Program Balitung (Baca, Tulis, Hitung) dengan Risiko Terjadinya Stres Akademik pada Anak SD UPT Satuan Pendidikan SDN Lecari Sukorejo

Pendidikan
Program Balitung (Baca, Tulis, Hitung)

Persoalan membaca, menulis, dan berhitung atau Balitung memang merupakan fenomena tersendiri. Kini menjadi semakin hangat dibicarakan para orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah, mereka khawatir anak-anaknya tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolahnya nanti jika sedari awal tidak dibekali keterampilan membaca, menulis, dan berhitung.

Padahal pada rentang usia dini anak dikenal mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa di mana anak mulai peka atau sensitif untuk menerima berbagai rangsangan.

Masa ini merupakan masa peletak dasar pertama untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik, bahasa, sosio-emosional dan spiritual. Hal tersebut membuat para orang tua akhirnya sedikit memaksa anaknya untuk belajar Balitung.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Produktif Bersama: Pemberdayaan Perpustakaan dengan Menghidupkan Bimbingan Belajar Membaca Siswa SDN Kelapa Dua Serang

Meskipun Pratiwi (2015) menyatakan anak usia dini yang sudah menguasai Balitung akan lebih untuk menempuh jenjang pendidikan di SD. Hal tersebut tidak akan menjadi sesuatu hal yang positif jika pemberian Balitungnya diberikan secara terburu-buru atau dipaksa sehingga tidak memperhatikan kondisi mental dan perkembangan anak.

Istiyani (2013) menyatakan dalam penelitiannya bahwa Balitung memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif di antaranya anak-anak menguasai kemampuan baca, tulis, hitung lebih dini atau cepat, sehingga lebih mudah menyesuaikan pada saat mengikuti proses pembelajaran di sekolah masing-masing.

Dampak negatif di antaranya pembelajaran Balitung yang tidak mempertimbangkan kondisi psikis anak usia dini akan berdampak secara psikis, misalkan anak mengalami kejenuhan atau bosan dalam belajar, masa bermain mereka tereduksi dengan padatnya jadwal belajar mereka secara formal.

Pada pembelajaran Balitung yang tidak menggunakan metode untuk anak usia dini, cenderung menghilangkan konteks belajar pada anak usia dini.

Pembelajaran Balitung untuk anak usia dini.

Dampak negatif dari pembelajaran Balitung di atas memiliki kesamaan dengan pengertian dari stres akademik. Stres akademik merupakan kondisi stres perasaan tidak nyaman yang dialami siswa akibat adanya tuntutan sekolah yang dinilai menekan sehingga memicu terjadinya ketegangan fisik, psikologis, dan perubahan tingkah laku, serta dapat mempengaruhi prestasi belajar.

Dapat disimpulkan bahwa stres akademik yaitu suatu keadaan atau kondisi berupa gangguan fisik, mental atau emosional yang disebabkan ketidaksesuaian antara tuntutan lingkungan dengan kemampuan yang dimiliki siswa.

Berdasarkan pengertian dari stres akademik, memiliki kesamaan dengan dampak negatif dari pembelajaran Balitung.

Meskipun dampak negatif dari pembelajaran Balitung yang dilakukan secara berlebihan dan tidak berdasarkan prinsip pembelajaran dan aturan sudah diketahui risikonya, namun dampak dari pembelajaran Balitung terhadap stres akademik belum banyak dibahas.

Berdasarkan hal tersebut, menimbang perlu secara khusus mengkaji pembelajaran Balitung antara risiko stres akademik pada anak usia dini serta melakukan metode Balitung dengan cara yang menyenangkan serta menarik anak misalnya dengan membuat media pembelajaran yang menarik seperti membuat video animasi, Power Point yang menarik, dan membaca menggunakan gambar yang menarik untuk literasi.

Baca Juga: Taman Baca Bersama Anak Desa Guna Meningkatkan Budaya Membaca pada Anak

Untuk numerasi bisa menggunakan media pembelajaran misalnya membuat papan perkalian, pembagian, pengurangan, dan penjumlahan yang menarik yang mana papan perkalian tersebut bisa dibuka tutup oleh siswa.

Serta membuat game di tengah-tengah pembelajaran agar anak tidak merasa bahwa dia sedang belajar melainkan belajar dan bermain.

Contoh media pembelajaran Balitung.

Balitung memiliki peran terhadap terjadinya stres akademik pada anak usia dini. Balitung memang diperbolehkan diajarkan kepada anak usia dini, akan tetapi hal tersebut harus berdasakan aturan yang ada.

Jika penerapan Balitung dilakukan secara terburu-buru dan menggunakan metode yang salah maka stres akademik ini berisiko terjadi kepada anak usia dini. Tuntutan masuk sekolah dasar anak bisa Calistung dan mengesampingkan pengembangan karakter menjadikan stres akademik ini berisiko terjadi kepada anak.

Penulis: Sarah Aliyah Sabhirah
Mahasiswa Teknik Industri UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI