Mahasiswa UB Dorong Literasi Lingkungan dan Teknologi Lewat Aksi Konkret Bersama Warga
Ledoktempuro, MMI – Dengan semangat memberdayakan desa dari akar rumput, Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD UB 2025) kelompok 61, menghadirkan rangkaian program inspiratif yang menyasar remaja, pemuda Karang Taruna, hingga perangkat desa (26/07/2025).
Selama hampir sebulan, tim MMD berupaya membangun kesadaran lingkungan, literasi teknologi, serta kemandirian energi di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Lumajang.
Program ini dibuka dengan kegiatan “Ledoktempuro Sadar Sampah” dan BriLIT pada 5 Juli 2025 yang dilakukan di aula pendopo Balai Desa Ledoktempuro. Untuk Program “Ledoktempuro Sadar Sampah” yang digagas oleh Fatah Raufurrahim merupakan bagian dari bentuk kepedulian terhadap pengelolaan limbah serta rendahnya minat baca dan tulis di kalangan remaja desa.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa melibatkan para remaja dalam pelatihan pemilahan sampah, edukasi lingkungan, serta kerja bakti bersama komunitas lokal. Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menanamkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari gaya hidup sadar iklim.
Program ini juga dilakukan dengan tujuan mengurangi isu pengurangan emisi karbon melalui praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Di saat yang sama, tim MMD juga menginisiasi revitalisasi perpustakaan desa sebagai simbol kebangkitan literasi pemuda desa.
“Pemuda adalah bagian dari masa depan, sehingga mereka harus sadar dan berkontribusi menjaga dan melestarikan bumi ini.”jelas Fatah
Masih di hari dan tempat yang sama, Peres Omega Laoli meluncurkan inovasi BriLIT (Briket Literasi), sebuah program kreatif yang mengolah limbah sisa kayu dari mebel desa menjadi energi alternatif dalam bentuk briket. Melalui pendekatan pelatihan langsung dan modul praktis, para peserta belajar memanfaatkan bahan yang selama ini hanya dibuang atau dibakar menjadi sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan.
Tidak hanya menghasilkan briket, program ini juga menyelipkan pelatihan menulis kreatif untuk membangun narasi tentang lingkungan dan masa depan energi bersih desa. Selain itu, dengan mengubah limbah menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan, program ini turut mendorong pencapaian SDGs 7, khususnya terkait pemanfaatan sumber energi alternatif yang lebih rendah emisi karbon.
Kegiatan ini menjadi bukti integrasi antara praktik sains sederhana, pemberdayaan ekonomi mikro, dan penguatan literasi fungsional yang selaras dengan prinsip SDGs 7 dan 13.
“BriLIT bukan hanya tentang energi alternatif, tapi tentang bagaimana narasi lokal bisa membangun kesadaran global,” jelas Peres.
Memasuki pertengahan Juli, Desy Azzakiya memimpin jalannya pelatihan Teras Digital yaitu pada 9 Juli 2025 di aula pendopo Balai Desa Ledoktempuro, Teras Digital resmi digelar sebagai pelatihan literasi teknologi dasar bagi remaja di Desa Ledoktempuro.
Menggunakan modul interaktif buatan tim MMD, peserta dikenalkan pada cara penggunaan Microsoft Word dan Excel, dari yang paling mendasar hingga pengolahan data sederhana.
Dengan suasana belajar yang akrab dan praktis, para remaja terlihat antusias, terlebih karena materi langsung diterapkan untuk membuat dokumen dan pengolahan data. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4, khususnya dalam peningkatan keterampilan dasar literasi digital, agar remaja Desa Ledoktempuro mampu bersaing dan beradaptasi di era teknologi informasi.
Salah satu peserta, Malik (16), mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan Teras Digital ini Kak, karena saya jadi tahu tentang penggunaan dasar Word dan Excel. Padahal sebelumnya saya tidak pernah menggunakan sama sekali,” ujarnya dengan semangat.
Kegiatan ini membuktikan bahwa literasi digital bukanlah milik kota besar semata, dan desa pun punya potensi besar jika diberi ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada malam puncak tanggal 26 Juli 2025 di Balai Desa Ledoktempuro, MMD UB 61 Adrian Alessandro Christopher Chandra secara resmi meluncurkan Website Resmi Desa Ledoktempuro.
Website ini dikembangkan sebagai kanal digital resmi yang menampilkan informasi desa mulai dari profil desa, struktur pemerintahan, instansi pendidikan, demografi penduduk, dan artikel kegiatan kelompok 61 MMD Universitas Brawijaya selama di Desa Ledoktempuro.
Dengan desain yang mudah diakses dan ramah pengguna, website ini diharapkan menjadi jembatan informasi antara pemerintah desa dan masyarakat, serta menjadi wajah digital Desa Ledoktempuro di mata luar. Peluncuran Website Desa Ledoktempuro ini merupakan langkah nyata dalam menyediakan akses informasi yang terjangkau dan merata bagi seluruh masyarakat desa.
“Di era digital ini, desa juga harus ikut berkembang. Website desa adalah langkah awal untuk membuka akses informasi dan pelayanan yang lebih mudah bagi masyarakat,” jelas Adrian.
Keempat program yang telah dijalankan menjadi langkah awal yang bermakna untuk membentuk desa yang tidak hanya sadar akan lingkungan dan teknologi, tetapi juga mandiri dalam energi dan informasi. Sasaran utama yang meliputi remaja, karang taruna, siswa SMP/SMA, dan perangkat desa menjadi fondasi penting dalam menyemai perubahan.
Seluruh rangkaian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui SDGs 13 (Aksi Iklim), SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDGs 9 (Infrastruktur dan Inovasi Digital).
“Harapannya, program ini bukan hanya meninggalkan jejak kegiatan, tapi juga memantik gerakan warga untuk terus melanjutkan, merawat, dan mengembangkan potensi desanya,” ujar Bayu Indra Pratama, S.I.Kom., M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas generasi, Desa Ledoktempuro kini melangkah mantap sebagai desa yang bersih, cakap digital, dan mandiri secara energi.
#LedoktempuroSadarSampah
#BriLIT
#TerasDigital
#WebsiteDesaLedoktempuro
#SDGs13
#SDGs7
#SDGs4
#SDGs9
#MMDUB2025
#Kelompok61
Penulis:
- Peres Omega Laoli
- Desy Azzakiya
Mahasiswa Universitas Brawijaya
Dosen Pengampu: Bayu Indra Pratama, S.I.Kom., M.A.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI
















