PMM UMM Kembangkan Sistem Hidroponik Berbasis IoT sebagai Upaya Pengembangan Lingkungan Kampung Gumuk

PMM UMM
PMM UMM.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PPM) merupakan kegiatan yang suatu kegiatan wajib dilakukan oleh seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang aktif. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PPM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Ada beberapa jenis PMM yang diadakan setiap tahunnya oleh UMM salah satunya adalah PMM Bhaktiku Negeri yang memiliki waktu pelaksanaan minimal 140 jam dengan lokasi pelaksanaan yang ditentukan oleh mahasiswa sendiri.

Salah satu tim mahasiswa UMM yang tergabung dalam kegiatan PMM Bhaktiku Negeri adalah kelompok 33 gelombang 2 yang berada di bawah naungan dosen pembimbing Widianto, ST., MT. yang beranggotakan lima orang yakni Priyo Dwi Trisno Mukti (202010370311075), Varrel Rizalvyno Zaidan Firdaus (202010370311052), Rosi Andreyna Buntari Putri (202010370311080), Savireza Salsabil Faradha (202010370311084), dan Farah Najwa Azzahra (202210410311275).

Kegiatan PMM Bhaktiku Negeri dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2024 di Dusun Gumuk, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tema yang diangkat oleh kelompok 33 gelombang 2 adalah  peran mahasiswa dalam rangka pembangunan dan pengembangan lingkungan sekitar kepada masyarakat Kampung Gumuk.

Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah perancangan sistem hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). IoT merupakan suatu benda yang ditanamkan teknologi seperti sensor dan software yang saling terhubung dengan sebuah perangkat sebagai media komunikasi berbasis internet.

Sistem hidroponik yang dikembangkan dalam kegiatan PMM Bhaktiku Negeri menggunakan metode wick, yang memanfaatkan kain flanel sebagai penyerapan air sehingga tanaman tetap mendapatkan air meskipun tanpa disiram.

Sistem tanaman hidroponik yang dibuat menggunakan air dan rockwool untuk menggantikan tanah sebagai media tanam. Sistem hidroponik dilengkapi dengan pompa air yang mengalirkan air sehingga sirkulasi air berjalan dengan baik. Tim PMM juga menciptakan sebuah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dan kelembapan.

Dengan menggunakan Arduino UNO, LDR, dan DHT11 dapat memberikan peringatan jika jumlah cahaya atau kelembapan berada di bawah batas minimal. Sistem tanaman hidroponik yang dikembangkan akan diserahkan kepada Kepala Dusun untuk disalurkan kepada tempat yang membutuhkan.

Penulis: Savireza Salsabil Faradha
Mahasiswa Informatika, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.