Mahasiswi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Kembangkan Kemampuan Produksi Konten Digital di Warta 17 YPTA Surabaya

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Kembangkan Kemampuan Produksi Konten Digital di Warta 17 YPTA Surabaya
Sumber: pexels.com

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia komunikasi. Kini, kemampuan menyampaikan pesan secara menarik dan efektif tidak hanya dibutuhkan di dunia penyiaran konvensional, tetapi juga dalam media berbasis digital.

Hal inilah yang dialami oleh Gisella Oktaviani Salsabila Tuni, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, selama menjalani kegiatan magang di Warta 17 YPTA Surabaya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sebagai media publikasi resmi di bawah naungan Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 Surabaya, Warta 17 berperan penting dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan akademik, prestasi, serta aktivitas pendidikan di lingkungan YPTA.

Selama magang yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 2025, Gisella ditempatkan di Divisi Redaksi dan Produksi Konten, tempat di mana ia belajar secara langsung mengenai proses kerja media digital.

Dalam kegiatan sehari-hari, Gisella berperan aktif dalam penulisan berita, peliputan kegiatan, wawancara narasumber untuk kepentingan publikasi di kanal resmi Warta 17.

Selain itu, ia juga terlibat dalam pembuatan konten kreatif yang disesuaikan dengan gaya komunikasi media sosial agar pesan dapat tersampaikan dengan lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens muda.

“Selama magang di Warta 17, saya belajar bagaimana menyusun berita dan konten dengan cepat, tepat, serta tetap menjaga akurasi. Setiap informasi yang dipublikasikan harus memberikan nilai positif bagi pembaca,” ungkap Gisella.

Melalui proses magang ini, Gisella memahami bahwa dunia komunikasi kini menuntut kemampuan untuk mengemas pesan secara visual dan naratif, layaknya seorang penyiar atau komunikator publik, namun disesuaikan dengan karakter media digital.

Ia mempelajari bagaimana menulis naskah yang komunikatif, membuat narasi video, serta menyesuaikan tone penyampaian agar sesuai dengan platform publikasi seperti Instagram, Tiktok, dan website resmi lembaga.

“Di era sekarang, setiap konten digital juga merupakan bentuk penyampaian pesan kepada publik. Tantangannya ada pada bagaimana pesan itu dikemas agar menarik sekaligus tetap informatif,” jelasnya.

Pengalaman magang di Warta 17 juga memberinya kesempatan untuk memahami strategi publikasi digital secara lebih mendalam.

Ia belajar tentang pentingnya konsistensi unggahan, perencanaan konten, serta pemanfaatan visual yang menarik untuk meningkatkan keterlibatan audiens.

Setiap konten yang dihasilkan bukan hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana membangun citra lembaga dan memperkuat komunikasi publik.

Selain keterampilan teknis, Gisella juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, dan tanggung jawab profesional selama magang.

Dunia media menuntut ketepatan waktu, koordinasi yang baik, dan kepekaan terhadap isu yang relevan.

Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan membuat teori-teori komunikasi yang dipelajari di kampus menjadi lebih hidup dan aplikatif.

“Magang di Warta 17 membuat saya belajar banyak tentang bagaimana dunia media bekerja. Saya menyadari bahwa kemampuan berkomunikasi bukan hanya soal berbicara di depan publik, tapi juga bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang tepat, menarik, dan bermakna,” tuturnya.

Bagi Gisella, magang ini bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga pengalaman berharga untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Ia berharap lebih banyak mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tertarik mengembangkan diri di bidang publikasi digital, karena media semacam ini menjadi ruang penting untuk berlatih berpikir kreatif dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi.

“Dunia digital memberi peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi melalui konten yang positif dan edukatif. Selama pesan itu disampaikan dengan niat baik dan cara yang benar, setiap orang bisa menjadi komunikator yang membawa dampak,” pungkasnya.

 

Penulis: Gisella Oktaviani Salsabila Tuni
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses