Lock Down Harus Look Down

lockdown

Problem Covid-19 sampai hari ini tidak semakin susut tetapi semakin membesar. Di negara Indonesia sampai hari ini tercatat 1528 kasus yang sudah positif terinfeksi corona. 136 di antaranya meninggal dan 81 orang dinyatakan sembuh. Dan ini angka yang juga diragukan oleh dunia internasional yang hari hari ini justru memanggil warga negaranya pulang ke Indonesia.

Pemerintah menghadapi dilema yaitu antara ingin lock down atau hanya social distancing. Namun presiden sudah mengambil keputusan tidak di antara keduanya, tapi mengambil jalan tengah yaitu pembatasan sosial berskala besar berdasarkan undang-undang karantina namun presiden melandaskan juga ke undang-undang darurat sipil yang juga menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Tapi dilema yang lebih berat adalah tidak terjadinya lock down pada rakyat kecil.

Dengan adanya lock out diberbagai daerah oleh kepala-kepala daerah walaupun dinyatakan presiden itu adalah wewenang dari presiden dan penutupan-penutupan di berbagai kabupaten di Indonesia para rakyat kecil atau pedagang asongan, ojek, dan supir angkot menghadapi dilema yang lain lagi, tidak bisa mencari nafkah.

Seperti kata pedagang asongan dalam tayangan Indonesia lawyers club (ILC) tvOne, Selasa (31/3/2020), bapak enang: “Kalau namanya kita usaha kecil ya pak, yang membelinya mayoritas orang kecil seperti misalnya supir gojek, bajai, taksi. Sewanya gak ada, jadi kita gimana? Pendapatan berkurang.”

“Jadi apa yang bapak harapkan dari pemerintah?” tanya presiden ILC Karni ilyas.

pengen pulang karena biar anak saya tenang, karna dijakarta banyak yang meninggal dan sudah zona merah,” curhat Enang.

“pemerintah pusat akan mengurusi orang orang yang paling miskin dari level yang paling bawah sampai 25% terbawah. Dari 25% sampai 40% terbawah itu akan dicover oleh pemerintah daerah. Dari 0-25% terbawah itu mereka yang punya kartu sembako kartu pkh (bantuan pangan non tunai) 25-40% seblum pandemic covid mereka bisa survey seperti pak anang ini, tetapi karna pandemic covid maka golongan dari 25%-40% ini menjadi kategori miskin baru. Oleh karna itu dalam rapat kita sepakat bahwa golongan miskin baru gara gara covid ini akan ditanggung oleh pemerintah Dki Jakarta dan pemerintah pusat supaya mereka tetap tinggal dijakarta tidak perlu mudik dengan jaminan hajat hidupnya akan ditanggung oleh pemerintah dki dan pemerintah pusat,” ujar wali kota bandung Ridwan kamil.

Pemerintah jawa barat sudah menyediakan jawa barat sebanyak 5 triliun rupiah yaitu untuk memberikan 500 ribu rupiah kepada rakyat miskin baru gara gara covid dengan sepertiga nya tunai dan 2/3 nya adalah sembako.

“Dan mudah mudahan solusi ini minggu depan sudah mulai bergulir sehingga pak anang contoh kasus nya adalah contoh warga yang tetaplah tinggal dijakarta dan ditanggung pemerintah dki dan pemerintah pusat.  Tetapi sementara yang sudah keburu pulang kedaerah tentulah itu yang akan kami tanggung,” sambungnya.

“Sekarang pak sabarudin, bapak supir angkot?” Tanya karni ilyas.

“Betul dalam ini armada dari program pemerintah yaitu program transportasi caklinggo, terus apa problemnya hari ini? Problemnya banyak, saya juga mewakii aspirasi teman-teman yang disana terpasok para pramudi juga ya pak karni semenjak ada keputusan diliburkan, sampai waktu yang belum ditentukan kita punya dampak yg sangat besar pak. Terutama kita yang sudah berkeluarga harus memenuhi kewajiban rumah tangga kita masing-masing pak,” Jawab Sabarudin.

“Di kota Tegal ini tentunya kita mengisolasi wilayah ini kan tentunya harus ada jaring pengamanan sosial. pemerintah kota Tegal itu sudah memikirkan ini nanti akan terdampak oleh keputusan pemerintah kota Tegal tentunya kita mengisolasi wilayah, ini ada beberapa yang tetunya pemerintah kota bertanggung jawab atas kelangsungan hajat hidup masyarakat kota Tegal. Ini di antaranya 7% masyarakat yang tergolong tidak mampu atau yang membutuhkan ini tentunya akan segera dibantu. Ini saya mengkarantina untuk daerah kota Tegal kurang lebih 4 bulan. Kita sudah menghitung selama 4 bulan bagaimana orang yang tergolong miskin atau tidak mampu ini semuanya harus terlayani dengan baik,” ucap walikota Tegal. (31/3)

“Seandainya lock down yang diputuskan atau karantina wilayah diputuskan maka pemerintah sebetulnya bertanggung jawab untuk memberi nafkah, makan, kebutuhan dari rakyat seperti pak sabarudin dan pak enang ini dan jumlah nya tidak sedikit dijakarta ini yang jumlahnya jutaan barangkali,” kata presiden ILC Karni Ilyas.

“Dua-duanya udah puas? Jadi gak boleh pulang kampung,” ucap Karni Ilyas.

“Dari gubernur Jawa Barat juga kita dengar upaya yang dibutuhkan sekarang bagaimana saling membantu antara warga. Saya juga menghimbau di sini, sebetulnya banyak sekali warga kita yang suka berderma itu banyak, cuma jalannya kemana itu banyak juga yang tidak dapat pasti. Karna itu, saya menghimbau agar masing-masing rumah tangga yang cukup berada memperhatikan orang orang di sekitarnya dan membantu orang orang disekitarnya. Dan kalau bisa kompleks-kompleks yang katakanlah mewah sekali. Kalau bisa lurahnya atau RT RWnya berinisiatif mengumpulkan dana dari pemilik rumah nya untuk disumbangkan ke kampung-kampung yang ada di sekitarnya. Ini setia kawan sosial bisa kita bangkitkan di saat suasana yang susah ini,” kata Karni Ilyas.

Penulis:
Kelompok 3, Mata kuliah PKN, jurusan Ilmu Komunikasi, Uin Suska Riau.
– Latif Hidayat
– M Al Hijrah Wili Nurza
– Martha Agustin
– Jeremi Thomas
– Lukman Hakim.

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI