Ajak Masyarakat Perangi Sampah Diapers, Mahasiswa HI UMM Gelar Workshop “Rediapered Action” di Desa Junrejo

Workshop "Rediapered Action"
Workshop "Rediapered Action".

Sampah diapers atau popok memang sampah yang sangat meresahkan. Karena sampah diapers ini memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan hingga ratusan tahun untuk dapat diurai.

Hal ini karena bahan dasar diapers atau popok ini terbuat dari  55 persen material plastik. Sehingga tidak mengherankan apabila diapers ini sangat sulit diurai oleh alam. Selain itu juga, diapers juga di dalamnya mengandung 42 persen senyawa kimia Super Absorbent Polimer (SAP).

Dengan kandungan-kandungan yang cukup berbahaya yang ada dalam diapers ini, dapat dibayangkan seberapa mengerikannya apabila sampah ini terus dibiarkan.

Masih banyak masyarakat yang membuang sampah diapers ini ke sungai, ya karena memang diapers ini sangat sulit untuk diolah. Masih banyak orang yang menganggap diapers atau sampah popok ini sebagai barang yang menjijikkan.

Jadi, tidak heran apabila masih banyak masyarakat memilih untuk membuang diapers ini ketimbang untuk diolah untuk barang-barang yang bernilai ekonomis dan bermanfaat. Padahal jika diapers ini dibersihkan sebelum waktu 24 jam, diapers ini tidak akan bau.

Karena jel yang ada di dalam diapers ini belum bereaksi terhadap kotoran. dan juga banyak barang-barang yang dapat diciptakan dari adanya daur ulang sampah diapers ini.

Dengan melihat kebiasaan masyarakat yang masih suka membuang sembarangan diapers sekali pakai ini, dikhawatirkan kedepannya sampah diapers ini dapat menimbulkan permasalahan baru, seperti membuat lingkungan sungai menjadi tercemar. Ataupun ketika sampah diapers ini ditimbun akan menimbulkan masalah kualitas air tanah.

Melihat permasalahan ini, rekan-rekan dari mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang bersama dengan Sabers Pungli dan juga Desa Junrejo mengadakan workshop yang dilaksanakan pada hari Minggu pagi tanggal 7 Januari.

Acara yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Perum Wastu Asri Desa Junrejo mengambil judul “Rediapered Action”. Kegiatan workshop ini bertujuan dalam memberikan wawasan serta pengetahuan mengenai pengolahan sampah diapers dengan baik dan benar kepada ibu-ibu PKK di Desa Junrejo.

Menurut koordinator kelompok 15, Vivi Alayda Anwar mengatakan, “Kegiatan ini kami gagas sebagai luaran mata kuliah Gerakan Sosial Global di Prodi HI UMM, makna #Junresik sendiri adalah Junrejo Resik selaras dengan harapan kami terhadap pengelolaan sampah di Junrejo dapat dioptimalkan.”

Karena masalah sampah ini merupakan permasalahan yang harus dihadapi bersama. Masalah sampah adalah masalah global, dan mahasiswa sebagai kader yang harus terjun langsung ke masyarakat.

Menurut Dosen Pengampu, Ruli Inayah Romadhoan, “Prodi HI UMM saat ini bukan hanya belajar ilmu dan teoritis namun juga praktik langsung, saya berharap mahasiswa dapat mengembangkan kreatifitas mereka dikegiatan ini.” Sehingga dengan adanya acara workshop ini diharapkan mahsiswa dapat mengetahui secara dalam permasalahan dari bawah, serta dapat memberikan wawasan dan solusi kepada masyarakat.

Desa Junrejo yang saat ini tengah berjuang dan bersemangat untuk menangani permasalahan sampah di desanya menyambut baik adanya agenda workshop ini.

Karena diapers ini merupakan sampah khusus sehingga memerlukan perlakuan khusus untuk mengolahnya, teman-teman dari mahasiswa HI UMM menghadirkan narasumber yakni Ibu Yunita Lestari Ningsih.

Ibu Yunita ini merupakan salah satu tokoh kader lingkungan, beliau ini juga sudah cukup lama menggeluti dunia pengolah sampah diapers menjadi barang-barang yang memiliki nilai ekonomis. Tidak sedikit barang-barang buatan Ibu Yunita ini, mulai dari tas, dompet, id Card, asbak, pot tanaman, sandan dan lain sebagainya. Dan semuanya ini sudah banyak laku di pasaran.

Menurut ibu Yunita ini sendiri, “Sampah diapers ini merupakan sampah yang cukup banyak dan juga untuk diurai secara alami juga sangat sulit. Dan masih banyak masyarakat yang membuang sampah diapers ini ke sungai maupun ditimbun. Yang mana hal ini dapat berdampak negatif bagi lingkungan.”

Dalam acara workshop “Rediapered Action”, Ibu Yunita menyampaikan materi terkait pengolahan sampah diapers dengan baik dan benar.

Selain memberikan materi dalam workshop ini juga, para ibu-ibu PKK Desa Junrejo yang hadir diajarkan bagaimana cara membersihkan diapers hingga dapat menjadi berbagai macam barang-barang kreasi yang nantinya dapat dijual.

Selain itun juga, para peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK Desa Junrejo diajarkan langsung untuk praktik bagaimana cara membuat tas dan dompet yang berbahan dasar dari diapers.

Diharapkan dengan adanya workshop “Rediapered Action” yang diadakan oleh mahasiswa HI UMM ini, dapat menjadi pemantik semangat masyarakat untuk agar tetap berkomitmen penuh dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bersama memerangi sampah dengan cara mendaur ulang dan memilah sampah dari lingkungan rumah tangga.

Penulis: Ni Made Ayu Suwandewi Ulil Amri
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI