Mengajarkan Si Buah Hati Kita Bijak dalam Berteknologi

si buah hati
Foto: Pixabay.com

Anak-anak dijaman sekarang memiliki kehidupan masa kecil yang sangat berbeda dengan kita di masa lalu. Mereka lahir di era teknologi, gadget seperti smartphone dan tablet sudah menjadi teman mereka setiap hari-harinya. Hal ini menyebabkan kekhawatiran kita sebagai orang tua yang sangat mencintai si buah hati kita tersebut.

Kita tak perlu heran, apabila kita sering menjumpai anak yang masih balita sudah mahir dalam bermain gadget. Biasanya anak yang seusia tersebut bermain gadget untuk melihat video-video kartun dan mendengarkan lagu anak-anak kesukaannya. Sedangkan anak-anak yang usianya sudah agak besar, mereka lebih memanfaatkan gadget mereka untuk bermain game. Baik game secara online maupun game secara offline.

Kita sebagai orang tua yang sangat mencintai buah hati kita, tentunya kita juga harus tahu dan faham bahwa bermain gadget baik smartphone atau tablet memiliki dampak buruk bagi si buah hati kita. Menurut Jane Cindy, beliau merupakan seorang dokter psikolog, beliau mengatakan bahwa gadget dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan si buah hati.

Apabiila seorang anak terbiasa bermain gadget, maka akan dapat menyebabkan si anak tersebut mengalami kecanduan terhadap gadget. Hal ini akan menyebabkan terhambat nya perkembangan interaksi sosial si buah hati tersebut. Selain hal tersebut, gadget juga dapat membuat si buah hati kita untuk melupakan tanggung jawab mereka dalam belajar, beribadah, mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain-lain.

Lantas bagaimanakah agar penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet itu aman dan berguna bagi si buah hati tercinta kita?

Sara Punel adalah direktur marketing and operasional tekkie help, sebuah perusahaan teknologi dan komunikasi yang ada di Singapura, beliau membagikan tips-tips kepada kita berkaitan penggunaan sebuah smartphone dan tablet terhadap buah hati kita.

Pertama memilih aplikasi yang berkualitas. Dengan aplikasi yang berkualitas, buah hati kita dapat beljar di aplikasi-aplikasi edukasi sekaligus bemain dan bereksplorasi terhadap hal-hal baru.

Kedua orang tua harus mendampingi buah hatinya. Sebagai orang tua kita harus senantiasa memantau dan mendampingi buah hati kita dalam bermiain game ataupun browsing-browsing. Latihlah si buah hati kalian untuk senantiasa berfikir kritis terhadap segala hal

Ketiga menjadi figur contoh yang baik. Karena prilaku orang tua merupakan hal yang sering dilihat oleh buah hati kita sehingga si buah hati kita akan mencontoh atau meniru segala hal-hal terutama dalam bermain gadget. Kita sebagai orang tua juga tidak boleh sampai terhipnotis akan adanya gadget, sehingga mengakibatkan kurangnya komunikasi antara orang tua dengan si buah hati.

Selain hal-hal di atas, di bawah ada beberapa hal-hal yang penting dan perlu dipahami bagi orang tua yaitu :

Pertama memberikan batas pengguna kepada si buah hati dalam bermain gadget yaitu maksimal 30 menit atau sampai 1 jam setiap harinya, hal ini juga untuk mencegah rusak nya mata si buah hati kita.

Kedua mengimbangi penggunaan gadget atau smartphone dengan mengajak bermain di lingkungan-lingkungan terbuka atau aktivitas-aktivitas yang dapat membuat si buah hati kita lupa terhadap gadget.

Ketiga jangan pernah menjadikan gadget sebagi baby sister atau istilah nya menjadikan gadget sebagai cara menenangkan si buah hati agar tidak menangis.

Keempat mengajarkan sejak dini kepada si buah hati untuk bijak dalam berinternet dan membatasi terhadap konten-konten yang berbahaya bagi si buah hati

Kelima untuk anak yang usia nya sudah agak besar, gunakan waktu pembatasan dalam menggunakan gadget dan sering-sering lihatlah gadget atau smartphone nya terhadap situs-situs apa yang di buka oleh anak tersebut.

Teknologi memang memiliki dampak buruk bagi si buah hati kita, apabila tidak digunakan dengan tepat. Tetapi apabila teknologi digunakan dengan cara yang tepat dan benar, maka akan mendatangkan manfaat yang luar biasa yaitu dapat menjadi sumber belajar dan sumber informasi-informasi baik di Indonesia ataupun di dunia.

Achmad Rizalul Fikri
Mahasiswa STKIP Al hikmah Surabaya

Editor : Muhammad Fauzan Alimuddin

Baca juga:
Si Anak Broken Home dan Kecemburuannya pada Anak Luqman
Webinar “Start-In” Ajak Anak Muda Belajar Membangun Start-up
Dibalik Diamnya, Anak Introvert

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI