Bukan Sekedar Tempat Tumbuh, Tetapi Tempat untuk Berkembang: Apa Pentingnya Lingkungan yang Baik bagi Anak

Lingkungan Anak
Ilustrasi Anak Bermain di Alam (Sumber: Media Sosial)

Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga tempat berkembang. Lingkungan memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian, tingkah laku, kesehatan, dan kemampuan anak. Anak-anak belajar, berinteraksi dan meniru dari apa yang mereka lihat di sekitarnya.

Menurut teori ekologi perkembangan dari Urie Bronfenbrenner, perkembangan anak tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan dibentuk oleh interaksi kompleks antara anak dan lingkungannya. Salah satu lapisan terpenting dalam teori ini yaitu mikrosistem atau lingkungan terdekat anak.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Mikrosistem adalah lingkungan langsung di mana anak berinteraksi setiap harinya seperti keluarga, sekolah, dan teman sebaya. Di dalam mikrosistem inilah anak mendapatkan pengalaman secara langsung yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian, cara berpikir dan perilaku anak.

Setiap interaksi kecil seperti pola asuh orang tua, perlakuan guru disekolah dan hubungan dengan teman sebaya akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Selain itu, dalam era digital sekarang, gadget dan media sosial juga termasuk ke dalam mikrosistem karena anak sering berinteraksi melalui gadget entah untuk bermain, menonton kartun, atau belajar.

Jika digunakan dalam pengawasan dapat menambah wawasan anak, tetapi jika tanpa pengawasan bisa berdampak negatif pada pola pikir dan perilaku anak.

 

Lalu Apa Perbedaan antara Anak yang Tumbuh di Lingkungan yang Baik dan Tidak? 

Anak yang tumbuh dalam keluarga yang memberikan kasih sayang, perhatian, pujian, teladan yang baik, akan membantu anak tumbuh menjadi lebih percaya diri, mudah berteman, cerdas, dan berakhlak mulia. Sedangkan anak yang tumbuh dalam keluarga yang cuek, sering bertengkar, dan tidak peduli kepada anak, anak cenderung tumbuh menjadi orang yang lebih tertutup, susah berteman, tidak percaya diri dan susah mengkontrol emosi.

Perbedaan pola asuh dalam keluarga dapat dilihat melalui contoh berikut:

Rafli hidup di dalam keluarga yang harmonis, orang tua Rafli selalu memberikan perhatian dan kasih sayang yang besar. Ketika rafli sedang sedih mereka akan mengajak Rafli berbicara dengan lembut.

Selain itu, ketika Rafli mendapatkan nilai yang jelek mereka tidak akan memarahinya melainkan membantu Rafli belajar dan memberikan semangat untuk tidak pantang menyerah. Mendapatkan kasih sayang yang besar membuat Rafli tumbuh menjadi anak yang percaya diri, mudah dan peduli kepada orang yang sedang kesulitan.

Ilustrasi Keluarga Harmonis

Sedangkan Andra hidup di dalam keluarga yang tidak peduli kepada Andra, orang tuanya sibuk bekerja sehingga tidak memiliki waktu untuk merawat Andra, ketika orangtuanya di rumah yang Andra lihat hanya pertengkaran antara kedua orangtuanya dan saat andra mendapatkan nilai jelek bukannya diberikan semangat atau membantu Andra, yang Andra dapatkan justru amarah dari kedua orangtuanya karena nilai jelek tersebut.

Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua membuat andra tumbuh menjadi orang yang tertutup, susah berteman dan cenderung susah mengkontrol emosi.

Ilustrasi Keluarga Kurang Harmonis

Selain keluarga, lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh dalam perkembangan anak. Di sekolah anak tidak hanya diajarkan tentang akademik namun juga tentang bagaimana cara berinteraksi, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghargai orang. Serta adanya dukungan dari guru dan teman sebaya yang positif dapat meningkatkan semangat belajar dan berani mencoba hal baru.

Di era sekarang, gadget dan media sosial juga sangat berpengaruh dalam perkembangan anak karena anak hampir setiap waktu menggunakan gadget dan media sosial. Konten apa yang dilihat anak sangat mempengaruhi perilaku dan cara berpikir anak.

Jika anak melihat konten yang positif dan mendidik, dapat meningkatkan kreativitas dan pengetahuan ank. Namun jika tanpa pengawasan orang tua, anak dapat melihat konten yang kasar dan tidak sopan, akibatnya anak dapat menirukan perilaku buruk tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pada perkembangan anak sangat penting adanya lingkungan yang baik. Untuk menciptakan lingkungan yang baik perlu kerja sama antara peran orang tua dan guru supaya anak dapatmenjadi orang yang cerdas, bahagia, percaya diri dan berakhlak mulia.

 

Penulis: Wahyu Trianti
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Kristen Satya Wacana 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses