Update Honkai: Star Rail 3.7 “As Tomorrow Became Yesterday” Membawa Kebahagiaan atau Kekecewaan?

Honkai Star Rail 3.7
Honkai Star Rail 3.7 (Sumber: https://hsr.hoyoverse.com/)

Awalan yang ditunggu Para Trailblazer

Tanggal 5 November 2025 menjadi hari yang hari yang dinanti oleh banyak pemain Honkai: Star Rail. Update versi 3.7 As Tomorrow Became Yesterday resmi hadir sebagai penutup arc besar Amphoreus serta membawa berbagai fitur baru di dalam game tersebut.

Sebagian pemain merasa versi terbaru ini membawa perubahan yang signifikan dibandingkan pada update sebelumnya yang terasa sangat monoton dari segi cerita hingga ke gameplay-nya. Namun, bagi beberapa pemain update kali ini justru menimbulkan pertanyaan “apakah Hoyoverse mendengarkan suara komunitasnya atau hanya ingin mendoktrin pemain untuk terus meng-gacha karakter terbaru?”

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

 

Kehadiran Cyrene dan Penutupan Arc Amphoreus

Bintang utama pada versi 3.7 tentu saja menjadi satu-satunya karakter baru bintang 5, Cyrene, karakter pengguna elemen Ice dengan Path of Remembrance yang memiliki design dan animasi yang sangat memukau. Namun, respons yang diberikan oleh pemain tidak sesuai dengan harapan Hoyoverse.

Sebagian pemain masih menyambut karakter ini dengan antusias, karena membutuhkan mekanik yang lumayan berat serta strategi baru di setiap permainannya. Namun, banyak pemain yang merasa kecewa terhadap perubahan kit yang membuat Cyrene sangat ketergantungan Eidolon serta karakter Chrysos Heirs dalam permainannya. Hal ini sangat merugikan untuk pemain Free to Play (F2P).

Selain itu, cerita yang akan menutup arc Amphoreus juga menjadi daya tarik utama pada versi 3.7 ini. As Tomorrow Became Yesterday berhasil menarik perhatian pemainnya.

 

Perang Mata Uang: Game Baru atau Beban Baru

Pada siaran langsung di aplikasi YouTube, Pihak Hoyoverse memperkenalkan mode baru dengan nama Currency Wars (Perang Mata Uang). Mode ini bersifat permanen yang memungkinkan pemain untuk membentuk tim dalam skala besar berisi sepuluh karakter dengan efek sinergi yang unik di setiap timnya.

Di satu sisi, fitur ini menambah variasi strategi dan membuat pemain lama memiliki alasan untuk kembali memainkan game ini. Tetapi, di sisi lain mekanisme permainan ini dianggap cukup kompleks dan memakan waktu, terutama bagi pemain Free to Play (F2P) yang memiliki sumber daya terbatas.

Mode ini juga membawa meta baru yang memaksa pemain menyesuaikan build dan light cone mereka. Alih-alih menikmati konten baru dengan santai, Hoyoverse justru mendorong pemain untuk terus beradaptasi.

 

Event dan Fitur Tambahan: Membantu Pemain atau Membebani Pemain?

Selain konten utama dan mode baru, Hoyoverse memberikan beberapa event dan fitur tambahan untuk pemain.

“Camilan, maju!” merupakan salah satu event baru yang dihadirkan pada update 3.7 ini. Meskipun cukup menghibur, event ini tidak memberikan kesan yang benar-benar kuat. Terlebih karena menampilkan karya Ruan Mei sebagai karakter dalam event tanpa menghadirkan inovasi berarti dalam gameplay.

Sementara itu, “Berburu Harta di Gudang Ajaib” menjadi ajang baru untuk pemain. Event ini mempermudah pemain memperoleh satu set relic untuk karakter pilihan mereka. Namun, respons pemain terhadap event ini terbilang datar. Mengingat keanehan dalam sistem relic yang membuat hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

“Fitur Gaya Perintis”, yaitu sistem kostum untuk menyesuaikan tampilan karakter utama, menjadi nilai unik secara visual. Tetapi, sebagian pemain merasa fitur ini seharusnya diberikan lebih awal.

Selain itu, Hoyoverse juga memperluas batasan raid pada berbagai aktivitas seperti Calyx Golden, Calyx Crimson, Echo of War, Cavern of Corrosion, dan Stagnan Shadow. Sekarang pemain dapat melakukan farm beruntun dalam jumlah yang lebih besar. Langkah ini dapat mempermudah progres pemain secara signifikan.

Secara keseluruhan, tambahan ini dapat memperkaya game pada sisi hiburan dan kualitas permainan. Namun, belum cukup untuk mengubah pengalaman bermain bagi pemain lama.

 

Respon Komunitas untuk Update: Bahagia dan Kecewa

Jika melihat pada forum dan media sosial, update ini jelas menjadi topik perbincangan panas. Banyak yang memuji visual, musik, dan cerita akhir Amphoreus. Namun, tidak sedikit yang kecewa karena sistem dan event baru yang terasa seperti beban tambahan bagi pemain.

Sebagai pemain yang sudah bermain dari versi 1.0, saya pribadi merasa update 3.7 ini berada di titik tengah yang berarti tidak buruk, tapi belum cukup baik untuk disebut update terbaik untuk tahun ini. Saat saya menulis artikel ini, saya belum merasakan secara langsung bagaimana update 3.7 ini. Namun, ekspektasi saya cukup tinggi, terutama dalam segi cerita.

Mengingat bagaimana bagusnya kualitas cerita yang dibawakan pada Amphoreus di versi sebelumnya, saya berharap Hoyoverse mampu mempertahankan kedalaman cerita pada penutupannya. Selain itu, penambahan fitur total raid menjadi salah satu peningkatan yang paling terasa manfaatnya dalam mempermudah pemain untuk menghabiskan trailblazer power.

Baca juga: Game Roblox Paling Populer: Daftar & Alasan Kenapa Banyak yang Memainkannya

Untuk event yang lain, masih bisa diterima, namun kesannya hanya berfungsi sebagai ladang bansos untuk mendapatkan stellar jade yang lebih banyak tanpa memberikan perubahan signifikan pada pengalaman bermain.

 

Update Bagus tapi Tanggung

Sebagai mahasiswa yang suka bermain game, saya melihat update 3.7 ini sebagai hal yang menarik. Melihat bagaimana Hoyoverse berusaha menyeimbangkan antara inovasi dan ekspektasi dari komunitas game-nya. Hoyoverse terlihat mendengarkan permintaan maupun saran dari pemain. Walaupun hasilnya masih kurang memuaskan.

Kebahagiaan pemain mungkin datang dari visual dan cerita yang kuat, namun kekecewaan muncul dari gameplay yang terlalu monoton dan sistem yang seolah dipaksakan.

Pada akhirnya, As Tomorrow Became Yesterday bukanlah bencana, tapi belum sepenuhnya membawa kebahagian. Ia lebih terasa seperti masa transisi menuju sesuatu yang lebih besar. Seperti judulnya, update ini menggambarkan tentang masa depan yang perlahan menjadi masa lalu. Kita menantikan, berharap, lalu menilai, sebelum akhirnya menunggu versi berikutnya dengan rasa penasaran dan harapan yang sama.

 

Penulis: Eza Zola Roudatul Khaliya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Telkom University

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses