Sejarah tentang Pendidikan di Indonesia dalam Aspek Pancasila Kewarganegaraan

Pendidikan
Ilustrasi: istockphoto

Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional), pemilihan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas ini diambil dari tanggal lahir sosok Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara.

Salah satu yang identik dengan beliau ini adalah Tut Wuri Handayani. Makna dari Tut Wuri ini adalah “di belakang” atau “mengikuti dari belakang” dan Handayani yang berarti “memberikan semangat”.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai pendidikan, yaitu upaya konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Problema Pendidikan Indonesia

Ki Hadjar Dewantara berperan penting sebagai pelopor pendidikan nasional di Indonesia dan dikenal sebagai Bapak Pendidikan, beliau memiliki nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, sejak tahun 1922 beliau berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara.

Sejak kecil beliau memiliki sifat yang independen, non konformis, dan merakyat. Melalui pendidikan inilah Ki Hadjar Dewantara berjuang melawan penjajah belanda pada masa itu.

Pendidikan berasal dari kata didik yang berarti memelihara atau membentuk, pendidikan memiliki arti yang sangat penting dan luas untuk membentuk jati diri manusia, melalui pendidikan kita dapat berfikir secara kritis dan berdemokrasi.

Dengan pendidikan ini menjadi pintu terdepan oleh manusia untuk menjadi manusia yang berkualitas dan berintegrasi tinggi. Oleh sebab itu, pendidikan harus dikelola dengan baik dan dikembangkan secara pesat dan menyeluruh, agar setiap manusia menjadi manusia yang terdidik dalam hal apapun itu.

Karena pada hakikatnya, pendidikan ini tidak terlepas dari kehidupan manusia. Karena pendidikan ini menjadi media sebagai pembina kepribadian dan fikiran manusia. Kualitas manusia sebagai makhluk multi dimensional ditentukan oleh pendidikannya.

Secara alami, pendidikan adalah kebutuhan mendasar yang dibutuhkan manusia, dan perlu disadari mutu pendidikan pada zaman sekarang ini adalah hasil pendidikan atau pembelajaran yang diperoleh oleh orang tua dan pendidik pada zaman dahulu.

Jadi maksudnya di sini adalah mendidik anak sama saja dengan mendidik bangsa ini untuk menjadi bangsa yang bermutu dalam hal pendidikan. Dengan kata lain mutu pendidikan di masa sekarang adalah penentu akan kemana arahnya bangsa ini.

Untuk menjadikan sistem pendidikan ini bermutu, kita harus mengkaji terlebih dahulu keadaan yang akan dihadapi oleh bangsa ini. Oleh karena itu sebagai pendidik harus tau terlebih dahulu sifat dan perilaku masyarakat yang akan dihadapi, agar nantinya sistem pendidikan dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Membentuk Moral Generasi Z sebagai Penguasa Masa Depan Bangsa

Perlu kita ketahui bahwa negara ini bukan terdiri dari satu golongan saja tetapi memilki banyak ras, suku, agama. Atau disebut Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga mereka mengerti bahwa perbedaanlah yang membentuk negara ini.

Proses pendidikan di sekolah sejatinya adalah bagaimana mengantarkan para peserta didik untuk menjadi warga negara yang baik dan dapat berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Ki Hadjar Dewantara menyebutkan bahwa pengaruh pendidikan dapat memerdekakan manusia atas hidupnya secara lahir, karena manusia yang merdeka adalah manusia yang hidupnya baik maupun batin tidak bergantung pada orang lain dan tidak melakukan perpecahan.

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Pendidikan Pancasila merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar kita dapat mengembangkan potensi diri untuk memiliki kemampuan, kepribadian, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi yang konstruktif dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan dan Pancasila memiliki hubungan dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari, karena itu sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila.

Baca Juga: Pentingnya Pendidikan Pancasila di Tengah Arus Globalisasi

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan student centered learning, untuk mengembangkan knowledge, attitude, dan skill sebagai calon pemimpin bangsa dalam membangun jiwa profesionalitasnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai kaidah penuntun sehingga menjadi warga negara yang baik. 

Penulis: Sania Ananda
Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI