Pengaruh Influencer TikTok terhadap Minat Beli Produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z

Influencer TikTok
Ilustrasi Influencer TikTok (Sumber: MMI)

Abstrak

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mendorong perubahan strategi pemasaran dari media konvensional menuju pemasaran digital yang lebih interaktif. Salah satu strategi pemasaran digital yang berkembang pesat adalah influencer marketing melalui platform TikTok.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk food and beverage (F&B) pada Generasi Z serta mengukur besarnya pengaruh tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 105 responden Generasi Z yang merupakan pengguna aktif TikTok dan pernah melihat konten promosi produk F&B dari influencer TikTok.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan Google Form. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi JASP.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk F&B pada Generasi Z (β = 0,052; p = 0,013). Selain itu, secara simultan influencer TikTok dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap minat beli dengan nilai F = 10,258 dan p < 0,001.

Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,167 menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan 16,7% variasi minat beli, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa influencer TikTok merupakan strategi pemasaran digital yang efektif dalam meningkatkan minat beli produk F&B pada Generasi Z.

Kata Kunci: influencer TikTok, minat beli, food and beverage (F&B), Generasi Z, pemasaran digital.

 

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pemasaran. Kemajuan teknologi informasi mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan perilaku konsumen yang semakin aktif menggunakan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Jika sebelumnya promosi produk banyak dilakukan melalui media konvensional seperti televisi, radio, dan surat kabar, saat ini perusahaan mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang lebih efektif, cepat, dan interaktif. Media sosial memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen secara luas tanpa dibatasi ruang dan waktu serta memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh informasi produk secara instan melalui perangkat digital yang dimiliki. Menurut Kotler dan Keller (2016), perkembangan teknologi digital menuntut perusahaan untuk menyesuaikan strategi pemasaran dengan perubahan perilaku konsumen modern.

Salah satu strategi pemasaran digital yang berkembang pesat adalah influencer marketing. Strategi ini memanfaatkan individu yang memiliki pengaruh di media sosial untuk mempromosikan suatu produk atau jasa kepada audiens. Influencer dinilai mampu membangun hubungan yang lebih dekat dengan pengikutnya melalui komunikasi yang personal, santai, dan interaktif sehingga rekomendasi yang diberikan cenderung lebih dipercaya dibandingkan iklan konvensional. Hariyanti dan Wirapraja (2018) menjelaskan bahwa influencer marketing menjadi strategi pemasaran digital yang efektif karena mampu meningkatkan perhatian dan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk.

Salah satu platform media sosial yang saat ini banyak digunakan dalam kegiatan promosi adalah TikTok. TikTok merupakan aplikasi berbasis video singkat yang memungkinkan pengguna membuat dan membagikan berbagai jenis konten seperti hiburan, edukasi, review produk, hingga promosi makanan dan minuman.

Popularitas TikTok terus meningkat karena kontennya dinilai menarik, kreatif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, khususnya Generasi Z. Francis dan Hoefel (2018) menjelaskan bahwa Generasi Z cenderung menyukai konten visual yang singkat, cepat, dan interaktif sehingga TikTok menjadi salah satu media sosial yang banyak diminati.

Generasi Z merupakan kelompok individu yang lahir dan tumbuh di era perkembangan teknologi digital dan internet. Generasi ini memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai sarana komunikasi, hiburan, maupun pencarian informasi.

Stillman dan Stillman (2017) menyatakan bahwa Generasi Z sangat dekat dengan teknologi digital karena sejak kecil telah terbiasa menggunakan perangkat digital dan media sosial. Karakteristik tersebut menjadikan Generasi Z sebagai kelompok konsumen yang rentan terpengaruh oleh informasi dan rekomendasi yang diperoleh melalui media sosial, termasuk rekomendasi produk dari influencer.

Produk food and beverage (F&B) menjadi salah satu kategori produk yang banyak dipromosikan melalui TikTok karena memiliki tampilan visual yang menarik dan mudah dikemas dalam bentuk konten kreatif. Konten seperti review makanan, rekomendasi tempat makan , mukbang, maupun produk viral sering kali menarik perhatian pengguna media sosial dan mendorong rasa penasaran konsumen untuk mencoba produk tersebut.

Menurut Schiffman dan Wisenblit (2019), konsumen modern cenderung lebih tertarik pada promosi yang mampu membangun kedekatan emosional dan komunikasi interaktif dengan audiens. Oleh karena itu, influencer TikTok dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk F&B.

Baca juga: Antara Promosi dan Manipulasi: Etika Konten Viral di TikTok

Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk setelah memperoleh informasi dan ketertarikan terhadap produk tersebut. Ferdinand (2006) menjelaskan bahwa minat beli mencakup minat transaksional, minat referensial, minat preferensial, dan minat eksploratif.

Dalam konteks media sosial, minat beli Generasi Z dapat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik influencer, seperti keinformatifan (informativeness), kredibilitas (credibility), interaksi (interactivity), hiburan (entertainment), serta kecocokan antara influencer dengan produk yang dipromosikan (product match-up). Karakteristik tersebut dapat membentuk persepsi positif konsumen terhadap produk dan mendorong munculnya keinginan untuk membeli.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa influencer media sosial memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumen, termasuk minat beli. Namun, penelitian mengenai pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk F&B pada Generasi Z masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama mengingat perkembangan TikTok yang sangat pesat dan tingginya konsumsi konten digital oleh Generasi Z.

Selain itu, belum banyak penelitian yang secara spesifik menelaah bagaimana karakteristik influencer TikTok memengaruhi minat beli konsumen pada kategori produk F&B. Dengan demikian, terdapat celah penelitian (research gap) yang perlu diteliti lebih lanjut.

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk food and beverage (F&B) pada Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian psikologi konsumen dan pemasaran digital, serta memberikan manfaat praktis bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang efektif melalui pemanfaatan influencer TikTok.

 

Hipotesis Penelitian

Berdasarkan teori influencer marketing dan penelitian terdahulu, influencer media sosial memiliki kemampuan untuk memengaruhi persepsi dan perilaku konsumen, termasuk minat beli terhadap suatu produk.

Karakteristik influencer seperti kredibilitas, keinformatifan, interaktivitas, hiburan, dan kesesuaian dengan produk yang dipromosikan diduga dapat meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap produk food and beverage (F&B). Oleh karena itu, hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

H₀ (Hipotesis Nol)

Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara influencer TikTok terhadap minat beli produk food and beverage (F&B) pada Generasi Z.

H₁ (Hipotesis Alternatif)

Terdapat pengaruh yang signifikan antara influencer TikTok terhadap minat beli produk food and beverage (F&B) pada Generasi Z.

 

Metode Penelitian

1. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z melalui pengukuran data yang dinyatakan dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan teknik statistik. Metode survei digunakan untuk memperoleh data secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksplanatori (explanatory research) karena bertujuan untuk menjelaskan hubungan serta pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik influencer TikTok yang terdiri dari informativeness (keinformatifan), credibility (kredibilitas), interactivity (interaktivitas), product match-up (kecocokan produk), dan entertainment (hiburan). Sementara itu, variabel dependen dalam penelitian ini adalah minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Pengumpulan data dilakukan secara cross-sectional, yaitu data dikumpulkan pada satu periode waktu tertentu melalui penyebaran kuesioner secara daring.

Pengukuran seluruh variabel menggunakan skala Likert lima poin yang terdiri dari Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Netral (N), Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Instrumen penelitian diadaptasi dari penelitian Mila Sabrina dan Yunita Engriani (2025) yang mengukur karakteristik influencer media sosial dan minat beli konsumen.

Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 105 responden yang terdiri dari 55 laki-laki dan 50 perempuan. Pemilihan jumlah responden tersebut dilakukan untuk memperoleh representasi yang seimbang berdasarkan jenis kelamin sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini dipilih karena tidak semua individu dalam populasi memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Adapun kriteria partisipan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Laki-laki atau perempuan.
  2. Termasuk dalam kategori Generasi Z.
  3. Pengguna aktif aplikasi TikTok.
  4. Pernah melihat konten influencer TikTok yang mempromosikan produk Food and Beverage (F&B).
  5. Bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner penelitian secara lengkap.

Generasi Z dipilih sebagai partisipan penelitian karena merupakan kelompok usia yang memiliki tingkat penggunaan media sosial yang tinggi, khususnya TikTok.

Selain itu, Generasi Z cenderung menggunakan media sosial sebagai sumber informasi, hiburan, serta referensi sebelum melakukan keputusan pembelian suatu produk. Oleh karena itu, kelompok ini dinilai relevan untuk mengkaji pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B).

2. Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan Google Form. Sebelum mengisi kuesioner, responden diberikan informasi mengenai tujuan penelitian, kerahasiaan data, serta kesediaan mereka untuk berpartisipasi secara sukarela.

Kuesioner disebarkan melalui berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Instagram untuk menjangkau responden yang sesuai dengan kriteria penelitian. Pada bagian awal kuesioner, responden diminta mengisi data demografis berupa jenis kelamin, usia, serta pertanyaan penyaringan (screening question) untuk memastikan bahwa responden merupakan pengguna aktif TikTok dan pernah melihat konten promosi produk Food and Beverage (F&B) dari influencer TikTok.

Setelah memenuhi kriteria, responden diminta memberikan penilaian terhadap setiap pernyataan yang tersedia sesuai dengan pengalaman dan persepsi mereka. Seluruh jawaban yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan diolah untuk dianalisis lebih lanjut.

3. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dianalisis menggunakan aplikasi JASP (Jeffreys’s Amazing Statistics Program). Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden serta memberikan gambaran umum mengenai variabel penelitian.

Analisis ini disajikan dalam bentuk frekuensi, persentase, nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai minimum, dan nilai maksimum. Melalui analisis deskriptif, peneliti dapat mengetahui kecenderungan jawaban responden terhadap variabel karakteristik influencer TikTok dan minat beli produk Food and Beverage (F&B).

Selanjutnya, untuk menguji pengaruh karakteristik influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z digunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik influencer TikTok, sedangkan variabel dependen adalah minat beli produk Food and Beverage (F&B).

Pengujian hipotesis dilakukan dengan melihat nilai signifikansi (p-value) pada hasil analisis regresi. Hipotesis dinyatakan diterima apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05).

Selain itu, koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh karakteristik influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

 

Hasil dan Pembahasan

Gambaran Objek Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring (online) menggunakan platform Google Form yang disebarkan melalui berbagai media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok.

Pengumpulan data dilakukan dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, diperoleh sebanyak 105 responden yang memenuhi kriteria penelitian.

Adapun kriteria responden dalam penelitian ini yaitu termasuk dalam kategori Generasi Z, merupakan pengguna aktif aplikasi TikTok, pernah melihat konten influencer TikTok yang mempromosikan produk Food and Beverage (F&B), serta bersedia mengisi kuesioner penelitian secara lengkap.

Setelah dilakukan proses pemeriksaan dan penyaringan data, seluruh jawaban responden dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk proses analisis lebih lanjut.

Dari total 105 responden, sebanyak 50 responden berjenis kelamin perempuan dan 55 responden berjenis kelamin laki-laki. Seluruh responden merupakan pengguna aktif TikTok yang pernah terpapar konten promosi produk Food and Beverage (F&B) yang disampaikan oleh influencer TikTok.

Penelitian ini berfokus pada hubungan antara variabel pengaruh influencer TikTok sebagai variabel independen dan minat beli produk Food and Beverage (F&B) sebagai variabel dependen. Analisis data dilakukan menggunakan aplikasi JASP dengan teknik analisis regresi linear untuk mengetahui seberapa besar pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil pengumpulan data, diketahui bahwa jumlah responden dalam penelitian ini terdiri dari 50 responden perempuan dan 55 responden laki-laki. Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.1:

Tabel 1 Jenis Kelamin Responden

No Jenis Kelamin Jumlah Presentase
1. Laki-laki 55 52,4%
2. Perempuan 50 47.6 %
         Total 105 100%

Berdasarkan Tabel 4.1, dapat diketahui bahwa responden laki-laki berjumlah 55 orang atau sebesar 52,4% dari total responden, sedangkan responden perempuan berjumlah 50 orang atau sebesar 47,6%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah responden laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan responden perempuan, meskipun perbedaannya tidak terlalu besar.

Dengan demikian, distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini dapat dikatakan relatif seimbang sehingga mampu memberikan gambaran yang cukup representatif mengenai pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Deskripsi Responden Berdasarkan Usia

Responden dalam penelitian ini merupakan individu yang termasuk dalam kategori Generasi Z dengan rentang usia 14 hingga 29 tahun. Pemilihan kelompok usia tersebut didasarkan pada karakteristik Generasi Z yang tumbuh dan berkembang di era digital serta memiliki tingkat penggunaan media sosial yang tinggi, khususnya TikTok.

Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang aktif memanfaatkan media sosial untuk memperoleh informasi, hiburan, berinteraksi dengan orang lain, hingga mencari referensi sebelum melakukan keputusan pembelian.

Dalam penelitian ini, seluruh responden berada pada rentang usia Generasi Z sehingga dianggap relevan untuk mengkaji pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B). Karakteristik Generasi Z yang dekat dengan teknologi dan media sosial memungkinkan mereka lebih mudah terpapar konten promosi yang dibuat oleh influencer.

Oleh karena itu, kelompok usia ini dipilih sebagai subjek penelitian karena dinilai memiliki pengalaman dan keterlibatan yang cukup tinggi dalam mengakses konten influencer TikTok serta berpotensi dipengaruhi oleh rekomendasi produk yang disampaikan melalui platform tersebut.

Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi JASP. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengaruh influencer TikTok dan jenis kelamin, sedangkan variabel dependen adalah minat beli. Hasil analisis disajikan sebagai berikut.

Tabel 2 Uji Statistik Deskriptif

                  

Berdasarkan Tabel 4.1, jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 105 orang yang terdiri dari 50 responden perempuan dan 55 responden laki-laki. Pada variabel pengaruh influencer TikTok, responden perempuan memiliki rata-rata skor sebesar 80,48 dengan standar deviasi 8,25, sedangkan responden laki-laki memiliki rata-rata sebesar 67,35 dengan standar deviasi 18,88.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa perempuan cenderung memiliki persepsi yang lebih tinggi terhadap pengaruh influencer TikTok dibandingkan laki-laki.

Pada variabel minat beli, responden perempuan memiliki rata-rata skor sebesar 15,10 dengan standar deviasi 2,94, sedangkan responden laki-laki memiliki rata-rata skor sebesar 12,80 dengan standar deviasi 3,43. Hasil ini menunjukkan bahwa minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada kelompok perempuan lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki.

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R²)

Untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B), dilakukan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis model summary disajikan sebagai berikut:

Tabel 3 Model Summary

 

Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,409 yang menunjukkan adanya hubungan positif antara pengaruh influencer TikTok dan minat beli produk Food and Beverage (F&B).

Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,167 menunjukkan bahwa variabel pengaruh influencer TikTok dan jenis kelamin mampu menjelaskan 16,7% variasi minat beli. Sementara itu, sebesar 83,3% variasi minat beli dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

Hasil Uji Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil uji F disajikan pada Tabel berikut.

Hasil Uji F (ANOVA)

 

Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai F sebesar 10,258 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh influencer TikTok dan jenis kelamin secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Hasil Uji t (Koefesien Regresi)

Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t disajikan pada Tabel berikut.

Tabel 4 Koefisien Regresi

 

Berdasarkan Tabel tersebut diketahui bahwa variabel pengaruh influencer TikTok memiliki nilai signifikansi sebesar 0,013 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh influencer TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z. Dengan demikian, semakin tinggi pengaruh influencer yang dirasakan oleh responden, maka semakin tinggi pula minat beli yang dimiliki.

Variabel jenis kelamin memiliki nilai signifikansi sebesar 0,018 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin juga berpengaruh signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B). Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan minat beli antara responden laki-laki dan perempuan.

Persamaan Regresi

Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan sebagai berikut:

Y=10,881+0,052X−1,611JKY

Keterangan:

  • Y = Minat Beli
  • X = Pengaruh Influencer TikTok
  • JK = Jenis Kelamin

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu poin pada variabel pengaruh influencer TikTok akan meningkatkan minat beli sebesar 0,052 poin. Selain itu, variabel jenis kelamin juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen.

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh bahwa variabel pengaruh influencer TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z (β = 0,052; p = 0,013). Selain itu, jenis kelamin juga berpengaruh signifikan terhadap minat beli (β = -1,611; p = 0,018). Secara simultan kedua variabel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat beli dengan nilai F = 10,258 dan p < 0,001. Besarnya kontribusi kedua variabel dalam menjelaskan minat beli adalah sebesar 16,7% (R² = 0,167), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.

Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diketahui bahwa variabel pengaruh influencer TikTok memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013 (p < 0,05), yang berarti hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengaruh influencer TikTok yang dirasakan oleh konsumen, maka semakin tinggi pula minat beli terhadap produk Food and Beverage (F&B) yang dipromosikan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori influencer marketing yang dikemukakan oleh Hariyanti dan Wirapraja (2018), yang menyatakan bahwa influencer merupakan salah satu strategi pemasaran digital yang efektif karena mampu meningkatkan perhatian, ketertarikan, dan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk.

Melalui konten yang dibuat secara kreatif dan komunikatif, influencer dapat menyampaikan informasi produk dengan cara yang lebih personal dibandingkan iklan konvensional sehingga pesan pemasaran lebih mudah diterima oleh audiens.

Temuan penelitian ini juga mendukung pendapat Lou dan Yuan (2019) yang menjelaskan bahwa efektivitas influencer dipengaruhi oleh nilai pesan dan kredibilitas yang dimiliki influencer dalam menyampaikan informasi kepada audiens. Dalam penelitian ini, karakteristik influencer seperti keinformatifan, kredibilitas, interaktivitas, hiburan, dan kecocokan produk diduga menjadi faktor yang mendorong munculnya minat beli pada responden.

Ketika influencer mampu memberikan informasi yang jelas, menarik, dan dapat dipercaya mengenai produk Food and Beverage (F&B), konsumen akan lebih tertarik untuk mencari informasi lebih lanjut bahkan melakukan pembelian terhadap produk yang dipromosikan.

Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijelaskan melalui karakteristik Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh di era digital dan memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. Menurut Francis dan Hoefel (2018), Generasi Z cenderung menyukai konten yang singkat, visual, kreatif, dan interaktif.

TikTok sebagai platform berbasis video pendek mampu memenuhi karakteristik tersebut sehingga menjadi media yang efektif untuk menyampaikan promosi produk. Konten promosi Food and Beverage (F&B) yang dikemas secara menarik oleh influencer dapat meningkatkan perhatian dan ketertarikan Generasi Z terhadap produk yang ditampilkan.

Produk Food and Beverage (F&B) juga merupakan jenis produk yang sangat sesuai dipromosikan melalui TikTok karena memiliki daya tarik visual yang tinggi. Video yang menampilkan tampilan makanan atau minuman secara menarik dapat menimbulkan rasa penasaran serta keinginan untuk mencoba produk tersebut.

Menurut Schiffman dan Wisenblit (2019), konsumen modern cenderung lebih tertarik pada promosi yang mampu membangun kedekatan emosional dan komunikasi interaktif dengan audiens. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan influencer TikTok dapat memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap minat beli dibandingkan bentuk promosi lainnya.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli. Berdasarkan analisis deskriptif, responden perempuan memiliki rata-rata skor minat beli yang lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki.

Temuan ini mengindikasikan bahwa perempuan cenderung lebih responsif terhadap promosi produk Food and Beverage (F&B) yang disampaikan melalui influencer TikTok. Hal tersebut dapat terjadi karena perempuan umumnya lebih memperhatikan informasi produk, rekomendasi, serta pengalaman pengguna lain sebelum melakukan keputusan pembelian.

Meskipun demikian, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,167 menunjukkan bahwa variabel influencer TikTok dan jenis kelamin hanya mampu menjelaskan 16,7% variasi minat beli. Artinya, masih terdapat 83,3% faktor lain yang memengaruhi minat beli konsumen di luar penelitian ini.

Faktor-faktor tersebut dapat berupa harga produk, kualitas produk, citra merek, promosi lainnya, kebutuhan konsumen, tren yang sedang berkembang, maupun pengaruh lingkungan sosial. Dengan demikian, influencer TikTok memang berperan dalam meningkatkan minat beli, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan konsumen untuk membeli produk Food and Beverage (F&B).

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa influencer TikTok merupakan salah satu media promosi yang efektif dalam meningkatkan minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z.

Semakin baik karakteristik influencer dalam menyampaikan informasi, membangun kepercayaan, menciptakan interaksi, memberikan hiburan, dan menunjukkan kesesuaian dengan produk yang dipromosikan, maka semakin tinggi pula minat beli yang muncul pada konsumen Generasi Z.

Hasil penelitian ini memperkuat teori dan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa influencer marketing memiliki peran penting dalam membentuk ketertarikan dan minat beli konsumen pada era digital.

 

Penutup

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh influencer TikTok terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z, dapat disimpulkan bahwa influencer TikTok memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.

Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa semakin tinggi pengaruh influencer TikTok yang dirasakan oleh responden, maka semakin tinggi pula minat beli terhadap produk Food and Beverage (F&B) yang dipromosikan. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa influencer TikTok berpengaruh terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z dapat diterima.

Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin juga berpengaruh signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B). Responden perempuan memiliki rata-rata skor minat beli yang lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat ketertarikan terhadap produk yang dipromosikan melalui influencer TikTok berdasarkan jenis kelamin.

Secara simultan, variabel pengaruh influencer TikTok dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z. Namun, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,167 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut hanya mampu menjelaskan 16,7% variasi minat beli, sedangkan 83,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti harga produk, kualitas produk, citra merek, tren yang sedang berkembang, kebutuhan konsumen, maupun faktor sosial lainnya.

Berdasarkan keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa influencer TikTok merupakan salah satu media promosi digital yang efektif dalam meningkatkan minat beli produk Food and Beverage (F&B) pada Generasi Z. Oleh karena itu, pemanfaatan influencer TikTok dapat menjadi salah satu strategi pemasaran yang relevan untuk menjangkau konsumen muda di era digital.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diberikan. Bagi pelaku usaha atau perusahaan yang bergerak di bidang Food and Beverage (F&B), hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun strategi pemasaran digital.

Penggunaan influencer TikTok yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu menarik perhatian audiens dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat beli konsumen, khususnya dari kalangan Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial.

Bagi influencer TikTok, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konten promosi yang menarik, informatif, dan mudah dipahami dapat membantu meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk. Oleh karena itu, influencer diharapkan dapat menyajikan konten promosi yang kreatif, autentik, dan sesuai dengan karakteristik audiens agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi minat beli konsumen, seperti harga produk, kualitas produk, citra merek, kepercayaan konsumen, electronic word of mouth (e-WOM), maupun tren media sosial.

Selain itu, penelitian selanjutnya juga dapat menggunakan jumlah responden yang lebih besar dan cakupan wilayah yang lebih luas agar hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat beli konsumen di era digital.

 


Penulis:

  1. Annassya Bella Putri (2308015148)
  2. Amanda Septiani (2308015040)
  3. Aisyah Safiinatunnajah (2308015267)
  4. Nazwa Fitria (2308015275)

Mahasiswa Psikologi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Abidin, C. (2016). Aren’t these just young, rich women doing vain things online?: Influencer selfies as subversive frivolity. Social Media + Society, 2(2), 1–17.

Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi Ilmu Manajemen. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Francis, T., & Hoefel, F. (2018). True Gen: Generation Z and its implications for companies. McKinsey & Company.

Hariyanti, N. T., & Wirapraja, A. (2018). Pengaruh influencer marketing sebagai strategi pemasaran digital era modern. Jurnal Eksekutif, 15(1), 133–146.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Lou, C., & Yuan, S. (2019). Influencer marketing: How message value and credibility affect consumer trust of branded content on social media. Journal of Interactive Advertising, 19(1), 58–73.

Priansa, D. J. (2017). Perilaku Konsumen dalam Persaingan Bisnis Kontemporer. Alfabeta.

Schiffman, L. G., & Wisenblit, J. (2019). Consumer Behavior (12th ed.). Pearson Education.

Shimp, T. A. (2014). Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Periklanan dan Promosi. Salemba Empat.

Stillman, D., & Stillman, J. (2017). Gen Z @ Work: How the Next Generation Is Transforming the Workplace. Harper Business.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet: Implikasinya pada Strategi Pemasaran. Graha Ilmu.

Wulandari, S., & Nurcahya, I. K. (2021). Pengaruh kredibilitas influencer terhadap minat beli konsumen pada media sosial TikTok. E-Jurnal Manajemen, 10(5), 481–495.

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses