Perang Nuklir! Rusia Kerahkan Rudal

Opini
Ilustrasi: istockphoto

Rusia kerahkan rudal dan menyiapkan senjata nuklir untuk perang nuklir, apa dampaknya untuk dunia?

Terjaganya stabilitas perdamaian dunia menjadi salah satu keinginan seluruh masyarakat internasional. Namun harapan tersebut seolah menjadi rasa keprihatinan jika terjadi perang antar negara yang menggunakan senjata nuklir.

Hukum internasional mengatur senjata nuklir melalui perjanjian internasional, salah satunya adalah Treaty on Non-Proliferation of Nuclear Weapons tahun 1968.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca Juga: Efek Perang Rusia-Ukraina terhadap Industri Pertahanan Dunia

Selain memberikan jaminan rasa aman, dibentuk pula No First Use Policy untuk menjamin negara pemilik nuklir senjata bukan pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir jika terjadi konflik dengan negara lain.

Rusia hingga saat ini terus meningkatkan kekuatan nuklirnya dan akan memulai pengiriman massal rudal hipersonik yang diluncurkan oleh laut Zircon. Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa hipersonik zircon ini merupakan generasi baru dalam sistem persenjataan yang tidak tertandingi.

Kementerian pertahanan Inggris mengatakan bahwa Rusia kekurangan amunisi, khususnya rudal presisi tinggi, meski Rusia dianggap kekurangan rudal, Presiden Rusia mengatakan masih memiliki senjata lainnya yakni nuklir. Namun ada laporan yang mengatakan bahwa Rusia tidak akan meluncurkan nuklirnya kecuali jika lawannya memulai terlebih dahulu.

Putin dilaporkan akan segera mengerakan senjata nuklir taktisnya ke Belarusia, hal ini karna terjadinya eskalasi geopolitik antara Moskow dan Barat terus memuncak apalagi terkait dengan perang Ukraina.

Putin mengatakan pergerakan senjata nuklir ke negara sekutu Rusia itu tidak akan melanggar perjanjian nonproliferasi, dia juga mengatakan langkahnya ini sebagai respons atas keputusan Inggris yang akan memasok Ukraina dengan senjata depleted uranium.

Semua negara bersenjata nuklir berusaha meningkatkan persenjataan mereka dan sebagian besar mempertajam retorika nuklir dan peran senjata nuklir dalam strategi militer mereka

Lima Tanda yang Menunjukan bahwa Presiden Rusia Tidak Main-Main dengan Perang Nuklir

Lalu apa saja?

Pertama, Putin mengumumkan bekukan perjanjian pembatasan senjata nuklir. Putin mengumumkan mundur dari perjanjian nuklir dunia, New Start yang dibuat pada tahun 2010.

Kedua, disetujuinya Parlemen Rusia. Ketua Duma Rusia atau majelis rendah parlemen, Vyacheslav Volodin menuding Amerika Serikat sebagai penyebab atas keputusan Putin untuk menangguhkan partisipasi Moskow dalam perjanjian nuklir New Start.

Ketiga, kekuatan nuklir semakin meningkat. Pada sebuah pidato Putin mengatakan bahwa Rusia akan terus melengkapi angkatan bersenjatanya dengan peralatan yang semakin canggih.

Baca Juga: Strategi Amerika Serikat Mencegah Pengaruh Rusia dalam Perdagangan Senjata dan Militer

“Seperti sebelumnya, kami akan meningkatkan perhatian untuk memperkuat triad nuklir,” kata Putin yang merujuk pada rudal yang berbasis di darat, laut, dan udara.

Putin juga mengatakan bahwa untuk pertama kalinya, rudal balistik antar benua Sarmat akan dikerahkan tahun ini, Sarmat adalah senjata yang dijuluki “setan” yang mampu membawa banyak hulu ledak nuklir.

Keempat, resiko perlombaan senjata, seret China, India, dan Pakistan. Dapat dilakatakan bahwa penangguhan yang dilakukan Putin dinilai bahaya, karena akan menyebabkan meningkatnya risiko perlombaan senjata baru, bersamaan dengan perang Ukraina.

Masa depan juga dikatakan tidak akan stabil, karna memacu kekuatan-kekuatan negara lain seperti India, Pakistan untuk membangun persenjataan nuklir mereka.

Menurut direktur strategi, perjanjian itu secara efektif membatasi jumlah hulu ledak per rudalnya, yang dapat disebarkan oleh kedua belah pihak, sehingga dapat menghindari kehancuran akibat melipatgandakan jumlah hulu ledak.

Kelima, perang dingin lagi. James Cameron, Ia mengatakan bahwa jika New Start ditinggalkan itu akan menandai kembalinya aura perang dingin.

Keenam, pesan yang disampaikan Putin. Pesan yang disampaikan Putin membuat khawatir negara-negara yang dapat terancam dari perang nuklir ini, sebab dalam kajian strategis secara normal retalitas nuklir hanya dilakukan jika terjadi serangan nuklir.

Kata-kata Putin, “Saya akan mempertinbangkan penggunaan senjata nuklir kalau ada serangan udara wilayah Rusia,” tapi itu bukan serangan nuklir melainkan serangan udara.

Serangan yang disampaikan Putin serangan yang mana mengarah ke Rusia, apakah benar ke negara Rusia atau keempat wilayah di Ukraina yang sekarang sudah dikuasai Rusia.

Atau bahkan Krimea yang sejak tahun 2004 secara de facto ke Rusia, kalau lima negara ini tiba-tiba melakukan serangan udara, Putin akan mempertimbangkan serangan nuklir.

Ukraina meminta dibantu dengan pesawat F-16, bahkan sampai ke F-35. Pada saat F-16 dan F-35 digelar itu kemudian melakukan serangan ke wilayah Rusia, Putin mengatakan bahwasanya Rusia akan mempertimbangkan perang nuklir.

Jika dilihat dalam dunia krisis hal ini, terakhir terjadi dalam dunia krisis misil Kuba pada tahun 1962, kalau membaca sejarahnya pada saat itu dunia benar-benar sudah siap dengan perang nuklir, jika akan terjadi.

Baca Juga: Rusia Menginvasi Ukraina: Memahami Latar Belakang dan Tujuan

Mengerikan! Ini Dia Dampak-Dampaknya

Dapat dikatakan bahwa dampaknya bukan hanya pada Asia tapi juga akan berdampak pada negara Eropa, efek perang nuklir tidak terjadi pada negara yang berperang saja, tapi juga akan menelan banyak korban akibat perang nuklir ini.

Akan melewati tiga tahap kehancuran, yaitu:

Pertama, Nuclear War. Dampak ini terjadi pada saat perang nuklir terjadi, dalam dampak ini hanya terjadi pada prajurit dan objek serangan langsung, serangan nuklir yang berukuran sedang akan menewaskan puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang dalam waktu yang singkat.

Kedua, tebaran debu dan radiasi. Dampak ini akan mengakibatkan tebaran debu dan radiasi ke seluruh dunia yang dapat bertahan berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun lamanya, yang akan menyebabkan penyakit kulit dan kelainan genetik, jutaan orang bahkan puluhan orang akan terdampak.

Ketiga, penurunan suhu bumi atau nuclear winter. Dampak ini merupakan dampak iklim jangka pendek dan jangka panjang akibat perang nuklir, dampak ini dapat bertahan hinggan 5-10 tahun artinya akan ada satu dekade tanpa musim panas. Dampak ini diprediksi akan mengakibatkan lebih banyak kematian dibandingkan perang nuklir itu sendiri.

Menyebabkan suhu bumi menurun pada titik yang ekstrim, mencapai titik terdingin sejak zaman es, tanaman tidak dapat tumbuh, manusia akan merasakan kedinginan yang luar biasa, dan mengalami kelaparan dan krisis.

Penulis: 

Sintia Astianti       
Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Britannica,”Conventional strategy”, diakses dari https://www.britannica.com/topic/nuclear-strategy/Conventional-strategy

Kompas,”Rusia akan Bagun Kekuatan Nuklir Strategis”, diakses dari https://video.kompas.com/watch/220195/rusia-akan-bangun-kekuatan-nuklir-strategis

BBC News Indonesia,”Risiko Perang Nuklir: Seberapa Dekat Kita dengan Risiko Kehancuran Akibat Perang Nuklir? “, diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-60792956

Thea Fathanah Arbar,”Bikin AS Perang, Segini Jumlah Nuklir Terbaru Rusia”, diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20220615064340-4-347122/bikin-as-minder-perang-segini-jumlah-nuklir-terbaru-rusia

CNBC Indonesia,”Putin Siaga Perang Nuklir, Siap Kerahkan Rudal ‘Setan’ “, diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20230223061006-4-416187/putin-siaga-perang-nuklir-siap-kerahkan-rudal-setan

CNBC Indonesia,”Gawat! Perang Nuklir Makin Dekat, Putin Beri Kode Serangan”, diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20221210065543-4-395515/gawat-perang-nuklir-makin-dekat-putin-beri-kode-serangan

Yuni Utami, Xavier Nugraha, Atiqoh Farhan, “Analisis Penerapan No First Use Policy Dalam Penggunaan Senjata Nuklir: Sebuah Tinjauan Yuridis”, diakses dari https://ojs.unida.ac.id/livinglaw/article/view/2770

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI