Tantangan dan Harapan Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Solusi Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Kurikulum Merdeka
Siswa SMP Negeri 4 Koto Gasib mengerjakan asessmen diagnostic di awal tahun pelajaran dengan memanfaatkan perangkat chroomebook. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Mahasiswa Program Studi Magister Pedagogi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru melakukan analisis tentang Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Manajemen satuan Pendidikan berkonsep Merdeka Belajar bertujuan untuk memberikan opini pada mata kuliah Pengelolaan Sistem Pendidikan yang dilakukan oleh kelompok 1 Mahasiswa semester genap T.A. 2023/2024 terdiri dari Lailatul Khomariah, S.Pd.I, Ayu Manjayani Damanik, S.Pd, Rita Afriani, S.Pd, Eri Nurwin, S.Pd.I, Muslim, S.Pd dan Sudirman, S.Pd.

Kurikulum Merdeka muncul sebagai solusi masalah minimumnya kompetensi siswa dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir ini.

Sebagaimana disebutkan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada dibawah kompetensi minimum dalam literasi dan numerasi. Hal ini semakin memburuk ketika Pandemi Covid-19 melanda.

Bacaan Lainnya
DONASI

Berbagai cara yang dilakukan oleh Kemendikbudristek untuk mengatasi ketertinggalan pembelajaran, hingga akhirnya tercetuslah Kurikulum Merdeka yang berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik yang terangkum dalam Profil Pelajar Pancasila, capaian pembelajaran per fase, memberikan dukungan kepada pendidik berupa perangkat ajar dan materi pelatihan serta mengedepankan gotong-royong.

Konsep dasar manajemen satuan Pendidikan merdeka belajar pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan kebutuhan minat, bakat dan gaya belajar individu, kurikulum yang fleksibel dan beragam menyesuaikan dengan konteks dan kebutuhan lokal, pembelajaran yang holistik tidak hanya berpaku pada hasil ujian saja tetapi juga mencakup penilaian terhadap karakter, kreativitas dan soft skills peserta didik, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pembelajaran dan meningkatkan efektivitas pengelolaan satuan Pendidikan.

Baca juga: Saatnya Kurikulum Merdeka: Menuju Seabad Indonesia Merdeka

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak mendukung penuh sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Siak untuk menggunakan Kurikulum Merdeka. SMP Negeri 4 Koto Gasib yang berada di Kabupaten Siak sudah menggunakan Kurikulum Merdeka sejak T.A. 2022/2023.

Kepala Sekolah beserta Guru semangat dalam mempelajari kurikulum merdeka, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka dengan dukungan pengawas serta Dinas Pendidikan Kebudayaan Siak.

Dalam pembelajaran siswa SMP Negeri 4 Koto Gasib difasilitasi menggunakan chromebook bantuan dari Kemendikbudristek (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Meskipun menawarkan banyak peluang dan dukungan dari pemerintah agar kurikulum merdeka ini teraplikasi dalam satuan Pendidikan tetap saja menjadi tantangan tersendiri bagi satuan Pendidikan yang langsung menghadapi dilapangan, apalagi manajemen kurikulum merdeka berpusat pada sekolah dan murid.

Kepala sekolah beserta guru menggali potensi dan kearifan local untuk diterapkan dalam pembelajaran serta penggalian karakter murid yang beragam dan memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid sebagai implikasi prinsip pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang mencakup tiga tipe kegiatan yaitu:

  1. Pembelajaran intrakurikuler yang dilaksanakan dengan cara pembelajaran berdiferensiasi di mana guru memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya,
  2. Pembelajaran kokurikuler berupa penguatan profil pelajar Pancasila sebagai bentuk pengembangan karakter dan kompetensi umum,
  3. Pembelajaran ekstrakurikuler sesuai minat murid dan sumber daya satuan Pendidikan.
Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila implementasi dari kegiatan ektrakurikuler Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 4 Koto Gasib, berwirausaha membuat makanan dan minuman daerah dan dijual dilingkungan Sekolah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tantangan yang dihadapi Guru dalam implementasi kurikulum merdeka untuk mempelajari dan mengaplikasikan siklus pembelajaran yang harus dilakukan dengan tiga tahapan, sebagai berikut:

1. Assessment diagnostic

Guru melakukan penilaian awal untuk mengenali potensi, karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan, dan tahap pencapaian pembelajaran murid. Penilaian umumnya dilaksanakan pada awal tahun pembelajaran, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk melakukan perencanaan lebih lanjut terkait metode pembelajaran yang sebaiknya digunakan.

2. Perencanaan

Guru menyusun proses pembelajaran sesuai dengan hasil assessment diagnostic, serta melakukan pengelompokan murid berdasarkan tingkat kemampuan.

3. Proses pembelajaran

Guru akan mengadakan asesmen formatif secara berkala, untuk mengetahui progres pembelajaran murid dan melakukan penyesuaian metode pembelajaran, jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru juga bisa melakukan asesmen sumatif sebagai ​​proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.

Untuk menghadapi tantangan dalam menerapkan kurikulum merdeka bagi satuan Pendidikan pemerintah memberikan 6 dukungan yang ditawarkan yaitu:

  1. Platform merdeka mengajar yang menyediakan beragam topik pelatihan dan referensi perangkat ajar,
  2. Seri webinar dari pusat dan daerah dalam berbagi praktik baik kepada guru, kepala satuan Pendidikan dan pemangku Pendidikan.
  3. Komunitas belajar, untuk memfasilitasi belajar bersama mengimplementasikan kurikulum merdeka baik yang dibentuk oleh guru ditingkat satuan Pendidikan maupun tingkat daerah secara offline ataupun online.
  4. Tersedia narasumber berbagi praktik baik rekomendasi dari pusat yang bisa dihubungi melalui platform merdeka mengajar.
  5. Mitra pembangunan, Organisasi/Lembaga/dunia usaha/dunia industri mendukung proses belajar komunitas ditingkat daerah atau satuan Pendidikan.
  6. Menyediakan pusat layanan bantuan (helpdesk).
Guru SMP Negeri 4 Koto Gasib membentuk Komunitas Belajar sesama Guru di Sekolah untuk menganalisis masalah yang ditemui di Sekolah dan mencari solusi (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Selain itu, Pemerintah membuka peluang bagi Kepala sekolah mengikuti program sekolah penggerak untuk menciptakan sekolah yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara holistik, termasuk kompetensi dan karakter, dengan SDM yang unggul.

Bagi guru dibuka pula peluang menjadi guru penggerak sebagai wadah menjadi pemimpin dalam proses belajar-mengajar yang membantu pertumbuhan dan perkembangan siswa secara menyeluruh, aktif, dan proaktif, ia juga memotivasi guru lain untuk menerapkan pendekatan belajar yang berfokus pada siswa dan menjadi contoh dan agen perubahan dalam ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang ideal.

Dengan memanfaatkan 6 dukungan dari pemerintah serta program sekolah penggerak dan guru penggerak diharapkan satuan Pendidikan bisa mengaplikasikan kurikulum merdeka mewujudkan visi Pendidikan Indonesia, yaitu:

Mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global”.

 

Penulis:

1. Ayu Manjayani Damanik, S. Pd

2. Eri Nurwin, S. Pd. I

3. Lailatul Khomariah, S. Pd. I

4. Muslim, S. Pd

5. Rita Afriani, S. Pd

6. Sudirman, S. Pd

Mahasiswa Magister Pedagogi, Universitas Lancang Kuning

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Referensi

Kemendikbudristek. (2024). Latar Belakang Kurikulum Merdeka. https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/id/articles/6824331505561-Latar-Belakang-Kurikulum-Merdeka, Diakses 24 Mei 2024.

Disdikpora Buleleng. (2024). Merdeka Belajar: Apa Latar Belakang, Pengertian, dan Prinsip Pembelajarannya. https://disdikpora.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/66_merdeka-belajar-apa-latar-belakang-pengertian-dan-prinsip-pembelajarannya, Diakses 24 Mei 2024.

Bambang Niko Pasla. (2023) .Guru Penggerak: Pengertian, Tujuan, dan Keuntungan. https://pasla.jambiprov.go.id/guru-penggerak-pengertian-tujuan-dan-keuntungan/, Diakses 24 Mei 2024.

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.