Gaya Hedon tapi Aslinya Financial Anxiety: Pengaruh FOMO dalam Komunikasi Interpersonal Menjadi TREND di Kalangan Gen-Z terutama di Media Sosial

financial anxiety
Foto: Dok. MMI

Gaya Hedon menjadi fenomena yang sudah biasa khususnya di kalangan Gen Z saat ini.

Terutama, di media sosial yang menjadi wadah pamer untuk menaikkan citra glamor dalam kehidupan sehari-hari dengan dalih ‘mengikuti trend dan up to that’.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Namun sayangnya, di balik kehidupan yang dipajang di media sosial dengan mewah, tidak sedikit orang yang sebenarnya mengalami financial anxienty atau kecemasan terkait kondisi keuangan yang di real-life hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

Kemungkinan terjadi karena adanya pengaruh tekanan sosial dalam lingkungan pertemanan, sehingga mendorong kita untuk mengikuti gaya hedon yang lain seperti membahas hal yang mewah, nongkrong di tempat yang nge-trend, atau membeli fashion style terbaru agar tidak dikira ketinggalan zaman.

Alih-alih merasa cukup dengan keadaan yang seadanya, malah menciptakan ekspektasi sendiri bahwa kita harus terlihat mewah agar tidak merasa tertinggal.

Financial Anxiety? Apa, sih?

Kecemasan  keuangan atau  financial distress yang merujuk  pada  perasaan  cemas  atau khawatir   tentang keadaan keuangan seseorang.  

Ketika seseorang mengalami kecemasan keuangan, mereka secara aktif berusaha menghindari atau menghindari semua hal yang berkaitan dengan  uang,  seperti  laporan  bank,  jumlah  utang, dan  rencana  untuk  melunasi  utang di masa depan (Wahyuningsih et all., 2024).

Tetapi, banyak orang gak sadar bahwa sering terjadi kecemasan keuangan (financial anxiety) setelah melakukan gaya hidup mewah dengan dalih memberi makan media sosial.

Padahal, yang dibutuhkan adalah menghindari keborosan-keborosan agar meminimalisir adanya tunggakan atau tagihan, sehingga muncul perasaan cemas berlebih dalam memikirkan keberlangsungan hidup di masa depan.

Gak Mampu, tapi Maksain

Komunikasi yang berlangsung secara langsung maupun melalui media sosial memberikan pengaruh dan tekanan untuk menciptakan standar hidup sosial yang cukup tinggi, membuat banyak orang merasa harus terlihat ‘sukses’ walaupun kondisi keuangan yang tidak stabil. 

Tekanan yang terjadi memicu financial anxiety yang harusnya bisa menghindari pengeluaran atau utang berlebihan, malah menjadi boomerang karena adanya dorongan untuk memenuhi ekspektasi sosial media yang tidak mau ketinggalan trend, yang membuat orang tersebut terjebak dalam perilaku konsumtif yang salah.

Sikap FOMO atau fear of missing out yang muncul ketika ada ‘trend baru’ untuk diikuti lalu di posting, memicu kehidupan hedonisme yang tidak sehat dan selalu ber foya-foya untuk memberi makan instagram atau media sosial lainnya. 

Dengan kondisi keuangan yang memadai agar sebisa mungkin Gen Z mengikuti arus moderenitas dengan gaya barang barang berkelas, gaya berpakaian, dandanan sesuai dengan style saat ini agar terciptanya image sebagai seseorang yang berkelas.

Hal ini bisa disebabkan karena rendahnya tingkat pemahaman mengenai pengelola keuangan yang tepat, apabila mereka memahami bagaimana cara mereka mengelola keuangan yang tepat maka mereka tidak akan terjerumus dalam ruang lingkup hedonisme atau tidak boros dalam memperlakukan keuangan (Mutiara A., 2024).

Apakah salah, menjalani hidup dengan hedon dan pamer di sosial media? Menurut saya, itu tidak sama sekali.

Problemnya adalah sikap FOMO yang berlebih dengan memaksakan keadaan dengan financial yang pas-pasan itu adalah hal yang tidak dibenarkan. 

Jalani hidup dengan seadanya karena financial anxiety itu bisa menyerang psikologis jika terus-menerus larut dalam kehidupan yang bohong.

Kurangi hal yang memicu FOMO seperti unfollow akun flexing dan scroll terus-menerus, tinggali pergaulan kurang sehat, dan jangan mengikuti keinginan untuk melakukan hal yang sama agar tidak merasa tertinggal.

Tingkatkan produktivitas seperti olahraga dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, bisa kita simpulkan bahwa sikap hedonisme adalah hal yang harus kita hindari apabila keuangan kita masih belum stabil. Kurangi pamer di sosial media karena itu bisa memicu gaya hidup tidak sehat.


Penulis: Habibah Nur Bayti
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses