Hemat Biaya, Kurangi Limbah: Tim P2M FT UNJ Bekali Pemuda Palumbonsari Keterampilan Perbaikan LED

Perbaikan Lampu LED
Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Karawang, 10 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) menyelenggarakan pelatihan perbaikan lampu Light Emitting Diode (LED) bagi anggota Karang Taruna Kelurahan Palumbonsari pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis pemuda sekaligus mendorong penghematan ekonomi rumah tangga dan pengurangan limbah elektronik.

Pemuda Karang Taruna dipilih sebagai peserta karena memiliki potensi untuk diberdayakan melalui keterampilan teknis yang praktis, aplikatif, dan dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi tim pengabdian dengan mitra, penggunaan lampu LED yang cukup luas di lingkungan masyarakat belum diimbangi dengan pengetahuan mengenai pemeliharaan dan perbaikannya.

Ketika lampu LED mengalami kerusakan, masyarakat umumnya langsung membuangnya dan membeli lampu baru. Padahal, beberapa jenis kerusakan ringan, seperti sambungan solder yang terlepas, kerusakan komponen pasif, atau gangguan pada rangkaian penggerak, masih dapat diperiksa dan diperbaiki. Kebiasaan membuang lampu yang rusak tersebut tidak hanya menambah pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan limbah elektronik di lingkungan.

Pelibatan pemuda Karang Taruna dinilai strategis karena mereka berada pada usia produktif dan berpotensi menjadi penggerak di lingkungan masyarakat. Keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada warga serta dikembangkan menjadi layanan jasa perbaikan sederhana.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Pengabdian, Dr. Baso Maruddani Djaali, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk penerapan pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan dapat membekali pemuda Karang Taruna dengan keterampilan praktis untuk mengenali dan memperbaiki kerusakan ringan pada lampu LED. Selain membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi layanan jasa sederhana yang memiliki nilai ekonomi bagi pemuda,” ujar Baso.

Menurutnya, pelatihan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memperpanjang masa pakai perangkat elektronik. Peralatan yang mengalami kerusakan tidak harus selalu langsung dibuang, melainkan dapat diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan kemungkinan perbaikannya.

Kami ingin membangun pemahaman bahwa lampu LED yang rusak tidak selalu harus langsung dibuang. Melalui pemeriksaan dan perbaikan yang tepat, sebagian lampu masih dapat digunakan kembali. Langkah sederhana ini dapat mendukung penghematan sekaligus membantu mengurangi jumlah limbah elektronik,” tambahnya.

Pelatihan menghadirkan Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T., Bagus Tri Kuncoro, S.T., M.T., dan Priangga Pratama Putra Haryanto, M.Pd.  sebagai narasumber. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi dan prinsip kerja lampu LED, fungsi komponen utama, jenis kerusakan yang umum terjadi, penggunaan alat ukur, teknik pembongkaran, pemeriksaan rangkaian, penyolderan, penggantian komponen yang rusak, serta pengujian fungsi lampu setelah selesai diperbaiki.

Pitoyo menjelaskan bahwa materi pelatihan disusun secara sederhana dan aplikatif agar dapat diikuti oleh peserta dengan latar belakang pengetahuan teknis yang beragam. Penyampaian materi dilakukan melalui penjelasan, demonstrasi, dan praktik langsung dengan pendekatan learning by doing.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai komponen dan cara kerja lampu LED, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik perbaikan secara langsung. Pendekatan ini digunakan agar peserta memahami setiap tahapan pemeriksaan dan memperoleh pengalaman teknis yang dapat diterapkan secara mandiri,” jelas Bagus.

Selain kemampuan teknis, peserta memperoleh pemahaman tentang keselamatan kerja ketika menangani perangkat listrik dan elektronika. Mereka diperkenalkan pada cara menggunakan alat ukur dan peralatan perbaikan secara tepat serta pentingnya memastikan perangkat tidak terhubung dengan sumber listrik selama proses pembongkaran dan pemeriksaan.

Keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam kegiatan perbaikan perangkat listrik. Peserta perlu memahami prosedur penggunaan alat, teknik penyolderan yang benar, dan tahapan pengujian yang aman. Oleh karena itu, setiap kegiatan praktik dilakukan secara sistematis dengan pendampingan tim pengabdian,” lanjut Priangga.

Para anggota Karang Taruna tampak antusias mengikuti pelatihan. Mereka mempraktikkan tahapan pembongkaran lampu, mengenali bagian-bagian lampu LED, memeriksa kondisi rangkaian, mengidentifikasi kemungkinan kerusakan, dan melakukan perbaikan sederhana dengan pendampingan tim.

Andriyana, salah seorang peserta Karang Taruna mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai penanganan lampu LED yang tidak lagi berfungsi.

Sebelumnya, ketika lampu LED tidak menyala, kami biasanya langsung membuangnya dan membeli lampu baru. Setelah mengikuti pelatihan, kami mengetahui bahwa beberapa kerusakan masih dapat diperiksa dan diperbaiki sehingga lampu bisa digunakan kembali,” ungkap Andriyana.

Peserta tersebut juga menilai bahwa kemampuan memperbaiki lampu LED dapat menjadi keterampilan produktif bagi pemuda. Selain membantu keluarga dan masyarakat sekitar, keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi jasa perbaikan sederhana.

Pelatihan ini bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan memberikan gambaran tentang peluang membuka jasa perbaikan. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan melalui praktik dan pendampingan lanjutan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga memperkenalkan prinsip repair dan reuse sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah elektronik. Dengan memperbaiki perangkat yang masih memungkinkan untuk digunakan kembali, masyarakat dapat memperpanjang masa pakai produk dan mengurangi kebiasaan membuang peralatan elektronik secara langsung.

Program tersebut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan teknologi tepat guna dan hilirisasi keilmuan perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian mendorong peserta untuk terus mempraktikkan keterampilan yang telah diperoleh dan membagikannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Peserta yang telah menguasai keterampilan dasar diharapkan dapat menjadi penggerak dalam perawatan dan perbaikan lampu LED serta merintis kelompok atau layanan jasa perbaikan sederhana di Kelurahan Palumbonsari.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan Karang Taruna diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.

 


Penulis:

  1. Dr. Baso Maruddani Djaali, S.T., M.T. (0002058301)
  2. Drs. Pitoyo Yuliatmojo, M.T. (0008076803)
  3. Bagus Tri Kuncoro, S.T., M.T. (3639773674130272)
  4. Priangga Pratama Putra Haryanto, M.Pd. (4845772673130282)
  5. Muhammad Rafa Fadhluarahman (1513624005)
  6. Difa Rizq Adiyatma (1513621041)

Pendidikan Teknik Elektronika, Universitas Negeri Jakarta


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses