Pendahuluan
Tuvalu, sebuah negara dataran rendah di Kepulauan Pasifik karena letak geografisnya yang rata-rata hanya sekitar 26 km² di atas permukaan laut, menjadikannya paling rentan sekali akan dampak perubahan iklim, jika naiknya permukaan laut.
Para ilmuwan memperkirakan pada tahun 2100 wilayah negara ini 95% akan terendam air saat air pasang, dan terancam hilang secara fisik.
Isi
Krisis iklim pada umumnya membawa dampak yang sangat buruk bagi setiap kehidupan, terkhususnya pada kehidupan sehari-hari masyarakat Tuvalu.
Kenaikan permukaan laut membuat sebagian wilayah seperti Ibu Kota Funafuti mengalami banjir dan kekeringan akibat perubahan iklim serta beberapa pulau sudah mulai tenggelam dan aliran air asin mencemari sumber air tawar yang mengakibatkan krisis air dan kelaparan.
Sebagian masyarakat kehilangan lahan tempat tinggal secara permanen dan mata pencaharian mereka sehingga mereka harus bermigrasi paksa, hal tersebut berdampak terhadap budaya nilai-nilai dan identitas Tuvalu.
Upaya yang dilakukan pemerintah dalam merespon hal tersebut yaitu melakukan diplomasi aktif pada forum internasional untuk menuntut keadilan iklim, mencari bantuan finansial dan perlindungan hukum, dan juga menggagas inisiatif yaitu “Tuvalu’s Future Now Project” yang resmi diluncurkan pada 27 oktober 2021.
Proyek ini memiliki tiga fokus utama, pertama ingin mempromosikan diplomasi iklim berbasis nilai-nilai budaya Tuvalu, kedua memastikan batas negara dan kedaulatan maritim tetap diakui oleh kanca internasional, ketiga membangun ‘negara digital’ sebagai cadangan virtual yang mencerminkan tata kelola, sejarah, budaya, dan nilai-nilai Tuvalu sebagai bentuk persiapan masa depan, sehingga jika negara ini tenggelam secara fisik, negara digital ini akan berfungsi sebagai eksistensi negara Tuvalu.
Kesimpulan
Krisis iklim yang dihadapi Tuvalu adalah contoh nyata perubahan iklim dapat menjadi ancaman serius bagi negara-negara kecil di kepulauan pasifik yang dapat berpotensi hilangnya negara mereka sendiri, akibat kenaikan permukaan laut, sehingga melalui diplomasi iklim, adaptasi, dan dukungan internasional, Tuvalu berjuang mempertahankan keberadaan dan kedaulatannya di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin ganas.
Penulis: Selsiana N Bonay
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












