Sejarah, Perkembangan, dan Dampak Peralihan dari Televisi Analog ke Digital

Televisi Analog ke Digital
Televisi.

Televisi adalah salah satu media massa yang menampilkan sajian gambar dan suara (Audio Visual) program-program yang berisikan informasi dan hiburan. Dari televisi yang berbentuk tabung hingga bentuk televisi yang semakin melebar dan menipis dengan resolusi warna yang lebih baik dan jernih.

Sejarah Penemuan Televisi

Di daratan Eropa, cikal-bakal siaran televisi pertama di dunia terjadi di Jerman pada tahun 1928, di Perancis pada tahun 1935, dan di Inggris Raya pada tahun 1936. Sementara itu, siaran televisi baru mulai menjadi populer di Amerika Serikat pada tahun 1939.

Sedangkan di negara Indonesia siaran televisi resmi pada tahun 1962 saat TVRI menayangkan siaran langsung Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-17 tepatnya 17 Agustus 1962. Meskipun siaran tersebut dikategorikan sebagai siaran percobaan, disusul TVRI Yogyakarta 1965 dan mengalami perkembangan besar saat diluncurkan Satelit Palapa.

Sejarah asal mula penemuan televisi yang pertama adalah ditemukannya Cakram Nipkow pada tahun 1880-an oleh Paul Gottlieb Nipkow seorang fisikawan Jerman. Dia pertama kali memperkenalkan gagasan tentang transmisi gambar elektronik meskipun gambar televisi saat itu masih hitam putih.

Penemuan teknologi televisi menemukan sistem pengiriman dan penerimaan dengan bantuan tabung sinar katode oleh Vladimir Kosma Zworykin pada tahun 1923. Pada tahun 1929 Zworykin bekerja mengembangkan televisi dan juga tabung penyalur untuk mengirimkan dan menerima gambar yang mengawali teknik televisi modern.

Penemu televisi yang banyak dikenal orang adalah John Logie Baird yang berasal dari Skotlandia. Dia berhasil menemukan cara pemancaran gambar bergerak monokrom. Baird berhasil menghasilkan gambar dengan resolusi 30 baris yang cukup untuk menampilkan wajah manusia melalui penggunaan lensa dengan spiral ganda.

Penemu selanjutnya adalah Philo Farnsworth dari Amerika. Dia yang menemukan televisi elektronik yang kita gunakan hingga saat ini dan juga menjadi tokoh pertama yang menunjukkan cara memakai televisi elektronik sempurna pada orang awam.

Perkembangan Televisi

TV Analog

Pertama kali diciptakan pada abad ke-19. Penemuan gelombang elektromagnetik juga membantu untuk mengembangkan TV analog. TV analog penyiaran pertama kali diciptakan dan dikembangkan menggunakan signal elektromagnetik. Lama-kelamaan teknologi berkembang, penggunaan radio mulai berganti dengan menggunakan TV analog.

Pada tahun  1954 Radio Corporation of America (RCA) memproduksi televisi bewarna pertama dalam perkembangan teknologi pertelevisian dengan nama CT-100.

Hingga tahun 1960-an, model televisi ini mulai dijual kepada publik. Di Jerman, pada tahun 1967, seorang ahli kelistrikan dan pionir televisi bernama Walter Bruch mengembangkan sistem Phase Alternating Lines (PAL). Hingga pada tahun 1970-an, NTSC, dan PAL akhirnya dipakai sebagai metode penyiaran di berbagai negara.

Peralihan televisi analog ke digital

Pada bulan Juni 1990 General Instrument Corporation (GI) mengejutkan industri peretelevisian dengan mengumumkan sistem digital pertama di dunia, yang dirancang oleh insiyur Kotrea Woo Paik.

Warna yang dihasilkan pada layar televisi digital ini mampu menampilkan 1.080-line dengan kualitas lebih cemerlang yang sangat membantu dalam dunia penyiaran. Ini merupakan awal munculnya sistem High Definition Television (HDTV) yang membawa perubahan signifikan dalam tampilan visual di layar televisi.

Proses ini terus berlanjut, mengarah pada peralihan sistem penyiaran dari analog ke digital di seluruh dunia. Baru pada tahun 2006 transmisi analog ini benar-benar dialihkan penggunaannya ke televisi digital.

TV Digital

Pengembangan teknologi televisi pada tahun 1990-an lebih pesat dari sebelumnya hingga muncul berbagai jenis televisi dengan rancangan Cathode-Ray Tube (CRT) atau dikenal dengan sebutan TV tabung, lalu ada TV Plasma dengan bentuk yang lebih ramping, TV Rear-Projection LcoS dengan sistem rangkaian polarizer, LCDTV, LED TV, dan Smart TV.

Hingga saat ini, televisi terus mengalami transformasi seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Televisi modern saat ini juga memiliki desain yang lebih ramping dan elegan, mampu menyesuaikan diri dengan konsep modern yang semakin canggih.

Kekurangan dan Kelebihan pada Televisi

Kelebihan Televisi

1. Berbagai jenis tayangan yang beragam

Televisi dapat menawarkan semua jenis program untuk dipilih pemirsa. Musik, film, bahkan berita, semuanya bisa kita dapatkan sambil menonton TV ini. Segera setelah kita duduk, kita akan mendapatkan semua informasi yang kita butuhkan dan dapat menyesuaikan dengan keinginan pribadi kita.

2. Media informasi praktis

Televisi saat ini mengalami berbagai perkembangan, tidak hanya sebagai media hiburan saja, namun juga fungsinya. Segala sesuatu mulai dari materi iklan hingga penyebaran informasi menjadi semakin mudah.

Mengkomunikasikan informasi melalui televisi memudahkan masyarakat dalam memahami apa yang disampaikan. Sebab, satu indera yang dominan adalah penglihatan.

Kekurangan Televisi

1. Tergantung pada listrik

Ketika listrik padam, TV juga akan mati dan pemirsa kehilangan informasi tentang program yang mereka tonton. Hal ini dapat diatasi dengan generator, namun tidak semua orang memiliki perangkat tersebut, dan penggunaannya juga terbatas.

2. Komunikasi satu arah

Seperti halnya radio, televisi hanya menyediakan komunikasi satu arah. Artinya pemirsa hanya dapat mendengarkan apa yang diberitakan media di TV, namun tidak dapat bereaksi langsung terhadapnya.

Dampak peralihan dari televisi analog ke televisi digital

Dampak positif

Kualitas gambar lebih halus dan jernih, pengurangan efek kebingisan (noise). Kode koreksi kesalahan memungkinkan pemulihan receiver dengan mudah. Akses internet lebih mudah, cepat, dan biaya murah. Saluran TV lebih luas,  serta sinyal stabil, juga dapat mengurangi efek Doppler saat menerima program TV sambil bergerak (misalnya di dalam mobil, bus, kereta api, dan lain-lain).

Dampak negatif

Regulasi penyiaran perlu diperbaiki dan terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan standarisasi peralatan teknologi yang digunakan. Kami membantu industri yang membutuhkan perangkat dan konten yang siap dalam waktu singkat.

Ketika saluran TV digital ini secara acak ditugaskan ke pendatang baru, selain mengharuskan penyedia TV digital terestrial untuk membangun infrastruktur mereka diri sendiri dari awal, TVRI, lima jaringan TV swasta yang ada, dan lima yang ada peluang juga muncul untuk penyedia TV analog.

Penulis:
1. Artha Adesti Susilo
2. Intan Puspita sari
3. Melinda Gati Puspita
4. Fatikhatur Rizki Auliya
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Dosen Pengampu: Moh. Dey Prayogo, S.I. Kom., M.I. Kom.

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Daftar Pustaka

Kutanto, Haronas dan Apriandi, Yousep. 2019. TV Programming news dan entertainment. Yogyakarta:Andi
Setyobudi, Ciptono. 2006. Teknologi broadcasting TV. Yogyakarta:Penerbit graha ilmu

https://www.teknatekno.com/23686/kelebihan-dan-kekurangan-televisi.html

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI