Pentingnya Efikasi Diri pada Sarjana dalam Menghadapi Dunia Kerja

Opini
Ilustrasi: istockphoto

Pendahuluan

Pentingnya pendidikan tinggi mulai disadari oleh masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik. Tingkat strata satu ditempuh untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih banyak, sehingga mampu menguasai keterampilan yang tidak dimiliki oleh orang lain dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah (Nadziri, 2018).

Tingkat kebutuhan akan pekerjaan di Indonesia masih sangat tinggi, sedangkan lapangan pekerjaan yang memungkinkan seseorang bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya masih kurang memadai, sehingga penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi cenderung lambat yang pada akhirnya menyuburkan pengangguran berlabel sarjana.

Dewasa ini banyak ditemukan sarjana yang berprofesi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Jika melihat pada usia dan tahap perkembangannya, mahasiswa seharusnya sudah dapat memilih dan merencanakan karier sesuai dengan minat, harapan, cita-cita, dan kemampuannya.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Program MSIB PLN ICON Plus sebagai Wadah Mahasiswa Mempersiapkan Diri ke Dunia Kerja yang Profesional

Pengangguran berasal dari berbagai tingkat pendidikan salah satunya lulusan perguruan tinggi. Badan Pusat Statistik menyatakan pengangguran pada angkatan tahun 2018 yang berasal dari perguruan tinggi mengalami kenaikan menjadi 6,31% atau berkisar 729 ribu jiwa dari total keseluruhan pengangguran yaitu berkisar 7 juta jiwa dibandingkan dengan tahun 2017 yaitu 5,18%. Tingginya jumlah pengangguran membuat persaingan antara pencari kerja menjadi tinggi.

Sebagai sarjana, hendaknya memiliki keyakinan diri atas kemampuan yang dimiliki sebelum menghadapi dunia kerja yang tentunya memiliki banyak pesaing dari berbagai lulusan sarjana lain.

Keyakinan diri untuk bisa mencapai pekerjaan yang dikehendaki ini akan membuat para sarjana memiliki peluang keterima kerja yang besar. Dan tentunya hal tersebut dapat mengurangi angka pengangguran yang bergelar sarjana.

Pembahasan

Menurut Safaria (2015), efikasi diri adalah keyakinan yang diimiliki seseorang tentang kemampuan yang dimilikinya untuk menghadapi tugas atau situasi tertentu, effikasi diri merupakan kepercayaan diri seseorang dalam menguasai situasi dan menghasilkan sesuatu yang meyakinkan.

Efikasi diri merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan diri individu mengenai kemampuannya untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk mencapai kecakapan tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa efikasi diri membuat individu percaya akan kemampuan yang dimilikinya dalam mengatasi masalah dan hambatan yang menghalangi mereka untuk mencapai suatu tujuan. Dengan kata lain individu percaya bahwa mereka mampu mencapai keinginan, cita-cita, mimpi-mimpi, dan tujuan mereka secara efektif.

Baca Juga: Tingkatkan Dunia Kerja melalui Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka Bersama PT. Stechoq Robotika Indonesia

Efikasi diri merupakan unsur kepribadian yang berkembang melalui pengamatan-pengamatan individu terhadap akibat-akibat tindakannya dalam situasi tertentu persepsi seseorang mengenai dirinya dibentuk selama hidupnya melalui reward dan punishment dari orang-orang sekitar.

Penulis: Alfiyatul Khusnah
Mahasiswa Magister Psikologi Sains Universitas Ahmad Dahlan

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Daftar Pustaka

Nadziri, M. (2018). Kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa akhir dengan jurusan yang diprediksi sulit mendapat pekerjaan skripsi. 1–38.

Safaria, Triantoro. (2016). Peran Efikasi Diri, Pola Asuh Otoriter, dan Motivasi Berprestasi terhadap Kematangan Karir. Jurnal Psikologi. Vol. 43, No. 2.

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI