Sempitnya Pendidikan di Tengah Meluasnya Covid-19

Virus Corona merupakan virus yang saat ini banyak diperbincangkan di dalam masyarakat, karena bentuk dan waktu penyebarannya yang sangat cepat. Sampai kini setidaknya ada 152 negara yang terinfeksi virus Corona termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Virus ini merupakan zoonosis, artinya virus ini menular dari hewan kepada manusia. Tapi sekarang pun virus ini menular antar sesama manusia. Gejala dari virus ini sangat susah dikenali, sehingga untuk mengetahui gejalanya dibutuhkan waktu sekitar 2-14 hari. Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang diperoleh pada tanggal 27 Maret 2020 yaitu masyarakat yang positif covid-19 adalah 1.046  jiwa, yang sembuh (positif covid-19) adalah 46 jiwa, dan yang meninggal (positif covid-19) adalah 87 jiwa.

Pada awalnya virus ini dianggap sepele oleh masyarakat Indonesia. Sebelum akhirnya ada 2 masyarakat Indonesia lebih tepatnya di daerah depok yang positif covid-19, dari hal ini membuat pemerintah melakukan banyak tindakan dalam menanggulangi virus tersebut seperti mengetes secara langsung kepada sejumlah masyarakatnya, bahkan sampai me lockdown kegiatan/aktivitas masyarakat. Dari beberapa tindakan pemerintah tersebut mempunyai dampak negatif dalam lingkungan ekonomi, politik, budaya, sosial, bahkan pendidikan. Hal tersebut menyebabkan keresahan pada masyarakat seperti berhentinya aktivitas bekerja, harga sembako naik drastis, proses pendidikan terganggu dan sebagainya.

Dalam menanggapi dalam bidang pendidikan pemerintah melakukan tindakan lockdown baik itu pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA, Universitas/Perguruan tinggi, atau pendidikan non formal seperti TPQ, Majelis Ta’lim, Pondok pesantren, dan sebagainya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari upaya untuk meminimalisir semakin meluasnya virus Corona dalam masyarakat. Dalam hal ini, kebijakan menutup sekolah di dunia berdampak pada hampir 421,4 juta jiwa anak-anak dan remaja di dunia. Negara yang terkena dampak tersebut melakukan kegiatan belajar dalam bentuk pembelajaran jarak jauh. Kemendikbud pada saat ini siap dengan semua skenario, termasuk penerapan bekerjasama untuk mendorong pembelajaran secara daring untuk para siswa. Hal ini tidak bermasalah bagi Perguruan tinggi yang sudah menggunakan akademik berbasis daring.

Salah satu contoh IAIN Pekalongan sebagai Institut Islam Negeri di Pekalongan yang menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem daring. Beberapa platform belajar online yang bisa diakses oleh pelajar atau pengajar diantaranya Google Classroom, Ruang Guru, Quipper, dan lain sebagainya.

Pandemi Corona ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa. Di Indonesia sendiri, sebagai bangsa yang besar harus mampu melalaui segala masalah yang ada. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya teknologi-teknologi karya anak bangsa untuk memberikan pelayanan kuliah secara daring. Dengan harapan bangsa ini menjadi bangsa yang teruji dan layak untuk menjadi bangsa yang hebat suatu saat.

Maisy Maslikhah
Mahasiswa IAIN Pekalongan

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI