Pandemi dan Bulan Kaderisasi

Gambar: pwnusulsel.or.id

Dalam waktu dekat, PMII akan menyambut bulan kaderisasi seiring dengan pembukaan tahun ajaran baru. Namun beda dari biasanya, tahun ini berdampingan dengan fenomena pandemi yang tak kunjung usai. Efeknya, kegiatan kaderisasi yang semula biasa kita sambut dengan euforia hingar-bingar dan kumpul-kumpul, mungkin akan mengalami penyesuaian-penyesuaian. 

Secara nasional, pemerintah pusat sudah memberikan sinyal tentang skenario tatanan normal baru sebagai skema lanjutan untuk kita menjalani kehidupan di tengah Covid-19. Artinya kita diminta untuk berdamai dengan Covid-19, sembari membiasakan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dalam beraktivitas. Baik itu dengan memakai masker, tidak bersentuhan, sering mencuci tangan, membawa hand sanitizer, dan jaga jarak sosial. Kebiasaan inilah yang disebut dengan The New Normal. 

Lalu, apa kabar kaderisasi PMII yang biasanya memobilisir para kader di satu tempat, berkumpul, dan berkerumun?

Secara nasional, kita masih menunggu arahan dan petunjuk dari PB PMII sebagai induk organisasi di tingkat pusat. Namun secara regional, PC PMII Ciputat juga tengah mencoba melakukan simulasi-simulasi tentang kegiatan kaderisasi yang akan kita hadapi. Apakah nanti dengan skema virtual, atau tetap dengan skema konvensional namun dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat. 

Jika dengan skema virtual, tentu banyak problem teknis yang perlu dipikirkan. Misalnya bagaimana teknis pembaiatan, juga bagaimana mengganti agenda-agenda yang sifatnya di lapangan seperti simulasi aksi. Ini lah yang oleh pimpinan kami, Sahabat Ramadhan, tengah kita bahas bersama dengan sahabat-sahabat pengurus cabang. 

Secara internal, Ketua Umum Sahabat Ramadhan tengah intensif melakukan briefing kepada teman-teman pengurus agar mendayagunakan kreatifitas dan inovasinya untuk tetap produktif meski dalam situasi pandemi. Atas dasar ini lah Dapur Ciputat Bergerak hadir sepanjang Ramadhan kemarin, juga aneka kegiatan virtual seperti diskusi dan halal bi halal. 

Mari kita sambut bulan kaderisasi ke depan dengan optimis, semangat, dan militansi yang berlipat. Situasi pandemi ini menuntut kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang skema organisasi agar lebih diterima oleh khalayak dan para kader. Apapun keputusan yang diambil, pasti ada plus dan minusnya. Namun kata Mark Zuckerberg bosnya facebook:

“Di dunia yang berubah sangat cepat, satu-satunya strategi yang dijamin gagal adalah tidak mengambil resiko”

M. Luthfi Ramadhan
Sekretaris Bidang Kaderisasi PC PMII Ciputat

Baca juga:
Rayon PMII Nurut Taqwa Gelar Pelantikan dan Seminar Kepemudaan
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Ikut Mapaba PMII
Andragogi sebagai Ruh Gerakan PMII; Reformasi Gerakan PMII

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI