas Kebudayaan DIY menggelar Pentas Budaya Sumpah Pemuda yang digelar di Monumen Serangan Umum 1 Maret 2022, Yogyakarta dengan Pagelaran Etnis Nusantara mengusung tema Harmoni Budaya, Suluhing Peradaban Persatuan Bangsa.

Pentas ini diselenggarakan pada hari Rabu, 2 November 2022, mulai pukul 18.00-22.00 WIB dan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A..

“Ada tiga peristiwa penting yang ingin kami rayakan bersama, yang ingin maknai bersama. Pertama adalah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober kemarin dan yang akan dijelang Hari Pahlawan pada 10 November. Dua peristiwa sejarah tersebut yang akan menjadikan semangat untuk malam hari ini,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, saat memberikan sambutan Pagelaran Etnis Nusantara di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Rabu (2/11/2022) malam.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Pertunjukan Seni Teater Ketika Iblis Menikahi Seorang Perempuan

Tambahnya, peringatan itu juga digelar untuk mangayubagya pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2022-2027. Ia pun berharap, agenda itu bisa terus berlanjut secara lebih dinamis dengan kreasi dan inovasi.

Pentas Budaya Sumpah Pemuda.

Aliansi Mahasiswa Nusantara sendiri merupakan kumpulan alumni dan mahasiswa, baik dari Jawa maupun luar Jawa yang berada di D.I. Yogyakarta.

Tujuan terbentuknya komunitas ini sebagai wadah teman-teman yang merantau dari luar Jogja untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, saling merangkul sebagai sesama anak bangsa dengan berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, dan budaya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Mahasiswa Nusantara Altingia Arie mengatakan, “Harmoni keragaman budaya di wilayah D.I. Yogyakarta menunjukkan salah satu aset kekayaan bangsa Indonesia.” Sehingga menjadikan Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia.

“Arus Globalisasi yang secara cepat dan masuk ke Indonesia harus dihadapi secara selektif dengan mengedepankan bahwa bangsa Indonesia adalah satu nusa, satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, Indonesia,” jelas Altingia.

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat untuk menjaga keutuhan negara Indonesia dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga: Pertunjukan Seni Drama Ande-Ande Lumut Oleh Guru SDIT Gunung Jati Tangerang

Pagelaran ini  dilaksanakan oleh 100 orang talenta dari berbagai daerah nusantara dengan menggunakan baju adat atau kekhasan daerah masing-masing. Dengan menampilkan performance repetoar nusantara dari 6 band etnomusik, monolog nusantara, medley tarian nusantara, teatrikal nusantara.

Performance repetoar nusantara.

Pagelaran ditutup dengan flashmob yang melibatkan seluruh tim dengan mengajak serta audiences dan pengunjung untuk turut serta dalam tarian flashmob yang dipandu oleh talent-talent penari Aliansi Mahasiswa Nusantara.

“Dengan semboyan ‘Baju kita boleh berbeda, namun tetap Indonesia’ diharapkan dapat memupuk rasa nasionalisme yang tertanam pada diri jiwa generasi penerus bangsa sebagai garda terdepan masa depan Indonesia,” tutup Altingia.

Penulis: Dikho Pradiva Putra D.
Mahasiswa Film & Televisi ISI Surakarta

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI