Peduli Sampah

peduli sampah
Foto: jabarekspres.com

Hidup bersih itu apa salahnya sih? Dalam lingkungan di sekolah masih kurang kesadaran tentang masalah kebersihan, terutama sampah. Pengertian sampah adalah sisa-sisa yang berupa zat organik maupun onorganik yang dapat terurai maupun tidak dapat terurai. Kesadaran anak-anak sekolah untuk dapat menjaga kebersihan lingkungannya masih sangat rendah, karena anak-anak masih banyak yang membuang sampah sembarang entah di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah yang dapat merusak pemandangan. Perlu digalakkan gerakan peduli sampah.

Maka dari itu seorang guru harus mengajarkan peserta didiknya agar membuang sampah pada tempatnya dan dapat menjaga lingkungan yang ada di sekitarnya. Perilaku peduli lingkungan pada anak didik SD/MI sangatlah penting, sebab anak usia SD/MI jika diajarkan hal-hal yang baik, maka akan menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan. Seorang guru jika melihat sampah sebaiknya diambil dan dibuang ke tempat sampah, dan mengajarkan kepada peserta didiknya. Misalnya, jika habis makan bungkus tersebut dibuang ke tempat sampah. Meskipun sebagian anak-anak masih ada yang membuang sampah sembarangan, seorang guru tidak boleh bosan untuk mengingatkan peserta didiknya. Dan sebagai guru jangan enggan dalam mengulurkan tangan untuk mengambil sampah yang ada di lingkungan sekitarnya. Guru itu pada dasarnya digugu dan ditiru. Bertujuan untuk mendidik anak-anak supaya menjaga lingkungan dan terbiasa hidup sehat juga menghindari kuman-kuman yang menyebabkan penyakit seperti diare, batuk, pilek, dll.

Kesadaran akan pentingnya kebersihan harus diterapkan dalam diri setiap individu. Sampah juga dapat membawa dampak positif dan negatif bagi lingkungan yang ada disekitar sekolah. Dampak positifnya yaitu seperti botol minuman yang bisa dibuat menjadi sebuah karya yang bermanfaat. Dan juga dampak negatif itu sendiri dapat menimbulkan bau busuk dan samapah yang menumpuk dapat merusak pemandangan, juga dapat menyebabkan perkembangan nyamuk dan lalat. Agar dapat menghindari dampak negatif kita harus pintar dalam mengelola sampah.

Dengan kita menjaga hidup sehat dan bersih, hidup terasa nyaman dan terbebas dari segala penyakit. Karena kebersihan itu sebagian dari iman. Anak tersebut akan terbiasa jika melihat tempat yang kotor akan segera membersihkannya, supaya terhindar dari lingkungan yang kumuh, dan enak dipandang.

Lidiatuzzaki
Mahasiswi IAIN Pekalongan

Baca juga:
Randu Alas: Menuju Desa Sadar Pengolahan Sampah
IPKOS (Inovasi Produk Kreatif Olahan Sampah) Desa Pesantren
Jangan Buat Sampah Pemilu Menjadi Pemilu Sampah!

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI