Penyusunan dan Pengimplementasian Strategi Digital Marketing pada Usaha Percetakan Rempang

Usaha
Usaha Percetakan Rempang.

Percetakan adalah proses industri yang memproduksi secara massal gambar dan tulisan menggunakan mesin cetak dengan tinta di atas kertas. Percetakan termasuk salah satu penemuan yang dianggap penemuan yang paling penting dan sangat berpengaruh dalam kehidupan peradaban manusia.

Percetakan menyediakan jasa cetak termasuk undangan pernikahan, brosur, banner, dan lain lain. Pada masa seperti sekarang yang sudah memiliki teknologi canggih, masih ada usaha jasa percetakan yang berpromosi dengan cara manual.

Salah satu metode periklanan yang sudah sering digunakan adalah melalui internet, karena dianggap lebih cepat dan efektif dalam mempromosikan suatu produk atau jasa.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Penggunaan dan Penerapan Digital Marketing pada UMKM Kuliner “Ketoprak Jakarta”

Informasi usaha

Percetakan Rempang adalah usaha yang bergerak di bidang percetakan. Percetakan Rempang ini beralamat di kios KDA Blok A Nomor 22 Batam Centre. Percetakan ini telah berjalan selama kurang lebih selama 3 tahun. Percetakan Rempang beroperasi mulai dari hari Senin sampai dengan Sabtu mulai pukul 09.00-22.00.

Terkadang akan tutup lebih larut dikarenakan jam buka fotokopi tersebut terbilang fleksibel karena jam tutupnya tergantung ada atau tidaknya kegiatan di toko tersebut seperti orderan konsumen yang banyak dan menumpuk. Percetakan Rempang yang dipimpin langsung oleh Bapak Randy sendiri dan dibantu oleh satu orang karyawan.

Pada masa pandemi Covid-19 melanda Percetakan Rempang terkena dampak yang sangat berpengaruh terhadap omzet penjualan usahanya dikarenakan sepi konsumen atau pembeli karena mereka jarang keluar dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

“Omzet sebelum Covid-19 percetakan saya bisa dibilang tinggi yaitu mencapai Rp15.000.000 perbulannya,” ucap pemilik usaha. Pemilik sebelumnya mempromosikan usahanya melalui WhatsApp, spanduk yang ada di depan toko, dan juga melalui kenalan dari pemilik.

Teori Flower of Service

Jasa adalah suatu aktivitas ekonomi yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lainnya, bercirikan antara lain tidak berpindah kepemilikan, mendapat “value” dari menyewa atau akses suatu barang, pekerja, keahlian professional, fasilitas, jaringan, atau kombinasinya (Lovelock & Wirtz, 2011).

Baca Juga: Penerapan The Flower of Service pada Digital Marketing Loubak Sister

Facilitating Services (Layanan Fasilitas)

1. Informasi (Information)

Informasi sangat penting untuk menginformasikan tentang usaha bagi UMKM Percetakan Rempang agar dapat menambah costumer untuk menggunakan jasa tersebut sebelum melakukan pembelian.

Costumer dapat mencari refrensi dari media sosial agar mengetahui harga, kualitas kertas, lokasi, jam layanan dan lainnya. UMKM Rempang percetakan memberikan informasi kepada pelanggan melalui spanduk yang terpasang di depan toko, dan toko terletak di pinggir jalan sehingga orang yang berlalu lalang di depan toko dapat melihat dengan jelas informasi dari spanduk toko.

2. Pengambilan Pesanan (Order Taking)

Order taking dalam UMKM Percetakan Rempang menggunakan pemesan secara manual dengan cara costumer datang ke toko bisa juga melalui via digital seperti WhatsApp bagi yang sudah berlangganan lama dengan toko.

3. Penagihan (Billing)

Billing UMKM Percetakan Rempang masih secara manual dengan catatan pesanan yang dipesan oleh costumers.

4. Pembayaran (Payment)

Payment UMKM Percetakan Rempang masih menggunakan uang tunai belum bisa melalui non tunai atau transfer bank.

Enhancing Services (Nilai Tambahan)

Enhancing services adalah jasa yang dapat meningkatkan nilai tambahan untuk pelanggan.

1. Konsultasi (consultation)

Consultation dalam UMKM Percetakan Rempang ini memberikan tutorial cara mengirim file ke jasa fotokopi agar dapat diakses dengan mudah oleh jasa percetakan dan tidak terjadi kesalahan dalam proses percetakan yang dibutuhkan oleh costumer.

2. Hospitality

Hospitality UMKM Percetakan Rempang ini memberikan sarana parkir kendaraan untuk pelangganan yang datang untuk menggunakan jasa percetakan.

3. Safekeeping

UMKM Percetakan Rempang juga memiliki sarana tempat untuk penitipan barang.

Baca Juga: Pengembangan UMKM di Desa Musir Lor melalui Branding dan Digital Marketing

Penerapan Strategi Digital Marketing pada Usaha Percetakan Rempang

1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan berbagai jenis teknik pengumpulan data, tergantung teknik mana yang sesuai dengan jenis penelitian dan juga pencarian sumber datanya.

Teknik pengumpulan data sangat penting dalam penelitian untuk mengetahui permasalahan dan kondisi wirausaha secara lebih tepat dan jelas. Teknik yang penulis gunakan terhadap pemilik bisnis:

a. Teknik Wawancara dan Survei

Langkah selanjutnya adalah melakukan wawancara dengan pemilik fotokopi Rempang:

  1. Siapa nama pemililk usaha ini? Dan biasanya disapa dengan nama apa?
  2. Di tahun berapa berdirinya UMKM ini serta latar belakangnya?
  3. Jumlah karyawan yang berkerja di toko saat ini?
  4. Jam operasional dari jam berapa sampai dengan jam berapa? Dan buka setiap hari apa?
  5. Dampak dari pandemik Covid kepada UMKM? Bapak?
  6. Jumlah pendapatan yang diperoleh sebelum dan sesudah datangnya pandemi?

b. Observasi

Menurut (Sugiyono, 2018:229) observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Observasi juga tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek alam yang lain.

Penulis melakukan observasi terhadap strategi-strategi yang diterapkan oleh para pemilik UMKM tersebut dan mencatat apakah ada kekurangan yang dapat menyebabkan tidak efisiennya usaha UMKM ini.

Jika strategi yang diterapkan ternyata kurang, maka penulis mencoba mengajukan ide untuk mengimplementasikan strategi yang diinginkan pemilik, dengan harapan kedepannya usaha ini dapat berkembang lebih baik dari sebelumnya. 

2. Proses Perancangan Luaran

Langkah-langkah berikut ini yang digunakan untuk menyelesaikan proses perencanaan yang berlaku untuk bisnis Fotokopi Rempang meliputi:

  1. Lakukan riset dan survei pemilik usaha tentang kendala apa saja yang mereka hadapi dalam menjalankan UMKM.
  2. Merangkum dan mengidentifikasi apa saja yang pemilik butuhkan untuk memperkenalkan nama UMKM kepada publik.
  3. Menerima dan menawarkan saran desain sistem pemasaran yang disiapkan oleh penulis untuk pemilik UMkM.
  4. Desain sistem pembayaran, kode QR, mendaftarkan nama UMKM pemilik di media sosial seperti Instagram.
  5. Melaksanakan sistem pemasaran yang dirancang oleh penulis dan disetujui oleh pemilik usaha. 

Baca Juga: Metode SOSTAC Digital Marketing

3. Perancangan Luaran Kegiatan

Berikut adalah sistem periklanan dan pemasaran yang telah dibuat oleh penulis yang akan dimanfaatkan terhadap Percetakan Rempang:

  1. Di zaman yang modern sekarang ini, hampir semua orang sudah menggunakan sosial media, maka dari itu penulis menyarankan pemilik usaha untuk membuat akun sosial media seperti Instagram untuk melakukan pemasaran di aplikasi tersebut.
  2. Mendaftarkan Percetakan Rempang di aplikasi Instagram, penulis akan membantu segala proses dalam pendaftaran aplikasi tersebut serta akan mengajarkan cara kerja kepada pemilik melalui aplikasi Instagram.

4. Proses Implementasi Luaran

Di tahap praktik ini, implementasi yang dilakukan penulis untuk Percetakan Rempang yaitu dengan melakukan strategi pemasaran digital dan memakai promosi platform Instagram serta mendaftarkan Percetakan Rempang ke aplikasi Instagram agar masyarakat sekitar lebih mengenal dan tertarik untuk datang mencetak sesuatu di Percetakan Rempang.

a. Tahapan Implementasi Pertama

Di tahap ini, penulis merekomendasikan kepada pemilik toko untuk membuat akun media sosial seperti Instagram untuk toko Percetakan Rempang dan melakukan promosi dengan meng-upload foto di akun promosi Instagram.

Harapan dari penulis setelah melakukan promosi di media sosial, usaha Percetakan Rempang akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat.

b. Tahap Implementasi Kedua

Di tahap ini penulis membuat promosi dalam bentuk Qr code WhatsApp untuk toko, alamat email, dan nomor rekening untuk pembayaran.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan Gelar Pelatihan Digital Marketing di Kelurahan Pacarejo, Gunungkidul

5. Kondisi Setelah Implementasi

Hasil dari implementasi yang dilakukan penulis yaitu:

  1. Followers di media sosial (Instagram) naik, pemilik usaha memiliki media sosial untuk mempromosikan usahanya, pelanggan menjadi lebih mudah untuk bertransaksi dan menerima informasi mengenai harga dan lain-lain.
  2. Pemilik juga mendapatkan pelanggan baru melalui aplikasi Instagram setelah dari promosi yang dilakukan oleh penulis.
  3. Pelanggan menjadi mudah untuk membayar melalui rekening setelah penulis membuatkan QR code WhatsApp yang sudah tertera nomor rekening pemilik usaha.

Demikian artikel ini dibuat, semoga dengan dibuatnya artikel ini dapat membantu usaha anda dalam mengembangkan peningkatan pelayanan dan strategi pemasaran.

Penulis: 

1. Fridesy Dwi Putri
2. Chintya Kharina
3. Hayrany
4. Ratu Olivia
5. Reza
Mahasiswa Manajemen Universitas Internasional Batam

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI