Sumatera Utara, MMI — Upaya menciptakan sekolah yang aman dan bebas perundungan terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara.
Melalui Kelompok 100 Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK), mereka menggelar Gerakan Anti-Perundungan di SMP Kartika I-2 Medan pada Senin (20/10/2025), sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan mental dan kenyamanan belajar siswa.
Sosialisasi anti-perundungan di SMP Kartika I-2 Medan membahas bentuk-bentuk perundungan, pemicu, serta dampak psikologis dan akademiknya. Kegiatan dari proyek MKWK 100 Anti-Perundungan ini berlangsung interaktif melalui diskusi, simulasi kasus, dan sesi tanya jawab.
Mahasiswa juga mewawancarai siswa, guru, dan orang tua mengenai pengalaman perundungan. Hasilnya menunjukkan bahwa perundungan verbal dan sosial masih sering terjadi meski sering dianggap hal biasa.
Para guru SMP Kartika I-2 menyambut positif kegiatan ini. Salah satu guru mengatakan, “Masih banyak siswa yang tanpa sadar melakukan perundungan verbal, seperti mengolok atau mengganggu teman di kelas. Sosialisasi ini sangat membantu kami memperkuat edukasi tentang bahaya perundungan.”
Melalui kolaborasi dan pendekatan edukatif yang dekat dengan dunia siswa, Kelompok 100 MKWK USU menunjukkan komitmen untuk mendukung terciptanya generasi muda yang lebih peduli dan bebas perundungan.
Penulis: Kelompok 100 Anti-Perundungan Proyek MKWK USU
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












