Perkenalkan “Melanospy” Inovasi Anak Bangsa untuk Sistem Screening Awal Kanker Kulit Menggunakan Image Processing dan Algoritma Kecerdasan Buatan

"Melanospy"
Sumber: dokumentasi pribadi.

Lima mahasiswa Universitas Andalas berhasil menciptakan sistem pendeteksi dini kanker kulit melanoma maligna. Melanoma Maligna adalah jenis kanker kulit yang paling ganas di antara jenis kanker kulit lainnya, melanoma dapat menyebar ke jaringan tubuh lainnya jika tidak segera ditangani.

Pendeteksian dini melanoma maligna sangat diperlukan untuk mengurangi keparahan akibat kanker kulit tersebut. Pendeteksian melanoma maligna sebelumnya dilakukan dengan metode biopsi yang berpotensi menyebabkan infeksi dan perdarahan lokal. Dengan adanya alat ini, diharapkan dapat mengurangi biopsi dan efek yang ditimbulkannya.

Diagnosis melanoma dilakukan dengan pemeriksaan fisik untuk menganalisa apakah lesi tersebut melanoma atau tidak, pemeriksaan fisik melihat ciri dari tahi lalat atau luka kulit yang terindikasi melanoma dengan melihat ciri berupa asimetri, tepi yang tidak beraturan, warna yang bervariasi, diameter lebih dari 6 mm, dan berubah ukuran (berevolusi).

Bacaan Lainnya

Pemeriksaan fisik oleh dokter sangat bergantung pada kemampuan dan jam terbang dokter, sehingga dapat memunculkan salah diagnosis atau diagnosis yang tidak tepat.

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, lima mahasiswa Universitas Andalas yakni M. Qolbi Al-Zikri (Teknik Elektro 2020), Muhammad Rizieq Rizaldi (Teknik Elektro 2020), Ilham Hanafi (Pendidikan Dokter 2021), Defri Ananda (Teknik Industri 2020), dan Elandra Maulana (Teknik Komputer 2020) yang dibimbing oleh Prof. Dr. Eng Muhammad Ilhamdi Rusydi, M. T. berinovasi untuk menciptakan sebuah sistem baru dalam screening awal melanoma berdasarkan gambar yang diolah dan diklasifikasikan oleh algoritma kecerdasan buatan.

Sumber: dokumentasi pribadi.

Sistem deteksi awal ini diberi nama Melanospy. Sistem ini terdiri dari alat dan aplikasi yang saling terintegrasi. Melanospy dibangun untuk menjawab permasalahan pendeteksian melanoma maligna yang memerlukan alat canggih dan penginterpretasian hasil alat yang hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis kulit.

Melanospy nantinya diharapkan dapat membantu pendeteksian dini melanoma oleh tenaga kesehatan di layanan kesehatan primer bahkan di daerah 3T sekalipun.

Hasil pendeteksian menggunakan alat dapat dilihat secara realtime di monitor Melanospy dan mobile apps yang sudah terintegrasi. Sistem ini dapat dikembangkan untuk jenis penyakit kulit lainnya (penyakit kulit selain melanoma).

Sumber: dokumentasi pribadi.

Zikri selaku ketua tim mengatakan bahwa sistem ini adalah sebuah terobosan baru yang merupakan pengembangan dari sistem yang sudah ada sebelumnya.

Prototipe ini memiliki fitur yaitu menerapkan algoritma baru untuk memprediksi kedalaman (breshlowthickness) kanker kulit berdasarkan gambar menggunakan multi spectral imaging, serta dilengkapi dengan kamera resolusi 64 MP dan sensor jarak. Melanospy juga dilengkapi dengan LCD layar sentuh 7 inch guna memudahkan penggunaan dari alat.

Proses pembuatan alat ini mendapat pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa dengan skema Karsa Cipta (PKM – KC) tahun 2023.

PKM KC ini merupakan salah satu program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mewadahi kreativitas dari seluruh mahasiswa Indonesia. Dengan dukungan ini, proyek ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.

“Karya yang kami ciptakan ini merupakan sebuah prototipe siap untuk diuji coba dan masih dalam pengembangan. Kami berharap hasil rancangan kami ini dapat diwujudkan guna bermanfaat bagi banyak orang dan memacu inovasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya,” ujar Zikri.

Ikuti perjalanan tim Melanospy dalam ajang program kreativitas mahasiswa melalui Instagram melanospy_pkmkc, Youtube melanospy_pkmkc, dan Facebook melanospy pkm kc.

Penulis: M. Qolbi Al Zikri
Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Andalas

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0811-2564-888
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.