Ketidakmerataan Pembangunan Infrastruktur Menghambat Kemajuan Daerah

Pembangunan infrastruktur Indonesia menjadi fokus utama pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, salah satu masalah yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini adalah lambatnya pembangunan infrastruktur, yang ditandai dengan kualitas dan kuantitas prasarana yang kurang.

Di Indonesia, pembangunan infrastruktur belum merata, terutama di daerah terpencil. Pembangunan infrastruktur di Indonesia masih menghadapi banyak masalah, seperti pembangunan tidak merata dan terhambat oleh berbagai faktor, kurangnya pendanaan dan sumber daya manusia, termasuk ketimpangan dalam distribusi infrastruktur yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat, kemampuan ekonomi daerah dan menghambat kemajuan daerah.

Baca juga: Pengaruh Efisiensi Pengeluaran Sektor Publik terhadap Kinerja Pembangunan Ekonomi dan Kualitas Hidup Masyarakat

Bacaan Lainnya
DONASI

Ketimpangan infrastruktur di antara provinsi-provinsi Indonesia adalah contohnya pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh infrastruktur listrik, sanitasi, kesehatan, dan jalan, sedangkan telekomunikasi tidak. Ini menunjukkan bahwa akses ke infrastruktur dasar masih menjadi masalah di beberapa daerah, yang berdampak pada kemampuan ekonomi mereka.

Pembangunan infrastruktur di daerah terpencil seringkali tidak dilakukan secara berkelanjutan dan tidak mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat. Akibatnya, infrastruktur yang dibangun tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau memberikan manfaat yang optimal. Berdasarkan permasalahan pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam meratakan akses dan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Baca juga: Pembangunan IKN: Pemerataan Pembangunan atau Merusak Lingkungan?

Berikut adalah beberapa solusi untuk mengatasi tantangan tersebut :

1. Koordinasi yang baik

Koordinasi yang tepat antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat adalah kunci untuk membangun infrastruktur yang efektif dan efisien.

2. Kesenjangan akses

Beberapa daerah masih memiliki akses infrastruktur yang terbatas, seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi. Maka, pemerintah perlu memprioritaskan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil dan perbatasan untuk mengurangi kesenjangan akses.

3. Keterbatasan Dana

Pembangunan infrastruktur memerlukan dana besar, dan terkadang pembiayaan menjadi kendal. Maka mencari pembiayaan yang inovatif dan memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.

4. Pemberdayaan masyarakat

Dalam proses perencanaan tata ruang dapat meningkatkan efektivitas pembangunan infrastruktur dan memastikan infrastruktur yang dibangun memenuhi kebutuhan masyarakat.

5. Manajemen Infrastruktur yang Efisien

Manajemen infrastruktur yang efisien membantu meningkatkan efisiensi dan menghemat biaya dalam pembangunan infrastruktur.

Penulis:

1. Ainy Ganda Beldo

2.Fadhila Galoeh Rahmah

Mahasiswa Administrasi Publik, Universitas Sriwijaya

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.