Di kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan sekolah dasar, tidak jarang kita melihat anak-anak meniru orang-orang di sekitarnya, seperti cara berbicara, berpakaian hingga cara bersikap kepada teman dan guru. Hal tersebut memang terlihat sederhana, namun sebenarnya mencerminkan proses belajar yang terjadi secara alami.
Konrad Lorenz berpendapat bahwa meniru merupakan bagian dari dorongan insting manusia untuk memahami serta beradaptasi dengan lingkungannya.
Bagi anak-anak sekolah dasar yang masih berada pada tahap awal perkembangan sosial dan emosional, perilaku meniru menjadi cara penting dalam membentuk kepribadian yang akan mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.
Konrad Lorenz, seorang tokoh berpengaruh dalam bidang psikologi perkembangan, mengemukakan gagasan tentang imprinting atau perilaku meniru yang secara alami muncul sejak masa awal kehidupan.
Lorenz menjelaskan bahwa manusia memperoleh pembelajaran melalui pengamatan dan peniruan terhadap sosok yang dianggap penting di sekitarnya.
Hal ini tampak jelas pada anak-anak sekolah dasar, yang sering meniru cara berbicara guru favoritnya, mencontoh kebiasaan belajar teman yang rajin, atau mengikuti gaya berpakaian teman yang dianggap menarik.
Proses meniru tersebut menjadi sarana bagi anak untuk memahami lingkungan sosial dan menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Oleh karena itu, perilaku meniru bukanlah hal yang negatif selama lingkungan yang ditiru memberikan teladan yang positif dan membantu pembentukan karakter anak.
Menyadari hal tersebut, peran orang dewasa di sekitar anak terutama guru dan orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai teladan nyata yang dapat diamati dan ditiru oleh anak-anak setiap hari.
Tindakan sederhana seperti berbicara dengan sopan, bersikap ramah, dan menunjukkan kebiasaan positif dapat membantu membentuk perilaku sosial anak secara perlahan. Sebaliknya, jika lingkungan memperlihatkan perilaku yang kurang baik, anak dapat menirunya tanpa sadar.
Karena itu, menciptakan suasana belajar yang positif, penuh empati, dan saling menghargai merupakan langkah penting agar anak tumbuh dengan karakter yang kuat serta mampu berinteraksi secara sehat dalam kehidupan sosialnya.
Baca Juga: Bagaimana Peran Guru dan Orang Tua dalam Perkembangan Anak
Dengan menyadari bahwa perilaku meniru merupakan bagian alami dari proses belajar anak maka guru, orang tua, dan lingkungan memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan contoh yang baik.
Anak-anak cenderung meniru hal-hal yang mereka dengar dan lihat setiap hari, sehingga keteladanan positif menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter berperilaku yang baik.
Oleh karena itu, kerja sama antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan untuk memberikan rasa kepedulian serta memberikan ruang bagi anak untuk meniru perilaku yang bermanfaat.
Penulis: Maria Christie
Mahasiswa PGSD Universitas Kristen Satya Wacana
Dosen Pengampu: Trivena Dyah Wijayanti
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












