Dari Narasi ke Analisis

Dari Narasi ke Analisis
Ilustrasi Narasi dan Analisis (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Bahasa dan Teknologi

Pesatnya perkembangan teknologi, menjadikan informasi lebih banyak didapat dan cepat penyebarannya dari satu pengguna ke pengguna yang lain. Dalam konteks pendidikan yang beriringan dengan teknologi atau disebut dengan pendidikan modern, analisis informasi secara mendalam dan kritis menjadi tuntutan bagi siswa itu sendiri.

Sayangnya, dilihat dari proses pembelajaran bahasa Indonesia yang seringkali terfokus pada penguasaan naratif, mengakibatkan siswa kurang terlatih untuk berpikir kritis melalui analisis. Maka dari itu, pembahasan kali ini mengenai teks narasi dan analisis sebagai sarana meningkatkan berpikir kritis.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Narasi dan Berpikir Kritis

Dimulai dari definisi teks narasi menurut Lisa, dkk (2019) mengatakan bahwa narasi merupakan sebuah kronologi dari suatu kejadian atau peristiwa yang diceritakan dengan teks.

Sedangkan, menurut Paul dan Elder (2006) mengemukakan dalam proses pembelajaran bahasa indonesia, siswa tidak sekedar menghafal, tetapi harus memahami dari gagasan, konsep, ide, dan makna yang terkandung dalam suatu bacaan atau tulisan yang dibuat untuk mencapai keterampilan berpikir kritis.

Dari beberapa pernyataan tersebut dapat disimpulkan pentingnya kemampuan berpikir kritis seperti menganalisis fakta secara logis, mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda, dan membuat keputusan rasional dalam mengkaji suatu informasi yang membaha suatu kejadian atau peristiwa.

Beberapa penelitian telah menunjukan bahwa menyatukan antara berpikir kritis dengan pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan membaca, menambah pengetahuan, dan hasil belajar siswa.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh N bin S Alleha dan Khadijah Abdul R (2017) diperoleh strategi pembelajaran keterampilan berbahasa dan berpikir kritis dapat meningkatkan berpikir kritis siswa secara signifikan. Oleh karena itu, pengembangan berpikir kritis siswa harus dimasukan dalam pembelajaran sebagai bagian integral yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia.

Baca juga: Pengakuan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Resmi Unesco: Pencapaian dan Dampak Positif di Kancah Intenasional

Komponen dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Bahasa sebagai sarana komunikasi dan ekspresi, tentu diperlukan pengembangan berpikir kritis agar siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia secara efektif dan kritis. Terdapat komponen berpikir kritis yang di dalamnya mencakup aspek penting ketika mengkaji suatu informasi, argument, bukti secara kritis, objektif, dan sistematis.

Berikut beberapa komponen berpikir kritis yang dapat diidentifikasi oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia:

1. Sikap

Keseriusan dalam mengkaji permaslahan atau topik yang dibahas harus melibatkan proses analisis yang berfokus pada pembuktian atau validasi dengan menganalisis dan evaluasi fakta serta argumen yang dikumpulkan,

2. Keputusan

Informasi yang terkumpul harus dianalisis dengan berpikir kritis untuk mewadahi pengambilan keputusan agar tercapainya solusi yang terbaik.

3. Inferensi

Dari informasi yang terkumpulan dan dijelaskan kembali secara sederhana dapat mencerminkan kemampuan siswa dalam mengkaji suatu infomasi dan menarik kesimpulan yang bersifat evaluatif,

Dilihat dari beberapa komponen tersebut, berpikir kritis memiliki peran yang penting dan dasar dalam proses belajar dan pembelajaran bahasa Indoneisa agar lebih berkesan dan efektif bagi siwa. Selain itu, guru dapat menghubungkan keterampilan berpikir kritis ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia diantaranya sebagai berikut:

  1. Ajukan berbagai pertanyaan yang bersifat terbuka dan menantang
  2. Mendorong diskusi interaktif di kelas
  3. Memberikan tugas menulis karangan argumentatif
  4. Minta siswa mengevaluasi informasi secara kritis
  5. Kirimkan proyek penelitian dan investigasi sederhana

Simpulan dan Saran

Dalam proses belajar dan pembelajaran bahasa Indonesia yang mengintegrasikan dengan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pendekatan narasi ke analisis baik itu komponen atau hubungan dapat dijadikan kunci pengembangan berpikir kritis.

Pendidikan bahasa bukan sekedar melatih kemampuan berkomunikasi yang baik, tetapi sebagai sarana membentuk karakter siswa untuk berpikir kritis dan analitis dalam mengkaji suatu informasi atau pesan yang disampaikan berupa lisan atau tulisan yang disajikan dengan cepat dan mudah didapat pada era teknologi.

Selain itu, untuk mendorong dan memperkuatan pendidikan bahasa yang fokus pada analisis dapat dilakukan dengan inovasi pada kurikulum pembelaja

 

Penulis: Syachrul Syarifudin
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indoneisa, Universitas Siliwangi

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait