Menyongsong Pemilu 2019

Pelaksanaan pesta demokrasi 2019 di Indonesia atau Pemilihan Presiden RI sebentar lagi akan terselenggara. Tim pemenangan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden akan semakin mengencangkan ikat pinggangnya. Kedua tim sukses kini semakin memaksimalkan segala potensi strategi dan taktik. Termasuk saat kedua tim mempersiapkan visi misi gagasan menghadapi pagelaran debat kandidat. Siapa yang akan berpesta di akhir laga? Patut kita nantikan bersama.

Adu Strategi Kedua Tim Pemenangan

Tim yang memiliki strategi dan taktik yang matang serta yang mampu memaksimalkan segala kemungkinan daya, amunisi, dan waktu yang masih tersisa tentu akan jadi pemenang. Terkait dengan strategi dan taktik misalnya, kubu pasangan calon nomor urut 02 baru-baru ini mengeluarkan formasi anyar mereka, yaitu strategi 5-2. Lima hari di Jawa, Dua hari di luar Jawa. Format serangan tersebut akan digencarkan selama seratus hari ke depan menyongsong pemilu 2019. Strategi lima hari di Jawa dengan pusat komando yang ditempatkan di Jawa Tengah tentu patut dicermati sebagai bagian dari upaya untuk mengepung basis suara pendukung nomor urut 01. Strategi tersebut sangat mengganggu tidur kubu sang petahana.

Sementara kubu pasangan calon nomor urut 01 juga tak mau kalah dengan strategi yang digencarkan oleh kubu sang penantang. Hal itu terlihat baru-baru ini, tatkala calon wakil presiden dari nomor urut 01 berupaya menggaet fans supporter klub Persib Bandung, Bobotoh. Dukungan juga datang dari komunitas pecinta motor gede “The Brotherhood”. Kedua dukungan itu tentu menambah amunisi bagi pasangan calon nomor urut 01.

Adu Gagasan dan Adu Tim Dalam Debat Kandidat

Pelaksanaan debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden akan segera dilangsungkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tema dan waktu pelaksanaan. Debat pertama akan berlangsung pada 17 Januari 2019 dengan tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. Debat kedua akan berlangsung pada 17 Februari 2019 dengan tema Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup serta Infrastruktur. Debat ketiga akan berlangsung pada 17 Maret 2019 dengan tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan. Debat keempat akan berlangsung 30 Maret 2019 dengan tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional. Debat kelima akan berlangsung dengan tema Ekonomi dan Kesejahteraan sosial, Keuangan dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri.

Jelang pelaksanaan debat, kedua tim pemenangan kini mempersiapkan tim khusus menghadapi putaran pertama debat presiden. Kubu 01 menyiapkan materi yang akan diangkat saat debat, baik materi untuk melancarkan serangan ataupun materi untuk menangkis serangan. Kandidat calon presiden dan wakil presiden dari nomor urut 01, kini banyak menerima masukan dari sejumlah tokoh partai politik pengusung, semisal Akbar Tanjung. Selain itu pasangan nomor urut 01 juga banyak menerima masukan dari kalangan ulama.

Sementara, di kubu 02 juga banyak mempersiapakan materi serta gagasan guna melancarkan serangan dan menawarkan solusi dari materi debat yang disajikan nanti. Kandidat calon presiden dan wakil presiden dari nomor urut 02 juga kini banyak menerima masukan dari kalangan praktisi dan politisi, seperti Sudirman Said, Ferry Mursyidan Baldan, Anies Baswedan, Tedjo Edhy Purdijatno. Dukungan untuk mempersiapkan debat nanti, yang tak kalah pentingnya datang dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhono. Tentu dukungan tersebut akan semakin memperkuat daya gedor performa kandidat 02.

Keterlibatan para tokoh ataupun ulama di balik tim khusus debat membenarkan bahwa momentum debat itu sangat berpengaruh besar dalam menentukan pilihan. Maka kedua tim mempersiapkan betul segala materi debat. Termasuk pelatihan khusus mengenai public speaking dan body language. Pesona dan kemampuan menguasai materi debat akan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Penyelenggara Harus Netral

Pelaksanaan debat nantinya tentu diharapkan sebagai ajang kedua kandidat untuk beradu gagasan. Gagasan yang diharapakan adalah bagaimana agar kedua kandidat mampu memaparkan visi misinya, diterima oleh panelis serta dapat dimengerti oleh masyarakat. Tentu berbagai gagasan tersebut nantinya diharapkan dapat diterjemahkan dalam bentuk program konkret, yang berdampak bagi kesejahteraan rakyat. Publik tentu sangat menanti gagasan apa yang akan dihadirkan oleh kedua kandidat. Oleh sebab itu, penyelenggara harus mewadahi, memfasilitasi dan melaksanakan pemaparan visi misi dan debat nantinya.

Pemaparan visi misi dan debat kandidat harus dilakukan oleh yang bersangkutan, yaitu calon presiden dan calon wakil presiden. Sebab di sanalah kemudian publik melihat wajah calon pemimpinnya dan menagih janji yang telah diucapkannya.

Besarnya harapan rakyat akan pelaksanaan debat kandidat mestinya ditangkap oleh penyelenggara (KPU) agar semakin adil, arif dan bijaksana dalam mengeluarkan kebijakan. Penyelenggara seyogianya menjalankan segala aturan yang telah ada dan lazim dalam setiap momentum pesta demokrasi. Bila penyelenggara terlalu kompromi maka bisa jadi publik dapat tidak percaya terhadapnya. Akan sangat berbahaya kemudian jika penyelenggara kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Gerak gerik penyelenggara yang tidak netral akan berdampak pada delegitimasi itu sendiri.

Syahdan, sekali lagi Komisi Pemilihan Umum wajib netral dan tegas menjalankan amanah daulat rakyat. Rakyat tentu sangat memantau jalannya hajatan pesta demokrasi, pemilihan umum 2019. Sebab hajatan tersebut adalah hajatan memilih pemimpin, nakhoda republik mengarungi pentas global yang semakin maju.

Baca juga:
Menangkal Pemilu Berbalut Hoax
Jangan Buat Sampah Pemilu Menjadi Pemilu Sampah!
Pemilih Muda Butuh Pendidikan Politik Pancasila

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI