Gaya Kepemimpinan dalam Pelayanan Kesehatan

Gaya Kepemimpinan
Ilustrasi: istockphoto

Dalam dunia layanan kesehatan, kepemimpinan memainkan peran krusial dalam membentuk budaya organisasi dan mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Ada beragam gaya kepemimpinan yang digunakan dalam konteks pelayanan kesehatan, masing-masing dengan pendekatan dan karakteristik yang berbeda.

Salah satu gaya kepemimpinan yang umum adalah kepemimpinan transaksional, yang menekankan pada pengorganisasian, pengawasan, dan kinerja kelompok. Pemimpin yang menerapkan gaya ini memberikan instruksi kepada karyawan dan memberikan penghargaan sebagai insentif untuk meningkatkan kinerja.

Selain itu, gaya kepemimpinan inovatif menekankan pengelolaan keadaan yang tidak terduga dan pengembangan budaya inovasi di organisasi layanan kesehatan. Pemimpin inovatif cenderung berpikir kreatif dan mengembangkan strategi baru untuk mencapai tujuan organisasi.

Bacaan Lainnya
DONASI

Di sisi lain, pemimpin karismatik menggunakan keterampilan komunikasi dan pesona mereka untuk mempengaruhi orang lain. Mereka mampu menginspirasi kepercayaan dan menciptakan lingkungan kerja yang memotivasi.

Selanjutnya, pendekatan kepemimpinan situasional diakui oleh pemimpin layanan kesehatan karena mereka menyadari bahwa situasi yang berbeda memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda pula. Faktor seperti jenis tugas, durasi tugas, dan tingkat pengalaman individu dapat memengaruhi pilihan gaya kepemimpinan yang digunakan.

Meskipun demikian, pemimpin layanan kesehatan juga harus dilengkapi dengan keterampilan umum, seperti manajemen waktu yang efektif untuk menjaga produktivitas dan kecerdasan emosional untuk mengelola konflik dan membangun hubungan yang kuat dalam tim.

Selain itu, keterampilan memecahkan masalah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan dan krisis yang mungkin timbul dalam lingkungan layanan kesehatan.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi lebih lanjut tentang berbagai gaya kepemimpinan dalam pelayanan kesehatan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam konteks ini.

Berikut ini adalah beberapa gaya kepemimpinan yang umum dalam pelayanan kesehatan:

Kepemimpinan transaksional

Gaya kepemimpinan transaksional menekankan pentingnya pengorganisasian, pengawasan, dan kinerja kelompok. Gaya kepemimpinan ini bersifat transaksional karena karyawan menerima dan mengikuti instruksi dari pemimpin layanan kesehatan, dan sebagai imbalannya, mereka menerima gaji dan mendapatkan pengalaman.

Seorang pemimpin juga dapat menggunakan penghargaan sebagai alat motivasi ketika menggunakan kepemimpinan transaksional untuk memotivasi karyawan dan meningkatkan kinerja. Misalnya, karyawan mungkin menerima pengakuan jika mereka mengikuti prosedur tertentu yang menghasilkan hasil pasien yang sukses.

Kepemimpinan yang inovatif

Gaya kepemimpinan ini melibatkan pengelolaan keadaan yang tidak terduga secara efektif dan pengembangan budaya inovasi dalam organisasi layanan kesehatan.

Pemimpin yang inovatif adalah seseorang yang berpikir kreatif. Pemimpin yang sukses di bidangnya mampu berpikir inovatif tentang aspek-aspek layanan kesehatan yang tidak dapat diprediksi dan tidak diketahui.

Mereka menggunakan keterampilan berpikir kreatif untuk menetapkan tujuan ambisius dan mengembangkan strategi untuk mencapainya melalui kombinasi pendekatan.

Kepemimpinan karismatik

Pemimpin karismatik menggunakan keterampilan komunikasi, persuasif, dan pesona mereka untuk mempengaruhi orang lain. Kemampuan untuk mengekspresikan ide-ide mereka dan menginspirasi kepercayaan memungkinkan para pemimpin layanan kesehatan mempengaruhi orang lain dan membujuk mereka untuk mengambil tindakan.

Pemimpin yang memiliki kualitas karismatik juga dapat menciptakan lingkungan kerja di mana karyawan merasa dihargai. Melibatkan karyawan dapat mengurangi tingkat turnover dan meningkatkan kepuasan kerja secara keseluruhan.

Kepemimpinan situasional

Pemimpin layanan kesehatan yang menerapkan pendekatan kepemimpinan situasional menyadari bahwa situasi yang berbeda memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda.

Seorang pemimpin situasional mungkin mempertimbangkan beberapa faktor ketika memilih gaya kepemimpinannya, termasuk jenis tugas, durasi tugas, dan individu yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Keadaan tertentu mungkin juga memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda pada tahapan yang berbeda.

Misalnya, pendekatan kepemimpinan dapat berubah ketika para profesional medis memperoleh pengalaman dan keterampilan untuk melakukan prosedur medis dengan pengawasan minimal atau tanpa pengawasan.

Keterampilan umum pemimpin layanan kesehatan

Kepemimpinan layanan kesehatan memerlukan berbagai keterampilan, termasuk mengelola konflik antar anggota tim, merespons perubahan industri, mematuhi pedoman keselamatan pasien, dan memaksimalkan kinerja keuangan organisasi. Berikut adalah beberapa contoh keterampilan yang bermanfaat bagi para pemimpin di bidang ini:

Keterampilan manajemen waktu

Keterampilan manajemen waktu yang efektif sangat penting untuk menjaga produktivitas dan memberikan perawatan pasien yang unggul.

Seorang pemimpin tahu kapan harus memprioritaskan suatu tugas dan kapan harus mendelegasikannya kepada rekan kerja ketika banyak tugas menjadi mendesak. Kemampuan seorang pemimpin dalam mengatur waktunya secara efektif dapat membantu organisasi mencapai tujuannya dengan lebih efisien.

Kecerdasan emosional

Individu dengan kecerdasan emosional dapat mengenali, memahami, dan merespons emosi dirinya sendiri dan orang lain secara konstruktif. Pemimpin dengan kecerdasan emosional menentukan arah tim mereka dengan memberikan contoh empati, meningkatkan komunikasi, dan mengurangi konflik.

Kepemimpinan melibatkan penggunaan empati untuk lebih memahami sudut pandang orang lain, mencegah konflik emosional atau stres, dan menjaga rasa saling menghormati di antara semua pihak.

Keterampilan memecahkan masalah

Seorang pemimpin dengan keterampilan pemecahan masalah yang mahir lebih mungkin membuat keputusan rasional di bawah tekanan. Para pemimpin layanan kesehatan dapat memperoleh manfaat dengan menjaga ketenangan mereka selama krisis.

Keterampilan pemecahan masalah juga dapat membantu pemimpin layanan kesehatan berpikir kreatif dan mengambil tindakan tegas ketika tindakan tradisional tidak efektif.

Penulis:
1. Afifa Islamiyah
2. Nova Almeliya

3. Panut Riyanto

Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Maju

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI