Jiwa Sosial Generasi Muda: Mengapa Pengabdian Masyarakat Penting?

Alasan Pengabdian Masyarakat Penting
Sumber: Penulis

Pendahuluan

Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 menjelaskan bahwa pemuda atau generasi muda merupakan warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan, yang berusia 16 sampai 30 tahun. Dalam Undang-undang tersebut diatur tentang berbagai hal terkait dengan peran pemuda, hak dan kewajiban dan lain-lain, yang semuanya memberikan gambaran tentang pentingnya keberadaan dan peran pemuda dalam pembangunan bangsa.

Generasi muda adalah harapan dan ujung tombak perkembangan suatu negara. Baik buruknya perkembangan, peradaban dan kultur suatu masyarakat sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya (Usnan, 2021). Generasi muda mempunyai peran yang sangat penting untuk memajukan suatu negara dan melakukan perubahan terhadap negaranya.

Dengan adanya generasi muda yang aktif dalam kegiatan masyarakat merupakan salah satu solusi dalam upaya pemberdayaan masyarakat, sehinga dapat dikatakan bahwa pemuda memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan Masyarakat.

Bacaan Lainnya
DONASI

Peran generasi dalam kehidupan bermasyarakat bisa diwujudkan dalam berbagai aspek. Pada aspek sosial, generasi muda mempunyai peran seperti dalam bidang pendidikan masyarakat, selain itu generasi muda juga mempunyai peran dalam meningkatkan mutu pendidikan non formal, menemukan hasil bahwa pemuda memiliki dua peran penting yaitu pertama, peran pemuda sebagai agen perubahan sosial (agent of social change), kedua, peran pemuda sebagai agen modernisasi (agent of modernization).

Baca Juga: Mahasiswa Berperan Penting Memperkuat Persatuan dan Kesatuan

Untuk mewujudkan peran aktif generasi muda sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan, generasi muda tidak cukup hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan untuk menghadapi kerasnya persaingan global akan tetapi generasi muda juga memerlukan pendidikan karakter dan keterampilan yang kuat.

Pendidikan karakter membantu membangun nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kerja sama, dan rasa empati pada generasi muda. Dengan mempunyai nilai-nilai tersebut, generasi muda bisa menjadi pribadi yang berintegritas, memahami pentingnya menghargai perbedaan, dan mampu berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

Keterampilan yang kuat juga diperlukan untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Generasi muda perlu dilatih untuk memiliki keterampilan seperti keterampilan digital, kreativitas, kritis berpikir, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.

Dengan keterampilan yang kuat, generasi muda dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan cepat dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan karakter dan keterampilan yang kuat sangat penting bagi generasi muda dalam mewujudkan peran aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan yang positif (Pabendon & Apriyono, 2023).

Baca Juga: Keterlibatan Mahasiswa/i Universitas Negeri Malang pada Pengabdian Masyarakat melalui Lembaga UPT BLK Wonojati Malang

Di tengah potensi dan peran generasi muda yang sangat strategis dalam proses pembangunan dan kemajuan suatu negara, beberapa peristiwa dan hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda dianggap masih kurang berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan masyarakat bahkan beberapa tempat mengalami penurunan atau masih belum maksimal.

Dengan adanya partisipasi atau peran dari masyarakat khususnya bagi para generasi muda yang dianggap masih kurang optimal, sehingga berpengaruh terhadap pengembangan atau pengetahuan bagi Masyarakat di Lokasi pengabdian masyarakat.

Temuan penelitian lain seperti menyebutkan bahwa generasi telah cukup berperan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan, tetapi mempunyai hubungan dengan kontribusinya melalui ide dan fikiran dalam tahap perencanaan maupun evaluasi kegiatan pembangunan masih kurang.

Adapun kurangnya peran generasi muda pada aspek perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan tersebut disebabkan oleh tiga faktor yaitu kemauan, kemampuan dan kesempatan.

Pengabdian Masyarakat

Pengabdian masyarakat bisa diartikan dengan berbagai macam tergantung tergantung terhadap dimensi ruang dan waktunya. Pengabdian masyarakat bisa berkaitan dengan perguruan tinggi.

Hal tersebut dikarenakan perguruan tinggi senantiasa mengamalkan tri dharma yang salah satunya merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara sistematis dan terjun langsung pada masyarakat yang dinilai membutuhkan sebagai upaya membangun serta mengembangkan sumber daya manusia dilingkungan Masyarakat.

Tujuan pengabdian masyarakat yaitu untuk memberikan kontribusi secara praktis, membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan meningkatkan sumber daya manusia untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat (Ali, 2021).

Pengabdian kepada masyarakat perlu mencakup beberapa hal seperti: pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,  penyebar luasan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan senim pemberian bantuan keahlian kepada Masyarakat, dan pemberian jasa pelayanan profesional kepada Masyarakat. Terdapat 6 bentuk kegiatan atau aktivitas yang sering dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu:

1. Pendidikan Kepada Masyarakat

Pendidikan kepada masyarakat merupakan pemberian pendidikan non formal dalam rangka keberlanjutan Pendidikan dengan berbagai bentuk kegiatan seperti; kursus atau les, penataran, lokakarya, pelatihan kerja, penyuluhan, bimbingan kerja.

Perlu diperhatikan dalam bentuk kegiatan pendidikan kepada masyarakat merupakan program yang bersifat praktis, perlus disesuaikan dengan kebutuhan pasar, melihat kondisi budaya yang ada masyarakat serta tingkat pendidikan di Masyarakat tersebut. Jika hal tersebut tidak diperhitungkan kemungkinan besar apa yang nantinya dilakukan menjadi tidak berguna.

2. Pelayanan Kepada Masyarakat

Pada masyarakat zaman Masyarakat atau modern telah terdapat secara simultan tenaga pelayan masyarakat yang sangat profesional yang sewaktu-waktu bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanannya, namun pada masyarakat yang masih berkembang hal tersebut masih sangat terbatas jika bahkan bisa dikatakan masih belum ada.

Sehubungan dengan hal tersebut peran dari pengabdian masyarakat yaitu untuk memberikan pelayanan secara profesional terhadap masyarakat yang membutuhkan peran pengabdian masyarakat.

3. Pengembangan Hasil Penelitian

Hasil penelitian perlu dikembangkan supaya masyarakat dapat menikmati hasil dari penelitia tersebut. Produknya dapat berupa pengetahuan terapan, teknologi ataupun seni yang hasilnya siap pakai. Bentuk kegiatannya dapat berupa; cara kerja, prosedur kerja, metode mengajar, materi pelajaran dan sebagainya.

Dalam hal yang berhubungan dengan pengembangan hasil penelitian yang menjadi masalah utama yaitu pada saat sebuah lembaga pendidikan tinggi tersebut tidak membuat hasil yang tepat sasaran, atau ilmu sosial yang meneliti problem konsep dan teori sehingga sulit untuk mereduksikannya dalam praktik karena belum disiapkan dalam bentuk pengaplikasiannya.

4. Pengembangan Wilayah Secara Terpadu

Adanya kerja sama dengan beberapa instansi daerah, perguruan tinggi yang sudah mempunyai tenaga ahli yang telah mempunyai konsep perencanaan pengembangan wilayah bisa melakukan pengabdian dalam bentuk desa binaan melakukan perencanaan pembangunan wilayah secara terpadu dan bersifat komprehensip. Hal tersebut tentu sangat berhubungan erat dengan penataan daerah di suatu wilayag yang sudah ada peraturan sebagai pedoman.

5. Transfer Teknologi

Trasfer teknologi tersebut mempunyai hasil berupa produk baru berupa teknologi yang siap untuk digunakan supaya memiliki manfaat bagi masyarakat maka dibutuhkan pengenalan kepada masyarakat, ditawarkan kepada masyarakat agar bisa mereka dapat beradaptasi dengan teknologi yang diperkenalkan.

6. Kuliah Kerja Nyata

Tujuan utama dari Kuliah Kerja Nyata tersebut yaitu menggabungkan antara pendidikari dan pengajaran serta penelitian di dalamnya yang melibatkan banyak orang baik dari kalangan mahasiswa, staf, dan dosen.

Kuliah Kerja Nyata tersebut bertujuan untuk membawa misi perguruan tinggi kepada masyarakat sehingga masyarakat mengenal perguruan tinggi tersebut secara lebih dekat dan mempunyai hubungan yang baik. Di sisi lain Kuliah Kerja Nyata adaah salah satu promosi perguruan tinggi secara tidak langsung ke tengah-tengah Masyarakat (Sudin, 2019).

Alasan Pengabdian Masyarakat Penting

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi, di samping dua dharma lainnya yaitu penelitian dan pengajaran.

Pengabdian kepada Masyarakat adalah media nyata dalam menjembatani perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi berbagai problem dan kebutuhan sosial, karena perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan semata namun juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan tersebut untuk kepentingan Masyarakat (Soehadha, 2016). Berikut beberapa alasan mengapa pengabdian masyarakat penting:

1. Meningkatkan Rasa Empati dan Kepedulian

Pengalaman langsung membantu masyarakat yang membutuhkan dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian pada diri individu. Hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk lebih peka terhadap permasalahan sosial dan tergerak untuk membantu orang lain.

Baca Juga: Literasi Digital sebagai Kunci Menghadapi Tantangan Hoaks dalam Kampanye Politik di Media Digital

2. Mengembangkan Keterampilan dan Bakat

Pengabdian masyarakat memberikan kesempatan bagi individu untuk mengembangkan berbagai keterampilan dan bakat, seperti kepemimpinan, komunikasi, kerjasama tim, dan problem solving. Keterampilan dan bakat tersebut dapat bermanfaat bagi seseorang dalam kehidupan pribadi dan profesional.

3. Membangun Jaringan dan Relasi

Pengabdian masyarakat memungkinkan individu untuk bertemu dan berinteraksi dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang. Hal tersebut dapat membantu seseorang untuk membangun jaringan dan relasi yang bermanfaat di masa depan.

4. Meningkatkan Rasa Syukur dan Kebahagiaan

Membantu orang lain dapat memberikan rasa syukur dan kebahagiaan bagi individu. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup dan mental seseorang.

5. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Sosial

Pengabdian masyarakat dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial pada individu untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk menjadi agen perubahan positif di Masyarakat.

6. Manfaat Bagi Masyarakat

Pengabdian masyarakat dapat membantu menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

7. Manfaat Bagi Bangsa

Pengabdian masyarakat dapat membantu membangun bangsa yang lebih maju dan sejahtera. Hal tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membangun karakter bangsa, dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Kesimpulan

Generasi muda adalah harapan dan ujung tombak perkembangan suatu negara. Generasi muda mempunyai peran yang sangat penting untuk memajukan suatu negara dan melakukan perubahan terhadap negaranya. Pengabdian masyarakat bisa diartikan dengan berbagai macam tergantung pada dimensi ruang dan waktunya.

Pengabdian masyarakat identik dengan Perguruan Tinggi, karena Peruguruan Tinggi senantiasa mengamalkan Tri Dharma yang salah satunya merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara terstruktur dan terjun langsung pada masyarakat yang dinilai memerlukan sebagai cara untuk membangun serta mengembangkan sumber daya manusia dilingkungan Masyarakat.

Alasan pegabdian Masyarakat dianggap penting yaitu: meningkatkan rasa empati dan kepedulian, mengembangkan keterampilan dan bakat, membangun jaringan dan relasi, meningkatkan rasa Syukur, meningkatkan rasa tanggung jawab sosial.

Penulis: Richa Tri Lestari
Mahasiswa Jurusan Teknik Biomedis Universitas Airlangga

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Daftar Pustaka

Ali, Z. Z. (2021). KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT DARI RUMAH BERBASIS MODERASI BERAGAMA. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 175–188.

Pabendon, T., & Apriyono, T. (2023). Membangun Generasi Muda Mimika Sebagai Activistpreneur Menuju Indonesia Maju. ABDI DAYA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1), 28–37.

Soehadha, M. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Agama; Model Pengabdian Masyarakat Oleh Dosen Dan Peran Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga. Religi : Jurnal Studi Agama-Agama, 12(1), 1–16.

Sudin. (2019). Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi Perguruan Tinggi Agama Islam. Aplikasia, 5(2), 161–172.

Usnan. (2021). Meningkatkan Peran Pemuda. Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 87–100.

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI