Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Akademik Siswa Kelas Xii di SMA Negeri 5 Kota Jambi

resiliensi-akademik-siswa-jambi

Abstract

This study aimed to examine the relationship between peer social support and academic resilience among twelfth-grade students at SMA Negeri 5 Jambi City. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 63 students selected through purposive sampling. Data were analyzed using non-parametric Spearman correlation analysis. The results showed a positive and significant relationship between peer social support and academic resilience (ρ = 0.457, p < 0.001). These results indicate that higher levels of peer social support are associated with higher levels of academic resilience among students. Peer social support serves as a protective factor that helps students cope with academic pressures, enhance their adaptability, and maintain learning motivation. Therefore, schools should foster a positive social environment to support the development of students’ academic resilience.

Keywords: peer social support, academic resilience, high school students.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik pada siswa kelas XII SMA Negeri 5 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian berjumlah 63 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik (ρ = 0,457; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh dari teman sebaya, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi akademik siswa. Dukungan sosial teman sebaya berperan sebagai faktor protektif yang membantu siswa dalam menghadapi tekanan akademik, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap berbagai tantangan belajar, serta mempertahankan motivasi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan sosial yang positif dan mendukung interaksi antarsiswa guna meningkatkan resiliensi akademik peserta didik.

Kata Kunci: dukungan sosial teman sebaya, resiliensi akademik, siswa sekolah menengah atas.

 

PENDAHULUAN

Resiliensi akademik merupakan kemampuan siswa untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali ketika menghadapi berbagai tekanan dalam proses pembelajaran (Laila & Rista, 2026). Pada siswa kelas XII sekolah menengah atas, tekanan akademik cenderung meningkat karena tuntutan ujian akhir, persiapan masuk perguruan tinggi, serta ekspektasi dari keluarga dan sekolah. Menurut Cassidy (2016), resiliensi akademik memungkinkan individu mempertahankan bahkan meningkatkan performa akademiknya meskipun berada dalam kondisi penuh tantangan.

Salah satu faktor yang berperan penting dalam membentuk resiliensi akademik adalah dukungan sosial teman sebaya. Pada masa remaja, teman sebaya menjadi sumber dukungan yang signifikan karena individu lebih banyak mencari penerimaan dan bantuan dari lingkungan pertemanan. Dukungan tersebut dapat berupa dukungan emosional, informasional, maupun penghargaan yang membantu siswa mengatasi stres akademik dan meningkatkan kepercayaan diri.

Kalvani .D. (2021) menemukan bahwa dukungan teman sebaya berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan belajar dan resiliensi akademik siswa sekolah menegah. Martin et al. (2021) juga menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya berhubungan positif dengan kemampuan siswa menghadapi tekanan akademik. Siswa yang memperoleh dukungan dari teman cenderung memiliki kemampuan coping yang lebih baik, motivasi belajar yang lebih tinggi, serta risiko burnout akademik yang lebih rendah (Dewi et al., 2024). Namun, penelitian mengenai hubungan kedua variabel tersebut pada siswa sekolah menengah di Indonesia, khususnya di Kota Jambi, masih terbatas.

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di Indonesia khususnya siswa kelas XII SMA Negeri 5 Kota Jambi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi pendidikan serta menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang program yang mendukung kesehatan mental dan ketahanan akademik siswa.

METODE

Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat korelasional. Metode kuantitatif dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi hubungan antara variabel dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik secara objektif. Desain korelasional diterapkan untuk mengetahui sejauh mana hubungan serta arah interaksi antar variabel tanpa melakukan perubahan pada variabel yang diteliti.

Target populasi dalam penelitian ini terdiri dari siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Kota Jambi. Jumlah sampel penelitian mencapai 63 siswa, sampel dalam penelitian ini didapat dengan menggunakan teknik purposive sampling, menurut (Sugiyono, 2022), purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan atau kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Responden merupakan siswa aktif yang bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian serta mengisi instrumen penelitian secara lengkap.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup skala dukungan sosial teman sebaya dan skala resiliensi akademik. Skala dukungan sosial teman sebaya berfungsi untuk mengukur seberapa besar siswa menerima dukungan emosional, pengakuan, informasi, dan bantuan praktis dari teman-temannya. Di sisi lain, skala resiliensi akademik digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan belajar, tekanan akademik, serta kemampuan untuk bangkit setelah mengalami rintangan dalam proses belajar.

Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara daring melalui Google Forms. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert dengan empat alternatif jawaban, yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Penggunaan empat alternatif jawaban bertujuan untuk menghindari kecenderungan responden memilih jawaban netral.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman, dengan proses pengolahan data melalui aplikasi statistik JASP (Jeffrey’s Amazing Statistics Program).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

A. Uji Validitas dan Reliabilitas

Instrumen dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik merupakan adaptasi dari instrumen yang digunakan oleh (Permatasari & Pertiwi, 2025). Instrumen tersebut telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas pada penelitian sebelumnya sehingga layak digunakan dalam penelitian ini.

B. Deskripsi Data Penelitian

Penelitian ini melibatkan 63 siswa kelas XII SMA Negeri 5 Kota Jambi sebagai responden. Analisis deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik data pada variabel dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki variasi skor yang cukup beragam, yang ditunjukkan oleh rentang nilai minimum dan maksimum yang relatif luas. Secara umum, data yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik siswa sehingga layak digunakan dalam analisis lebih lanjut.

C. Uji Asumsi

Tabel 1. Statistik Deskriptif dan Uji Normalitas Variabel Penelitian

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif terhadap 63 responden, diperoleh data untuk variabel dukungan sosial dan resiliensi akademik sebagaimana disajikan pada Tabel 1. Variabel dukungan sosial memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 61,19 dengan standar deviasi 6,839. Skor minimum yang diperoleh responden adalah 50 dan skor maksimum sebesar 96. Sementara itu, variabel resiliensi akademik memiliki nilai rata-rata sebesar 86,24 dengan standar deviasi 9,235, skor minimum 57, dan skor maksimum 112.

Uji normalitas dilakukan menggunakan metode Shapiro-Wilk untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel dukungan sosial memiliki nilai signifikansi p < 0,001, sehingga data tidak berdistribusi normal. Sementara itu, variabel resiliensi akademik memiliki nilai signifikansi sebesar 0,067 (p > 0,05) sehingga data berdistribusi normal. Karena salah satu variabel tidak memenuhi asumsi normalitas, maka pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis korelasi nonparametrik Spearman.

D. Uji Hipotesis

Tabel 2. Hasil Analisis Korelasi

Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Spearman karena salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi Spearman sebesar ρ = 0,457 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima siswa, maka semakin tinggi pula resiliensi akademiknya. Sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial yang diterima siswa, maka semakin rendah pula tingkat resiliensi akademiknya.

Nilai koefisien korelasi sebesar 0,457 menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kemampuan siswa dalam menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan akademik. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik pada siswa kelas XII SMA Negeri 5 Kota Jambi diterima.

 

Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik siswa kelas XII SMA Negeri 5 Kota Jambi. Nilai korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien sebesar ρ = 0,457 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan penting dalam membantu siswa menghadapi tekanan akademik serta meningkatkan kemampuan mereka untuk bangkit dari kesulitan belajar.

Temuan penelitian ini mendukung teori resiliensi akademik yang dikemukakan oleh Cassidy (2016) yang menyatakan bahwa resiliensi akademik merupakan kemampuan individu untuk mempertahankan performa akademik yang baik meskipun menghadapi berbagai tantangan dan tekanan dalam lingkungan pendidikan. Dalam konteks ini, dukungan sosial teman sebaya dapat berfungsi sebagai faktor protektif yang membantu siswa mengembangkan ketahanan diri ketika menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya pada siswa kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir sekolah dan seleksi masuk perguruan tinggi.

Pada tahap perkembangan remaja, individu cenderung menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman sebaya dibandingkan dengan kelompok sosial lainnya (Aulia et al., 2024). Dukungan sosial yang diberikan teman sebaya dapat berupa dukungan emosional, seperti empati dan perhatian, dukungan informasional berupa pemberian sarana atau bantuan dalam menyelesaikan tugas akademik, serta dukungan penghargaan yang mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa (Gustama et al., 2023). Oleh karena itu, dukungan yang diberikan oleh teman sebaya dapat menjadi sumber kekuatan bagi siswa untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses pembelajaran.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Romano et al. (2020) yang menemukan bahwa dukungan teman sebaya berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan belajar dan resiliensi akademik siswa sekolah menengah. Siswa yang memperoleh dukungan positif dari teman-temannya cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi, lebih optimis dalam menghadapi tantangan akademik, dan lebih mampu mengelola stres yang muncul selama proses pembelajaran. Selain itu, penelitian Martin et al. (2021) menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memiliki peran penting dalam membantu siswa mempertahankan prestasi akademik meskipun berada dalam kondisi yang penuh tekanan.

Meskipun demikian, nilai koefisien korelasi sebesar 0,457 menunjukkan bahwa hubungan yang ditemukan berada pada kategori sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa resiliensi akademik tidak hanya dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti efikasi diri, motivasi belajar, regulasi emosi, dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan strategi coping yang dimiliki siswa (Ardi et al., 2024). Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap resiliensi akademik.

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan resiliensi akademik siswa. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima siswa, semakin besar pula kemampuan siswa untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit kembali ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam bidang akademik.

Selain itu, Cassidy (2016) menjelaskan bahwa siswa yang memiliki dukungan sosial yang tinggi cenderung mempunyai kemampuan coping yang lebih baik ketika menghadapi kegagalan atau tekanan akademik. Dukungan sosial memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri sehingga siswa lebih mampu mempertahankan motivasi belajar.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan resiliensi akademik pada siswa kelas XII SMA Negeri 5 Kota Jambi. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar ρ = 0,457 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima siswa dari teman sebaya, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi akademiknya. Dengan demikian, dukungan sosial teman sebaya merupakan salah satu faktor yang berperan dalam membantu siswa menghadapi tekanan akademik, beradaptasi terhadap berbagai tantangan pembelajaran, dan mempertahankan motivasi belajar.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Ardi, Z., Putra, A. H., & Mulia, F. D. (2024). Resiliensi Akademik: Fondasi Sukses Pendidikan. CV Eureka Media Aksara.
  • Aulia, F. D., Pradamitha, S. C., & Chadijah, F. (2024). Pengaruh interaksi teman sebaya terhadap karakter individu. Jurnal Harmoni Nusa Bangsa, 2(1), 1–11.
  • Cassidy, S. (2016). The academic resilience scale (ARS-30): A new multidimensional construct measure. Frontiers in Psychology, 7, 1787
  • Dewi, B. N. I., Nuryani, R., & Lindasari, S. W. (2024). Hubungan dukungan sosial dengan burnout akademik pada siswa sekolah menengah atas. Jurnal Keperawatan Florence Nightingale, 7(1), 272–278.
  • Gustama, R., Hidayah, N., & Hotifah, Y. (2023). Dukungan Sosial Teman Sebaya Dalam Meningkatkan Resiliensi Akademik pada Siswa: Tinjauan Paradigma Empirisme.
  • Kalvani, D. (2021). Academic Resilience among Students: A Review of Literature. International Journal of Research and Review, 8, 360–369.
  • Laila, N., & Rista, K. (2026). Optimisme dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas. SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi, 7(1), 115–128.
  • Martín, M. D., Martínez-Arias, R., Marchesi, Á., & Pérez, E. (2021). Academic resilience in adolescents: The role of peer support and school engagement. Sustainability, 13(6), 3366.
  • Permatasari, N., & Pertiwi, D. S. P. (2025). Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Resiliensi Akademik Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Mertoyudan. Jurnal Psikologi21(2), 72-81.
  • Romano, L., Angelini, G., Consiglio, P., & Fiorilli, C. (2020). Academic resilience and engagement in high school students: The mediating role of perceived peer support. European Journal of Investigation in Health, Psychology and Education, 10(1), 334–344.
  • Sugiyono, D. (2022). Metode penelitian kualitatif.

Penulis:
1. Nurul Fitri Altafunnisa
2. Khanza Dwi Ananda 
3. Tamara Putri Nabila
Mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas Jambi (UNJA)


Dosen Pengampu: Beny Rahim, M.Psi., Psikolog


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses