Kuliah vs Langsung Kerja: Siapa yang Lebih Berpeluang Mendapatkan Pekerjaan?

Kuliah vs Kerja
Kuliah vs Kerja (Sumber: Penulis)

Kuliah dan kerja memiliki peran penting dalam kehidupan seseorang. Kuliah memberikan kita kesempatan untuk bisa belajar lebih spesifik dengan bidang yang kita pilih, dengan bekal pendidikan yang lebih memumpuni seseorang menjadi lebih siap untuk bersaing di pasar kerja.

Sementara itu, bekerja adalah cara kita untuk menerapkan pengetahuan yang kita dapatkan dari pendidikan serta menjadi sarana untuk dapat mandiri secara finansial.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Lulusan kuliah umumnya memiliki kesempatan yang lebih besar dalam hal peluang kerja, karena mereka telah mendapatkan pendidikan formal yang diakui dan disertai dengan keahlian yang spesifik sesuai dengan jurusan yang dipilih. Gelar sarjana dan diploma sering kali menjadi syarat utama di berbagai jenis pekerjaan, terutama di bidang professional seperti hukum, teknik, kedokteran, akuntan, perawat dan lain-lainnya.

Meskipun kuliah memberikan banyak manfaat, bukan berarti bagi mereka yang tidak berkuliah tidak memiliki peluang untuk bisa sukses dalam dunia kerja, karena banyak pekerjaan yang lebih mengutamakan keterampilan dan pengalaman dibandingkan gelar akademis, seperti Content creator, Blogger, mekanik, perdagangan dan lain-lainnya.

Banyak Perusahaan dan bisnis yang lebih mengutamakan pengalaman dan keterampilan ketimbang gelar akademis. Orang-orang yang tidak berkuliah sering memulai karirnya lebih awal dan mengumpulkan pengalaman lebih banyak di lapangan.

Jeminem (45) saat sedang menjalankan wawancara (Sumber Dokumentasi: Nabiha Nibrassakhialea Fahmi)

Menurut Jeminem (45) seorang pengusaha laundry, meskipun sarjana lebih diutamakan namun hal ini tidak menjamin mereka mendapatkan pekerjaan sesuani bidang yang mereka pilih: “Sekarang rekruter banyak mencari lulusan sarjana atau diploma. Namun, bukan berarti lulusan kuliah bisa terjamin 100% mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusan pilihannya. Lulusan sarjana lebih berpeluang mendapatkan karir yang formal dan profesional dibandingkan yang langsung bekerja karena yang langsung bekerja lowongannya lebih terbatas (tidak memerlukan kemampuan yang spesifik dibidang tertentu)”, ujarnya.

Peluang kerja tidak hanya ditentukan oleh apakah seseorang memiliki gelar pendidikan tinggi atau tidak, tetapi ada beberapa faktor lain yang lebih berpengaruh dalam proses perekrutan. Salah satu faktor utama adalah keterampilan dan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknokogi, memiliki keterampilan soft skill yang mumpuni seperti komunikasi, problem solving, leadership dan manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan oleh Perusahaan.

Fahmi (47) saat sedang menjalankan wawancara (Sumber Dokumentasi: Nabiha Nibrassakhialea Fahmi)

Fahmi (47) seorang Pegawai Negeri Sipil menambahkan bahwa kuliah memberikan keunggulan, rekruter pada akhirnya mencari lebih dari sekedar gelar “Kuliah memang lebih berpeluang namun ketika sudah masuk dunia kerja yang dicari rekruter lebih dari gelar yaitu keterampilan, adab, dan kejujuran. Meskipun sarjana tapi tidak memiliki keterampilan, adab, dan kejujuran maka tidak akan dipakai di manapun, gelar memang penting tapi ada yang lebih penting dari itu”, jelasnya.

Baca juga: Kuliah atau Kerja?

Jaringan atau networking juga memiliki peran yang sangat besar terhadap peluang kerja. Membangun relasi dengan orang orang yang bekerja di industri yang sama ataupun berbeda, komunitas, kuliah, bisa membuka peluang kerja yang tidak selalu dipublikasikan secara luas.

Kaysa Aulia (19) saat sedang menjalankan wawancara (Sumber Dokumentasi: Nabiha Nibrassakhialea Fahmi)

Kaysa Aulia (18) seorang mahasiswi Universitas Andalas mengatakan, “Networking itu penting. Dengan networking yang kuat itu bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena banyak lowongan kerja yang tidak di publikasikan dan yang paling penting jangan sampai terjerumus ke networking yang salah”.

Ziqri Faiz Yusril (18) saat sedang menjalankan wawancara (Sumber Dokumentasi: Nabiha Nibrassakhialea Fahmi)

Ziqri Faiz Yusril (18) seorang mahasiswa Universitas Andalas menambahkan, “Peluang kerja memiliki keterkaitan sangat dekat kuliah, karena dengan berkuliah seseorang memiliki banyak relasi dan memiliki jaringan pekerjaan sangat luas sehungga peluang pekerjaan yang lebih besar”.

Kuliah dan kerja memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Kuliah menawarkan pendidikan formal yang membuka peluang karir yang profesional. Namun gelar saja tidak cukup untuk menjamin mendapatkan pekerjaan yang layak karena yang terpenting dari semua itu adalah keterampilan, soft skills, dan keahlian.

Karena walaupun memiliki gelar sarjana atau diploma tetap tidak akan sulit mendapatkan pekerjaan jika tidak memiliki keterampilan dan keahlian.

IP yang tinggi akan mengantarkan kita pada panggilan wawancara, titik. Tapi kualitas kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi dan analytical thinking yang akan mengantarkan kita ke masa depan, (H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D.).

Ijazah itu tanda anda pernah bersekolah, bukan tanda anda pernah berpikir, (Drs. Rocky Gerung).

 

Penulis: Nabiha Nibrassakhialea Fahmi
Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Andalas

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait