Corona Tidak Menggugurkan Tugas dan Kewajiban

corona

Wabah Virus Corona yang diklaim sebagai penyakit pandemi ini mulai menggemparkan dunia sejak awal tahun 2020 ini. Menurut WHO atau World Health Organization, Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa Coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit coronavirus COVID-19.

Wabah Virus Corona yang saat ini sedang terjadi tentunya menjadi keresahan bersama. Penyebaran virus yang sangat cepat membuat masyarakat dilanda kepanikan. Pertanggal 19 April 2020, WHO mengakumulasikan sudah ada 2.322.512 total kasus yang ada di dunia. Perharinya pasti saja angka tersebut sudah bertambah berkali-kali lipat. Virus tersebut dapat dengan mudah ditularkan lewat cairan batuk maupun bersin dari seseorang yang dinyatakan positif mengidap corona.

Dikarenakan merebaknya wabah virus pandemi ini, berbagai aspek kehidupan pun terkena imbasnya. Bukan lagi hanya sekadar sektor kesehatan saja yang terkena imbasnya, pendidikan, ekonomi dan  politik juga sudah mulai terugikan dengan adanya wabah ini. Sektor kesehatan saat ini sedang kewalahan dengan membludaknya pasien yang terjangkit Virus Corona. Pertanggal 19 April 2020, sudah ada 6.573  kasus terkonfirmasi di Indonesia. Angka tersebut terus meningkat semenjak tiga minggu ini. Tingkat kesehatan masyarakat, bahkan tenaga medis sekali pun menurun. Terbukti dengan adanya kabar duka dari beberapa tim medis yang meninggal karena tertular virus dari pasien yang ditanganinya.

Perekonomian Indonesia pun turut terkena imbasnya. Asian Development Bank (ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional hanya sebesar 2,5 persen pada tahun 2020 atau terpangkas setengahnya setelah pada tahun 2019 tumbuh 5,0 persen. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus corona yang menjangkiti berbagai wilayah nusantara. Dampak ini sangat dirasakan oleh sejumlah pekerja harian yang gajinya tergantung dengan pendapatan yang didapatkan perharinya. Contohnya seperti para pengemudi ojek online maupun pangkalan dan orang-orang yang berdagang. Para pekerja tersebut mulai kehilangan pelanggannya dikarenakan imbauan untuk tetap diam di rumah saja sampai dengan wabah virus ini mereda. Hampir seluruh instansi maupun perusahaan pun sudah melarang pegawainya bekerja di kantor.

Sementara di bidang pendidikan, banyak sekali sistem yang berubah. Dari mulai pembelajaran daring sampai dengan diubahnya beberapa sistem ujian. Tentunya banyak sekali pro kontra dalam menjalani pembelajaran daring ini. Apalagi untuk siswa dan mahasiswa tingkat akhir, tentunya banyak sekali sistem yang harus disesuaikan dengan situasi seperti ini. Ujian Nasional yang direncanakan untuk ditiadakan tahun depan pun akhirnya  terpaksa harus ditiadakan mulai dari tahun ini. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN juga terpaksa diundur menjadi tanggal 5 sampai dengan 12 Juli 2020. Perguruan tinggi  baik itu swasta maupun negeri yang mengadakan ujian mandiri juga terancam harus mengganti sistemnya dari ujian tulis menjadi ujian daring. Mahasiswa tingkat akhir pun tak luput dari imbas virus corona ini. Skripsi mereka terpaksa harus tertunda karena harus mengganti perolehan sampel dengan data sekunder. Bagi mahasiswa yang akan melaksanakan wisuda pun harus ditunda karena tidak diperkenankannya membuat acara dengan massa yang banyak.

Dikarenakan oleh penyebaran virus yang sangat cepat, akhirnya beberapa pemerintah diseluruh dunia memutuskan untuk me-lockdown negaranya. Lockdown atau karantina wilayah adalah penerapan karantina terhadap suatu daerah atau wilayah tertentu dalam rangka mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar wilayah tersebut, untuk tujuan tertentu yang mendesak, seperti perang atau wabah penyakit menular. Negara-negara yang sudah menerapkan karantina wilayah diantaranya adalah Italia, Spanyol dan Perancis.

Istilah Work From Home (WFH) mendadak menjadi trending topic, seiring merebaknya coronavirus disease 2019 (covid-19). Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisasi penyebaran virus yang sangat mudah ditularkan. Dari mulai pekerja kantoran sampai dengan pelajar, semuanya dialihtugaskan untuk bekerja dari rumah. Segala sistem perkantoran dan pendidikan pun diganti.

Pada awalnya mungkin Work From Home terdengar menyenangkan, khususnya bagi generasi milenial Hal yang pertama terlintas di dalam benak adalah  tidak perlu berangkat jam enam pagi untuk bekerja, tidak perlu mengalami macet dan akhirnya telat sampai di sekolah dan segala rutinitas pagi lainnya. Namun setelah dijalankan hampir tiga minggu ini banyak sekali hal-hal yang menjadi kendala. Dari mulai akses internet yang lemot dan sering buffering, aplikasi yang bermasalah dan juga suasana rumah yang membuat kita malas untuk bekerja. Dengan terlalu lama menatap layar komputer atau duduk selama berjam-jam pun sering membuat badan terasa pegal dan nyeri. Jika tidak diselingi dengan istirahat, mata pun akan menjadi iritasi.  Maka dari itu, berikut adalah  beberapa tips yang bisa dilakukan agar Work From Home berjalan dengan efektif dan efisien.

Pertama, pastikan ruangan dan posisi duduk yang digunakan cukup nyaman untuk ditempati dalam jangka waktu yang lama. Pastikan juga Anda mengenakan pakaian yang nyaman, namun usahakan untuk tidak memakai piyama, karena hal tersebut malah memicu kita  menjadi malas dan malah bisa meghancurkan produktivitas kita.

Setelah itu tentukan jam kerja yang tetap. Hal tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jangan lupa juga untuk membuat to do list agar pengerjaan tugas lebih efektif. To do list dapat diurutkan sesuai deadline maupun berdasarkan kepentingan dari tugas tersebut. Istirahatlah sejenak jika mata sudah merasa perih atau badan terasa pegal-pegal. Hal tersebut membantu untuk me-refresh pikiran kita kembali. Jika Anda sudah menyelesaikan suatu pekerjaan, boleh saja memberi diri Anda sebuah reward atau hadiah kecil. Misalnya menonton TV, bermain bersama hewan peliharaan, atau bermain game kesukaan Anda.

Selama Work From Home ini dilaksanakan,  jangan lupa untuk selalu makan makanan yang bergizi. Buah dan sayur dapat membantu Anda untuk menjaga sistem imunitas tubuh. Selain makan makanan bergizi, jangan lupa juga untuk mengimbanginya dengan melakukan olahraga rutin. Secara alami, berolahraga dapat meningkatkan endorfin, yang berfungsi untuk meningkatkan kebahagiaan dan tingkat minat kita untuk bekerja. Hal-hal tersebut tentunya sangat  penting bagi keproduktivitasan kita.

Sekarang ini, banyak sekali sarana prasarana yang mendukung aktivitas Work From Home. Misalnya seperti aplikasi untuk memanajemen projek, seperti Asana, yaitu aplikasi yang dipakai perusahaan GO-JEK bagi karyawannya untuk bekerja dari rumah. Selain itu juga ada Trello, Basecamp dan Freedcamp. Di aplikasi tersebut kita bisa mengatur dan bekerjasama dalam tim dengan cukup efisien, karena terdapat fitur-fitur yang mendukung seperti penulisan progres pekerjaan dan juga sarana chatting agar kita bisa berkomunikasi dengan rekan kerja kita.  Semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Pekerjaan pun menjadi efektif dan efisien karena lebih tertata rapi serta bisa dilacak..

Di samping aplikasi manajemen projek, ada juga aplikasi untuk melakukan video call atau video conference. Sebenarnya dalam aplikasi chatting yang biasanya kita pakai sehari-hari pun terdapat fitur video call, namun dari segi resolusi gambar serta fitur lainnya, aplikasi tersebut kurang mendukung. Bagi yang sedang memerlukan aplikasi tersebut untuk Work From Home, bisa mulai mencoba menggunakan layanan dari Google yaitu Google Meets atau aplikasi lain seperti Zoom. Kedua aplikasi tersebut dilengkapi dengan fitur share screen, yaitu fitur yang memungkinkan kita untuk melihat layar komputer atau laptop orang lain. Hal tersebut memudahkan dalam hal pengajaran maupun presentasi.

Untuk menggali lebih jauh seputar implementasi Work From Home atau WFH, penulis mencoba melakukan wawancara dengan beberapa anggota keluarga dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda. Pertama adalah Bapak Lucky Ruswandi Sumanang yang bekerja di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat sebagai Kepala Bidang Infrastruktur Permukiman di Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat (Disperkim Jabar). Bapak Lucky dan rekan kerjanya sudah mulai melaksanakan Work From Home sejak tanggal 14 Maret 2020. Para pegawai di Disperkim Jabar menerapkan sistem Work From Home dari kebijakan gubernur Jawa Barat, yaitu Flexible Work Arrangement atau FWA. Kebijakan tersebut dibuat agar para pegawai bisa menerapkan jam kerja dan sistem kerja yang fleksibel namun efektif dan efisien.

Walaupun sistem yang dijalankan ini tidak mengharuskan para pegawainya untuk datang ke kantor, namun semua dinas di lingkungan Provinsi Jawa Barat tetap mengharuskan para pegawainya untuk melakukan absen masuk jam 07.30 serta absen pulang pukul 16.00. Absen tersebut dilakukan secara online dengan cara mengirimkan selfie melalui server di Badan Kepegawaian Daerah bernama K-Mob. 

Sebelum para pegawai melakukan aktivitas hariannya, masing-masing dari mereka sudah harus mempunyai agenda mingguan. Misalnya seperti agenda untuk rapat, menyelesaikan bahan kajian dan membuat laporan. Biasanya rapat dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Zoom. Para pegawai yang terlibat dalam rapat tersebut tetap harus berpenampilan rapi, seperti layaknya akan pergi ke kantor. Aktivitas harian yang dijalankan tetap harus dilaporkan melalui aplikasi Tunjangan Remunerasi Kinerja (TRK). Hasil pelaporan tersebut nantinya akan diakumulasikan untuk menghitung jumlah tunjangan yang akan didapatkan.

Narasumber kedua yang sudah diwawancarai adalah Ibu Evi Nurhayati yang bekerja di  Kementerian Sosial RI sebagai Kepala Bagian Umum dan Kerjasama di  Politeknik  Kesejateraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Dalam rangka mencegah penyebaran Virus Corona, Kementerian Sosial mengeluarkan surat edaran tentang panduan pelaksanaan bekerja di kantor dan bekerja dari rumah (Work From Home) bagi aparatur sipil negara.    Poltekesos sendiri melaksanakan sistem Work From Home sejak tanggal 16 Maret 2020. Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian dengan fleksibel. Pegawai harus ada yang tetap datang ke kantor agar pelayanan kepada masyarakat tetap terpenuhi.

Dalam peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial, para pegawai diwajibkan untuk tetap absen dan bekerja sesuai ketentuan kantor, yaitu Senin-Kamis pukul 07.30-16.00 dan Jumat pukul 07.30-16.30. Persensi dilakukan secara online lewat web e-office.kemsos.go.id. Para pegawai diharapkan untuk selalu mengaktifkan media komunikasinya selama bekerja di rumah dan sigap dalam merespon penugasan. Atasan akan memberikan tugas yang harus diselesaikan dengan waktu yang telah disepakati. Para pegawai harus menginput laporan kinerja harian melalui web www.eskp.kemsos.go.id sehingga atasan bisa memonitor sudah sejauh manakah progres para pegawainya dalam menjalankan tugas. Jika para pegawai akan mengadakan rapat, mereka bisa menggunakan aplikasi dari Kementerian Sosial RI yaitu Meet Kemsos atau menggunakan aplikasi Zoom yang lebih konvensional.

Selain melakukan persensi online lewat web, para pegawai di Poltekesos diwajibkan juga untuk mengirimkan bukti serta bahwa ia sedang bekerja. Bukti tersebut dapat berupa foto sedang bekerja atau foto pekerjaan yang sudah diselesaikan. Persensi online tersebut sangat penting untuk dilakukan karena tunjangan yang akan didapatkan akan diakumulasikan berdasarkan persensi online.

Narasumber terakhir yang berkesempatan untuk diwawancarai kali ini adalah Ibu Hani Handayani yang bekerja di Kantor Bank Jabar Banten (BJB) pusat selaku Manager Operational Cash Center. BJB sendiri menetapkan sistem Work From Home secara bergantian seperti Poltekesos yang sudah dijelaskan diatas. Hal tersebut berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat yang masih harus tetap untuk dilaksanakan. Selain itu, ada beberapa pekerjaan yang harus dilaksanakan menggunakan sistem yang hanya bisa dioperasikan di kantor, sehingga para pegawai mengatur shift kerjanya dengan saling membackup satu sama lain ketika salah satu berhalangan hadir ke kantor.

Untuk sistem Work From Home, para pegawai BJB diwajibkan untuk menggunakan fitur share live location yang ada di aplikasi Whatsapp. Share live location itu kemudian dikirimkan kepada atasan masing-masing agar atasan bisa memantau lokasi para pegawainya selama Work From Home ini berlangsung. Jam kerja yang diberlakukan juga sama seperti jam kerja pada saat bekerja pada biasanya, yaitu pukul 8 pagi sampai dengan pukul 4 sore.

Pekerjaan yang dilakukan pun masih tetap sama dengan yang dilakukan pada saat bekerja pada biasanya. Karena Ibu Hani merupakan Manager Operational Cash Center, maka beliau bertugas untuk berkoordinasi dengan cabang lain dan Bank Indonesia terkait dengan sirkulasi kebutuhan  uang cash. Hal tersebut mengharuskan beliau untuk melakukan beberapa meeting. Biasanya beliau akan menggunakan aplikasi Zoom untuk melakukan meeting dengan cabang lain. Sementara untuk meeting dengan Bank Indonesia beliau menggunakan aplikasi khusus yang dibuat oleh Bank Indonesia untuk melakukan Video Conference. Selain melakukan meeting, Ibu Hani juga melakukan beberapa pekerjaan lainnya dengan sistem yang dimiliki BJB.

Adanya wabah Virus Corona tentunya sangat mengubah pola kehidupan dan interaksi sosial. Hal ini terkait dengan upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang tidak terkendali. Sejalan dengan ini, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dan peraturan. Diantara kebijakan pemerintah ini adalah yang mengatur perubahan cara atau pola bekerja konvensional menjadi kerja secara fleksibel, yang bisa dilakukan di rumah atau di tempat-tempat tertentu.

Dalam menyusun kebijakan terkait hal ini, pemerintah memerlukan beberapa pertimbangan dari berbagai sisi. Yang paling utama adalah pertimbangan kesehatan. Hal ini menjadi dapat dipahami, karena penyebaran wabah yang sudah dalam skala pandemi ini sangat perlu diwaspadai. Bukan hanya keselamatan hidup individu, melainkan juga keberlangsungan kehidupan masyarakat bahkan bangsa. Selain itu, faktor ancaman terhadap kesehatan ini tentu saja akan berdampak terhadap sektor lainnya, terutama sektor ekonomi. Aktivitas masyarakat yang sangat dibatasi tentu saja membuat laju perekonomian menjadi ikut terhenti.

Karena aktivitas perekonomian ini terhenti, ada beberapa golongan masyarakat yang sangat rentan, sehingga mengancam keberlangsungan hidupnya, khususnya dalam memenuhi kebutuhan primernya, yaitu kebutuhan pangannya. Untuk mengatasi sekaligus menyelamatkan golongan masyarakat yang rentan ini, pemerintah membuat program dan menyediakan anggaran sebagai jaring pengaman sosial.

Dengan pola kerja yang fleksibel ini diharapkan pelayanan teradap masyarakat dan kinerja pemerintah tidak mengalami gangguan. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kata kunci dalam kelancaran pelayanan terhadap masyarakat.

Nadine Chaya Fatharani
Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Program Studi Hubungan Masyarakat)

Sumber :

  1. Developer, M. (n.d.). Diakses dari https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum
  2. Gradianto, R. A. (2020, April 5). 5 Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Saat Work from Home di Tengah Pandemi Corona Covid-19. Diakses dari https://www.liputan6.com/bola/read/4219774/5-hal-yang-bisa-terjadi-pada-tubuh-saat-work-from-home-di-tengah-pandemi-corona-covid-19
  3. Hardiyanto, S. (2020, Maret 22). Update, Berikut 15 Negara yang Berlakukan Lockdown akibat Virus Corona. Diakses dari https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/22/183000465/update-berikut-15-negara-yang-berlakukan-lockdown-akibat-virus-corona
  4. Karantina wilayah. (2020, March 20). Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Karantina_wilayah
  5. Liputan6.com. (2020, March 24). Rintihan Seorang Istri Driver Ojek Online di Tengah Wabah Corona Covid-19. Diakses dari  https://www.liputan6.com/news/read/4210540/rintihan-seorang-istri-driver-ojek-online-di-tengah-wabah-corona-covid-19
  6. Liputan6.com. (2020, April 4). Melambat Akibat Corona, Ekonomi Indonesia akan Mulai Pulih di 2021. Diakses dari  https://www.liputan6.com/bisnis/read/4219391/melambat-akibat-corona-ekonomi-indonesia-akan-mulai-pulih-di-2021
  7. Novel Coronavirus (2019-nCoV) situation reports. (n.d.). Diakses dari https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports/
  8. Q&A on coronaviruses (COVID-19). (n.d.). Diakses dari https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI