Tantangan Kesehatan: ISPA di Jakarta Diperparah oleh Polusi Udara

Polusi Udara
Ilustrasi: istockphoto

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu isu kesehatan yang semakin meresahkan di Kota Jakarta, Indonesia. Polusi udara yang semakin memburuk telah menjadi salah satu faktor pendorong utama meningkatnya kasus ISPA di wilayah ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari kualitas udara yang buruk semakin terlihat, memberikan peringatan serius terhadap kesehatan masyarakat. Kualitas udara di Jakarta menurut situs pemantau kualitas udara IQAir berada di angka 165 AQI US.

Angka kualitas udara itu tercatat bahwa saat ini Jakarta masih masuk dalam kategori tidak sehat nomor dua di dunia. Sedangkan konsentrasi polutan tertinggi dalam udara Jakarta mencapai PM 2.5. Angka Konsentrasi itu, 16,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

Bacaan Lainnya
DONASI
Grafik riwayat kualitas udara untuk Jakarta.

Kaitan Polusi Udara dan ISPA

Polusi udara, terutama partikel-partikel halus seperti PM2.5, dapat mengandung zat-zat berbahaya dan iritan yang dapat merusak saluran pernapasan manusia. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri, menjadikan individu lebih rentan terhadap ISPA.

Selain itu, polusi udara juga dapat memicu atau memperburuk penyakit pernapasan kronis, seperti asma dan bronkitis. Gejala ISPA sangat beragam pada setiap orang dan tergantung dari penyebabnya. Bagi mereka yang tinggal di Jakarta sebaiknya waspada terhadap gejala ISPA dikarenakan polusi udara Jakarta belum teratasi.

Beberapa gejala tersebut adalah mengalami batuk, suhu tubuh meningkat, nyeri di bagian kepala, sulit bernafas karena hidung tersumbat, tenggorokan terasa nyeri terutama saat digunakan untuk menelan. Polusi udara Jakarta hingga kini masih menjadi persoalan yang belum ada solusi terbaiknya.

Imbasnya, masyarakat menjadi terbiasa dengan ancaman udara yang jauh dari ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Orang yang terlalu sering menghirup udara dengan kualitas buruk akan lebih berisiko mengalami ISPA.

Hal itu karena pada udara yang tercemar terdapat zat-zat berbahaya yang akhirnya sistem pernapasan atas maupun bawah tidak dapat berfungsi normal seperti sebelumnya. Kualitas udara yang buruk di Jakarta telah mengakibatkan peningkatan jumlah kasus ISPA.

Anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan yang sudah melemah menjadi kelompok yang lebih berisiko terkena dampak negatif polusi udara terhadap saluran pernapasan mereka. Kasus ISPA yang lebih serius juga dapat mengarah pada komplikasi kesehatan yang memerlukan perawatan medis intensif.

Upaya Penanggulangan

Pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini. Langkah-langkah untuk membatasi emisi polutan dari sumber-sumber utama seperti kendaraan bermotor dan industri telah diambil.

Selain itu, kampanye kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas udara bersih dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ISPA juga ditingkatkan. Mengatasi masalah ISPA yang diperparah oleh polusi udara memerlukan kerja sama lintas sektor.

Pemerintah, sektor swasta, organisasi lingkungan, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengurangi emisi polutan, meningkatkan kualitas udara, serta memberikan informasi dan akses terhadap perawatan kesehatan yang tepat bagi mereka yang terdampak.

Hingga kini, situs pemantau kualitas udara ini juga masih merekomendasikan masyarakat untuk mengenakan masker, menyalakan penyaring udara, menutup jendela, dan hindari aktivitas outdoor. Saat ini, semakin banyak warga, terutama anak-anak, yang terkena infeksi saluran pernapasan akibat tingkat polusi udara yang semakin tinggi.

Oleh sebab itu, kampanye dan edukasi pemerintah harus lebih terlihat. Layanan masyarakat yang berkaitan dengan polusi udara juga saat ini belum ada secara masif dan polusi udara masih bukan menjadi isu prioritas.

Namun, karena sudah terbiasa, justru sebagian masyarakat menyepelekan ancaman polusi udara. Mereka yang berpikiran seperti itu harus diberi kesadaran. Pemerintah harus melakukan sosialisasi terkait bahaya polusi udara. Upaya pengurangan dan pencegahan juga harus digencarkan.

Kesimpulan

ISPA yang semakin menjadi masalah di Jakarta akibat polusi udara menunjukkan bahwa kualitas udara yang buruk bukan hanya ancaman bagi lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.

Upaya bersama untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan dapat membantu mengatasi tantangan ini.

Penulis: Terania Alfarisa
Mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Editor: Ika Ayuni Lestari     

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Referensi

Healthline. Diakses pada 2023. Acute Respiratory Infection.

Jakarta indeks kualitas air (AQI). (2023). Diakses pada 16 Agustus 2023 dari  https://www.aqi.in/id/dashboard/indonesia/jakarta

Kualitas udara di Jakarta. (2023). Diakses pada 16 Agustus 2023 dari  https://www.iqair.com/id/indonesia/jakarta

National Institute for Health and Care Excellence. Diakses pada 2023. Respiratory tract infections (self-limiting): prescribing antibiotics.

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI