Mahasiswa Kesmas UNIKAL Dorong Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Siwatu melalui Pendekatan Siklus Hidup

s1 kesehatan masyarakat
Mahasiswa Kesmas UNIKAL Dorong Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Siwatu melalui Pendekatan Siklus Hidup. Sumber: Penulis.

BATANG – Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan (Unikal) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) di Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. Kegiatan yang berlangsung selama dua bulan ini merupakan penerapan pembelajaran di lapangan, dengan tujuan memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengenali masalah kesehatan dan menyusun solusi bersama masyarakat.

Mengusung tema “Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat pada Siklus Hidup Melalui Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045”, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan siklus hidup, yaitu pendekatan yang memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat mulai dari masa balita, remaja, ibu hamil, hingga lansia. Pendekatan ini dipilih karena setiap kelompok usia memiliki karakteristik dan kebutuhan kesehatan yang berbeda sehingga memerlukan strategi intervensi yang berbeda.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan PBL diawali dengan pengumpulan data kesehatan masyarakat melalui survei, wawancara, dan diskusi bersama kader kesehatan serta perangkat desa. Hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Siwatu memiliki beberapa permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, meliputi rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan keselamatan berkendara, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM), serta masalah gizi pada ibu hamil dan balita. Selain itu, masih ditemukan lansia yang menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, rematik, dan asam urat, serta belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Di bidang kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga masih perlu ditingkatkan guna mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan.

Sebelum program intervensi dimulai, tim PBL mempresentasikan temuan survei pada acara Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang dihadiri oleh Kepala Desa Siwatu, bidan desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Acara ini menjadi forum untuk menetapkan prioritas masalah kesehatan sekaligus merencanakan tindakan intervensi yang cocok dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menentukan prioritas masalah yang akan menjadi fokus intervensi selama pelaksanaan PBL II.

Setelah prioritas masalah ditetapkan, mahasiswa mulai melaksanakan berbagai program intervensi kesehatan yang telah dirancang. Salah satu program yang menjadi prioritas utama adalah edukasi kesehatan reproduksi remaja dan keselamatan berlalu lintas. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Wonotunggal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Dalam pelaksanaannya, tim PBL berkolaborasi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya disiplin dan keselamatan dalam berkendara. Program edukasi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan reproduksi dan keselamatan berlalu lintas. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan berkendara secara aman sejak usia dini.

Selain menyasar kelompok remaja, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan informasi mengenai manfaat konsumsi tablet tambah darah, pola makan sehat, serta cara menjaga kesehatan ibu dan janin. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan dan kolaborasi bersama bidan desa, yang turut memberikan edukasi secara langsung mengenai kesehatan kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC), serta upaya pencegahan komplikasi selama masa kehamilan. Kehadiran bidan desa memberikan informasi yang lebih mendalam dan membantu peserta memahami materi yang disampaikan. Untuk mendukung penyebaran informasi kesehatan, mahasiswa juga membagikan mini book yang berisi berbagai informasi penting mengenai kesehatan kehamilan sehingga dapat digunakan sebagai media edukasi mandiri oleh ibu hamil di rumah.

Upaya peningkatan status gizi juga dilakukan pada kelompok balita melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Menariknya, PMT yang diberikan memanfaatkan bahan pangan lokal berupa daun kelor yang diolah menjadi puding bergizi. Daun kelor dipilih karena mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak serta mudah ditemukan di lingkungan sekitar masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi balita, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber nutrisi keluarga. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal dan dapat diperoleh dari lingkungan sekitar.

Pada kelompok lansia, mahasiswa melaksanakan kegiatan senam lansia yang bertujuan menjaga kebugaran fisik serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Selain senam, dilakukan pula edukasi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, rematik, dan asam urat. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap aktif bergerak, menjaga kesehatan, serta bersosialisasi dengan sesama warga.

Mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pendukung kesehatan melalui kegiatan pembuatan jamu herbal untuk membantu mengendalikan hipertensi. Program ini menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian masyarakat karena menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh dan telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bidang kesehatan lingkungan, mahasiswa bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Pasar Siwatu sebagai upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, khususnya demam berdarah dengue (DBD). Pasar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk apabila kebersihan lingkungan tidak terjaga dengan baik. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan alami dari serai yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif pengendalian nyamuk di lingkungan rumah maupun tempat usaha. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Berbagai program yang dilaksanakan mendapatkan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat Desa Siwatu. Antusiasme warga terlihat dari tingginya kehadiran peserta pada setiap kegiatan serta keterlibatan mereka dalam berbagai program yang diselenggarakan. Dukungan dari pemerintah desa, kader kesehatan, dan bidan desa juga menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan kegiatan PBL.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung di tengah masyarakat. Interaksi dengan masyarakat memberikan banyak pembelajaran mengenai pentingnya komunikasi kesehatan, kerja sama lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat sebagai kunci keberhasilan program kesehatan.

Kegiatan PBL di Desa Siwatu menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya membawa ilmu dari kampus ke tengah masyarakat, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan. Semoga berbagai program yang telah dilaksanakan dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bekal bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat. Sebab perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

PBL tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi media untuk membangun hubungan yang erat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Diharapkan berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dan menjadi langkah awal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Siwatu.

Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan, masyarakat Desa Siwatu bersama mahasiswa Universitas Pekalongan terus bergerak menuju kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan produktif. Langkah-langkah kecil yang dilakukan di tingkat desa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Penulis:
1. Alya Amelia Sari (0623015921)
2. Rizqiani Karimah (0623016191)
3. ⁠DindaAmelia (0623016071)
4. Lailis Sa’adah (0623015811)
5. ⁠Cita Windu Pramudhia (0623016521)
6. ⁠M Hanan Athaya Z (0623016331)
7. Zuhaira Nabila (0623016661)
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan (UNIKAL)


Dosen Pengampu: Wahyuningsih, S.K.M., M.Kes.

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses