Mahasiswa KKN Undip Sosialisasi Ajakan Patuhi Protokol Kesehatan

Mahasiswa KKN Undip

Sumatera Barat – Kurangnya kesadaran masyarakat pada situasi pandemi Covid-19 yang tak mengindahkan ajakan mematuhi protokol kesehatan di masa adaptasi kehidupan baru ditunjukkan seperti ketidakacuhan masyarakat dalam memakai masker ketika hendak keluar rumah. Padahal, kebijakan ini sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk melakukan aktivitas di luar rumah dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip, Amelia Monica, berinisiatif menggencarkan ajakan mematuhi protokol kesehatan kepada masyarakat melalui Program Monodisiplin KKN Pulang Kampung. Di Kabupaten Tanah Datar terdapat beberapa tempat wisata, salah satunya Wisata Aua Sarumpun yang berlokasi di Siturah Nagari III Koto. Setelah melakukan observasi di tempat wisata, ternyata masih banyak pengunjung yang tidak memakai masker atau menaati protokol kesehatan di tempat wisata.

Masyarakat maupun pengunjung wisata enggan menggunakan masker dengan alasan susah bernafas, sesak dan tidak nyaman. Agar kegiatan sosialisasi dapat menarik perhatian masyarakat dan pengunjung, mahasiswa mendesain poster semenarik mungkin agar pesan yang ingin disampaikan dapat dimengerti dan mudah dipahami oleh target. Poster juga ditempelkan di tempat ramai pengunjung seperti masjid dan warung guna pencegahan Covid-19 di masa new normal ini, dikarenakan kegiatan masjid sudah mulai berjalan seperti biasanya.

Di tengah pandemik ini, sosialisasi dan edukasi new normal dilakukan secara door to door. Edukasi door to door dipilih sebagai upaya mengurangi kerumunan dan pendekatan yang santai, agar penerima informasi lebih tertarik untuk mengetahui lebih lanjut setelah mendapatkan penjelasan konten dari poster edukasi Covid-19 menghadapi new normal.

Edukasi ke pengunjung pun dilakukan dengan cara mendatangi mereka yang sedang menikmati pemandangan dengan menunjukkan poster “Lindungi Diri dari Covid-19”. Tak hanya itu, mahasiswa juga membagikan masker gratis kepada pengunjung yang tidak memakai masker, begitu pun juga sosialisasi untuk masyarakat setempat dilakukan mengunjungi rumah ke rumah. Masyarakat sangat antusias dengan adanya sosialisasi new normal yang datang langsung ke rumah mereka, dikarenakan sebelumnya mereka tidak paham apa itu new normal. Kebanyakan dari masyarakat menganggap bahwa new normal menandai Covid-19 sudah tidak ada dikarenakan tidak adanya edukasi mengenai new normal.

Amelia Monica
Kontributor FISIP Undip

Editor: Ryan Timothy Abisha

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI